Solusi Tingkatkan Produktivitas Ikan Nila

LAMPUNG TENGAH- Ikan nila merupakan salah satu hewan yang paling umum diBudidayakan dalam akuakultur. Seiring perkembangan teknologi Budidaya ikan, salah satu cara untuk mendukung efisiensi dalam usaha Budidaya ikan nila adalah menggunakan enzim papain.

Papain adalah enzim jenis protease yang terdapat pada getah pepaya. Cairan putih kental layaknya susu ini banyak dijumpai pada bagian batang, buah maupun daunnya. Volume getah pepaya ini jauh lebih banyak pada bagian yang muda ketimbang yang tua.

Sebagai enzim, papain sangat ampuh memecah molekul protein. Dalam Budidaya ikan nila, menurut Kadis Perikanan Lamteng, Kuswadi Suwardi, mampu berperan dalam membantu meningkatkan daya cerna nutrisi yang terdapat dalam pakan.

“Enzim papain bisa juga berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Dengan enzim papain diharapkan nutrisi pada pakan yang tercerna nila bisa mencapai 50% sehingga pertumbuhannya optimal, lebih cepat, dan ratio konversi pakan atau FCR-nya rendah,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

enzim papain dengan total 124 gram mampu mempercepat masa Budidaya nila dari 5 bulan menjadi 4 bulan dengan hasil panen sama. Dari uji coba yang dilakukan pada perlakuan pelet+enzim dengan total benih yang ditebar 3 ribu ekor diperoleh nila saat panen sebanyak 2.356 ekor dengan total berat panen 333,609 kg. Sedangkan nila yang mendapatkan perlakuan pelet saja, jumlah panennya sebanyak 1.983 ekor dengan total berat panen 201,671 kg.

Untuk pertumbuhan mutlak nila dengan perlakuan pelet+enzim memiliki berat panen 137,14 gram per ekor dan panjang 11,23 cm per ekor. Sementara untuk perlakuan pelet saja, berat panennya 97,24 gram per ekor dan panjang 9,96 cm per ekor.

FCR untuk nila dengan perlakuan pelet+enzim adalah 1,34, sementara untuk perlakuan nila kontrol sebesar 1,71. Padahal total pakan yang dipakai untuk masing-masing perlakuan adalah sama yaitu 488,412 kg. Adapun persentase pertumbuhan nila dengan perlakuan pelet+enzim adalah 39,90% dan SR sebesar 78,53%. Sedangkan SR nila kontrol hanya 66,10%.

“SR atau tingkat kelangsungan hidup nila yang lebih tinggi ini karena enzim papain mengandung antioksidan sehingga nila lebih tahan terhadap serangan penyakit,” papar Kuswadi. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan