Usaha Manuk Super BUMT Tuba Barat “Mak Jelas”

TULANG BAWANG BARAT – Masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat mempertanyakan modal usaha manuk super yang tidak ada kejelasan menimbulkan gejolak.

Bagaimana tidak, semenjak terbentuk program usaha BUMT dari tahun 2015 sampai tahun 2018 tidak ada kejelasan. Jangankan ayam kandang pun entah dimana, ujar narasumber yang enggan namanya ditulis saat diwawancarai wartawan, belum lama ini.

Yang lebih anehnya, lanjut sumber, usaha bersama yang modal usahanya bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut tidak tau dimana letak kandang dan kantor BUMT. Jangankan untung rugi, para Kepala Tiyuh pun tidak tau.

Masih dikatakannya, tetapi di dalam launching Bupati Umar Ahmad mengatakan, usaha manuk super adalah ikonnya TBB. Artinya usaha manuk super yang di kelola BUMT bisa membawa Kabupaten jadi contoh.

Terpisah, salah satu Kepala Tiyuh mengatakan, “Jangankan masyarakat, saya sebagai Kepalo Tiyuh tidak tau. Apa itu untung, apa lagi rugi. Semenjak dana saya transfer mulai terbentuk BUMT baik rapat bulanan, tahunan, maupun bagi hasil semuanya tidak pernah di rapatkan.

“Kepala Tiyuh merasa dirugikan karena modal usaha yang totalnya mencapai Rp. 5,5 Miliar tersebut bersumber dari dana desa (DD). Secara hukum mungkin kami bertanggung jawab atas usaha manuk super yang di kelola oleh BUMT, karena dana tersebut dari pemerintah untuk rakyat,” tegasnya. Mau tahu kelanjutan berita ini, tunggu edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan