Tips Agar Tidak Gagal Panen Cabai

PERTANIAN LAMPUNG TENGAH – Gagal panen ini tidak hanya dipicu faktor cuaca. Serangan virus juga menyebabkan petani gagal panen. Bahkan, tanaman cabai di pekarangan atau pot di rumah juga kena serangan virus dan penyakit.

Saat hujan melanda sejumlah daerah di Indonesia dalam waktu lama. Akibatnya berdampak pada panen cabai.
Hujan itu mengakibatkan tidak ada fase musim kering. Seharusnya, masa tanam cabai pada April, dan masa panen pada Juli di musim kemarau. Karena hujan, petani kebanyakan gagal panen.

Banyak terserang penyakit dan virus cabai. Cuaca tak menentu, dan cuaca lembab membuat penyakit berkembang pesat,” kata Sumarni, salah satu petani di Kecamatan Trimurjo, Lamteng belum lama ini.

Tanaman cabai itu diserang jamur Colletotrichum, atau Bahasa jawanya Patek. Jamur ini yang menyebabkan cabai menjadi cepat busuk, menciut atau mengkerut, dan keriting.

Biasanya penyakit akibat jamur ini terbawa virus hama aphid. Virus ini menyebar sampai ke tanaman cabai yang ditanam di rumah.

Pertumbuhan hama Aphid sangat cepat dalam cuaca lembab mengakibatkan tanaman cabai tak bisa menghasilkan bunga. Cabai yang tumbuh pun tidak normal,” imbuhnya.

Dia menyarankan petani melakukan metode tanam Off Season. Metode ini adalah memanen di luar musim yang seharusnya.
Tetapi metode ini butuh biaya tinggi. Satu hektar saja bisa mencapai Rp 30 juta.

Sumarni menegaskan metode ini bisa menghasilkan cabai yang bagus untuk dikonsumsi.

“Mahalnya ya dari segi obat, perawatan, pestisida, dan vitamin. Tapi hasilnya juga bagus. Cabainya segar-segar, dan jarak antara masa tanam ke masa panen, lebih cepat,” ungkapnya kepada wartawan. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan