WASPADA!!! MUSIM HUJAN HAMA SERANG TANAMAN PADI

Zulfikar Irwan

LAMPUNG TENGAH, Tipikornewsonline.com – Kendala alam seperti banjir, kekeringan atau berkembangnya OPT tidak jarang menyebabkan tanaman yang dibudidayakan mengalami puso atau gagal panen.

Berbekal dari pengalamam dimusim-musim sebelumnya, diharapkan para petani dapat belajar mengingat irama atau gejolak alam yang sering muncul di lahan pertaniannya.
Secara umum di musim hujan hama maupun penyakit berkembang lebih pesat dan mengakibatkan kerusakan tanaman lebih parah.

Menurut Kadis Pertanian dan TPH Lampung Tengah, Zulfikar Irwan, perlu diwaspadai perkembangan OPT utama pada di musim hujan ini, apalagi sumber OPT dari musim sebelumnya berkembang dengan intensitas yang tinggi, hal ini diduga karena terjadi anomali iklim yang ditunjukan dengan musim kemarau basah.

“Upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kecukupan pangan secara nasional,” katanya kepada tipikornewsonline.com belum lama ini.

Namun demikian, lanjut Zulfikar, cekaman lingkungan biotik dan abiotik dengan frekuensi yang semakin meningkat serta dukungan sumberdaya lahan dan air yang telah menurun kualitas dan kuantitasnya, menyebabkan produktivitas padi masih rendah.

Perubahan irama iklim yang terjadi semakin sulit diramalkan, kondisi semacam ini secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada perubahan perilaku organisme yang berkembang di pertanaman padi, jelas Kadis.

“Ketidaknormalan iklim ini berakibat pula pada meningkatnya gangguan oleh berbagai organisme pada tanaman padi.”

Ilustrasi

Lebih jauh dikatakannya, Kondisi musim kemarau dengan curah hujan yang masih tinggi membuat peluang besar terhadap berkembangnya organisme pengganggu tumbuhan.

Hama wereng batang coklat, penggerek batang padi kuning, dan tikus masih menjadi hama utama, karena serangannya sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso. Pada musim kemarau 2017 ini menurut pengakuan petani di beberapa kampung-kampung yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, urai Kadis Pertanian Lamteng ini yang akrab disapa Iwan kepada wartawan.

Masih dikatannya, hal ini perlu diwaspadai oleh petani untuk mempersiapkan pertanaman musim hujan, karena sumber wereng coklat masih banyak terdapat pada ratun-ratun atau singgang yang tumbuh dari tunggul tanaman padi yang dipanen.Di beberapa daerah yang airnya selalu tersedia, petani berusaha meningkatkan indeks pertanaman (IP300) dengan menanam padi unggul berumur pendek, sehingga setahun dapat menanam padi 3 kali.”

Produksi padi meningkat dengan pola tanam tersebut, tetapi pola tanam padi-padi-palawija semakin ditinggalkan.

“Petani tidak menyadari bahwa cara budidaya semacam ini membuat makanan bagi serangga hama padi selalu tersedia sepanjang tahun. Apalagi, bila terjadi pada hamparan sawah dengan pola tanam yang tidak serempak. Kondisi tersebut di atas mendorong peningkatan dengan pesat populasi dan serangan hama karena siklus hidup hama tidak putus,” pungkasnya. (ADV)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan