Tersangka Kasus Korupsi ADD Sendang Mulyo Dituntut 2 Tahun Penjara

ilustrasi

LAMPUNG TENGAH – Tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2015, Widodo Kakam Sendangmulyo, Kecamatan Sendang Agung, Kabuopaten Lampung Tengah, setelah pada 5 September 2016 lalu, ribuan warga Sendang Mulyo menggruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunung Sugih dan kemudian ditahan sekarang telah sampai pada tahap tuntutan.

Tersangka mengembalikan kerugian negara Rp. 109 Juta, dituntut 2 tahun penjara Subsider masa tahanan dan denda Rp.50 Juta. Sidang yang dipimpin oleh Hakim Syamsudin, SH, Panitera pengganti Zainuddin, SH, serta Jaksa penuntut umum Median Suwardi, SH. Pada tanggal 10 nanti sidang pembelaan terdakwa, dilanjutkan tanggal 17 sidang vonis.

Sidang yang juga diliput dan direkam oleh Tim dari KPK RI karena merupakan kasus korupsi dana desa pertama se-Indonesia yang telah masuk ke penggadilan akan menjadi acuan KPK dalam menyelidik korupsi Dana Desa di tahun 2017 ini, karena tahun ini masing-masing desa telah mendapat lebih dari 1 milyar dan langsung dibawah pengawasan KPK Pusat.

Salah satu warga Sendang Mulyo yang tidak mau disebut identitasnya menyatakan, kecewa terhadap tuntutan Jaksa penuntut umum dan berencana akan mengadukan dugaan korupsi Dana Desa Sendangmulyo tahun anggaran 2016 yang juga masih dibawah tanggung jawab Widodo untuk termin pertama, dan Suparyo Sekdes selaku PJS untuk termin ke 2 yg juga diduga dikorupsi hingga Rp.300  jutaan.

“Kami akan kembali mendatangi kejaksaan Gunungsugih jika Widodo tidak bertaubat dan menyesali perbuatannya,” Imbuhnya.

Terpisah, Ketua DPC POSPERA Lampung Tengah, SUBARI mengatakan siap sedia mendampingi warga untuk mendapatkan keadilan. Karena memang POSPERA adalah Ormas yang diperintah Presiden Jokowi untuk mengawal Nawacita didaerah termasuk mengawal program membangun Indonesia di daerah pinggiran melalui Dana Desa, pungkasnya. (del)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan