Soal Penerimaan Pol PP Lamteng, Letkol. Inf. Tri Widodo: Saya Malah Senang Kalau Masalah ini Diangkat

Satuan Pol PP Lamteng, Letkol. Inf. Tri Widodo

LAMPUNG TENGAH – Terkait pelaksanaan tes penerimaan honorer untuk satuan polisi pamong praja (Sat Pol PP) di tahun 2016 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng, yang diikuti sekitar ratusan pelamar yang diduga bermasalah, dengan penuh unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) ini.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja setempat, Tri Widodo saat dikonfirmasi Tim Fored mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak ada keterlibatan dalam hal tersebut.

 “Saya malah senang kalau masalah ini diangkat (ekspos). Karena, saat itu saya belum duduk selaku Kasat Pol PP Lamteng,” tandasnya.

Sementara Ketua Forum Media, Sahdan. A.S. Subing “Saya sangat menyesalkan bila benar hal ini terjadi. Karena, dinilai merusak citra profesionalisme satuan Polisi Pamong  Praja Lampung Tengah,” kata ketua Fored Media lamteng, Sahdan. A.S. Subing kepada gspnewsonline.com baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakannya, Informasi dari beberapa narasumber Tim Fored, tidak memungkiri jika memang terdapat kongkalikong penerimaan pegawai honorer tersebut.

“Iya, ini terlihat sekali sudah pesanan orang tertentu, dengan menggeser nama-nama yang lolos,” ujar Sahdan.

Terpisah, dibeberkan sumber media ini saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa para pelamar yang ikut tes, menduga banyak peserta yang lolos ternyata banyak tidak memenuhi syarat. Dan tes kesehatan serta jasmani tidak memenuhi standar.

Lebih parahnya lagi, terdapat peserta “siluman”, yang tidak mengikuti atau gagal tes tertentu, ternyata pada akhirnya diterima sebagai tenaga honor yang digaji dari uang rakyat tersebut.

 Dikatakan sumber yang patut dipercaya ini, “Kami mensinyalir hal itu terlihat saat tes fisik. Waktu itu ada beberapa peserta saat dilakukan tes jasmani (tinggi badan/ Kesehatan) Namun kenyataan beberapa peserta atau pelamar yang tidak mencapai tinggi badan dan kesehatan yang telah ditentukan justru dinyatakan lulus oleh panitia.” kata sumber yang dibenarkan beberapa orang rekannya yang lain.

“Ada anggapan peserta harus menyerahkan uang dengan besaran tertentu, agar bisa diterima, dan kalau itu benar kita menyayangkan,”tuturnya.

Ditambahkannya, ia juga mempertanyakan kepada panitia, dalam seleksi ini tidak terlihat transparansi penerimaan tersebut, apalagi jika mengacu dengan UU yang berlaku.

“Jika memang hasilnya kami dibawah mereka dengan hasil didapat secara jujur, kami akan diterima. Tetapi ini tidak, dan semuanya seperti sudah diatur, siapa saja yang lolos sejak awal,”tuntutnya.

Sumber ini juga menambahkan, bahwa dirinya siap mengungkapkan pernyataannya ini sampai ke meja hijau. Siap menunjukkan siapa-siapa saja yang diduganya banyak peserta yang lolos, ternyata banyak tidak memenuhi syarat, dan tes kesehatan serta jasmani yang tidak memenuhi standar.

Bagaimana kelanjutan berita ini, tunggu selengkapnya di edisi mendatang. Tim Fored akan mewawancarai guna meminta tanggapan dari Sekdakab Lamteng atas dugaan penerimaan Honorer Pol PP Lampung Tengah ini. (TIM FORED)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan