Waahhh.. Kebersihan Gedung UI Dianggarkan Rp 36,2 Miliar

Gedung Kampus UI Depok. Foto: Istimewa

JAKARTA – Mungkin, publik hanya bisa menahan napas bila mendengar Kemristek dan Dikti disebut-sebut nama lembaganya. Karena di kementerian yang salah satu tugas pokoknya mengurusi perguruan tinggi, pernah diterpa isu suap pemilihan rektor.

Bila ingin terpilih jadi rektor harus bayar atau menyuap antara Rp 1,5 sampai Rp 5 miliar, kepada oknum di Kemristek dan Dikti tersebut. Begitu kira-kira bunyi isunya. Tapi, sekarang kita bukan bicara soal isu suap pemilihan rektor dulu, melainkan soal lain.

Saat ini, Kemristek dan Dikti yang dipimpin oleh Menteri Muhammad Nasir sudah menggelontorkan puluhan miliar hanya untuk anggaran kebersihan. Anggap saja hal ini bukan sebuah pemborosan anggaran, karena terlalu banyak kotoran atau sampah, sehingga dibutuhkan anggaran mahal agar bisa mengangkat sampah dan kotoran tersebut.

Sebagimana untuk diketahui seperti dilansir Klikanggaran.com (3/9/2017), Kemristek dan Dikti atau Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pada tahun 2017 ini sudah selesai melakukan lelang pengadaan “Jasa Pemeliharaan Kebersihan dalam Gedung Kampus UI Depok dan Kebersihan Dalam dan Luar Gedung Kampus UI Salemba” dengan HPS (Harga Prakiraan Sendiri) sebesar Rp37.975.472.662.

Pemenang lelang pengadaan kebersihan kampus UI Depok dan Salemba ini dimenangkan dan akan dikerjakan oleh Perusahaan Provices Indonesia yang beralamat di Bakrie Tower Lantai 80 Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Perusahaan ini mengajukan harga penawaran sebesar Rp36.242.864.754.

Tentu saja, harga yang diajukan perusahaan pemenang lelang sebesar Rp 36,2 miliar ini dinilai terlalu tinggi dan mahal. Sehingga berpotensi merugikan keuangaan negara sekitar Rp 2,2 miliar. Hal ini disebabkan, panitia lelang “menutup mata”, atau tidak memilih perusahaan-perusahaan yang mengajukan harga penawaran yang lebih murah.

Dan, dari komposisi perusahaan yang ikut pengajukan harga penawaran, sebetulnya Provices Indonesia tidak layak untuk memenangkan lelang pengadaan kebersihan gedung UI tersebut. Karena perusahaan ini bukan menempati nomor pertama, melainkan hanya menempati nomor tiga dari 47 perusahaan yang jadi peserta lelang. (Istimewa)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan