Satgas Saber Pungli Segera Tindak Lanjuti Dugaan SMKN 2 Tebas Jadi Sarang Koruptor

LAMPUNG TENGAH – Berdasarkan informasi dari masyarakat dan pemberitaan yang beredar di beberapa media online, telah mendapat respon langsung dari Satgas Saber Pungli.

Atas dugaan tersebut, tim Satgas Saber Pungli telah menerima informasi dugaan SMKN 2 Tebas Jadi Sarang Koruptor. oleh karena itu pihaknya akan segera menindak lanjuti kasus tersebut.

“Terima kasih. Laporan Anda telah kami terima dan akan segera kami tindak lanjuti, TIM SATGAS SABER PUNGLI,” jawabnya melalui email: lapor@saberpungli.id, Selasa, (25/7) lalu.

Sebelumnya sekedar mengingatkan, belakangan ini diketahui diduga kuat SMK Negeri 2 Terbanggi Besar (Tebas), Kabupaten Lampung Tengah saat ini telah menjadi sarang koruptor. Pasalnya besaran biaya komite sekolah kian menjadi keluhan utama bagi para orang tua/ walimurid setempat. Baca berita sebelumnya: http://www.tipikornewsonline.com/laporan-buat-tim-saber-pungli-lampung-diduga-smkn-2-tebas-jadi-sarang-koruptor/

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dana komite disekolah menjadi lahan basah bagi para koruptor untuk melakukan pungutan liar (Pungli) dan korupsi besar-besaran secara berjamaah. Cukup dengan menyampaikan program dan kegiatan kebutuhan sistem belajar siswa disekolah, tentu dengan mudah bisa meraup uang Miliaran.

Hal ini menjadi kesempatan besar bagi para koruptor dan wilayah pendidikan khususnya di sekolah menjadi target incaran utama untuk bisa dijadikan tempat koruptor bersarang.

Seperti halnya yang diungkapkan narasumber yang patut dipercaya ini, dikatakannya, sangat besar kemungkinan saat ini SMKN 2 Tebas telah menjadi sarang koruptor. Miliaran dana komite dari sebanyak 1,113 jumlah siswa yang seharusnya untuk kebutuhan kegiatan pendidikan belajar siswa justru malah dijadikan untuk sebagai ‘gaji tambahan’ khususnya bagi YD, oknum Kepala Sekolah hingga guru SMKN 2 Tebas saat ini.

“Padahal semua kita tau, setiap tahun mayoritas orang tua/ walimurid mengeluhkan perihal besaran dana komite sekolah. Pasalnya, setiap tahun ajaran baru, biaya komite di SMKN 2 Tebas seperti pada tahun ajaran 2016/2017 mencapai Rp. 6,5 juta. Biaya sebesar itu tentunya sangat tinggi untuk sekolah yang berstatus negeri,” ujar sumber kepada Gunung Sugih Post, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan sumber yang enggan namanya ditulis, selama ini baik pemerintah pusat maupun provinsi tidak mungkin menutup mata, apalagi untuk bidang Pendidikan seperti salah satunya dari pusat mengalokasikan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp.1,4 juta/ persiswa/ pertahun bagi siswa SMA/K.

Belum lagi banyak bantuan lain-lain, seperti diantaranya beasiswa prestasi, beasiswa tidak mampu hingga bantuan seragam sekolah, rehabilitasi ruang sekolah baik dari provinsi sendiri maupun pusat.

“Sekedar mengingatkan, memang benar diizinkan oleh Pemerintah kepada pihak sekolah untuk mengikutsertakan masyarakat dalam kemajuan pendidikan dalam bentuk sumbangan. Akan tetapi, jangan sampai membebani orangtua/ walimurid karena mahalnya biaya komite itu sendiri. Apalagi pihak sekolah sampai menahan ijazah kelulusan siswa karena belum membayar lunas uang komite,” jelasnya.

Terpisah, sumber lain juga membeberkan, salah satu kegunaan Milyaran dana komite disekolah tersebut yakni untuk memberi honor bagi kepsek hingga guru. Bahkan sumber menyebutkan, oknum kepsek menerima Rp3,5 juta perbulan, Empat waka kepsek menerima Rp2 juta perbulan, sementara Kepala TU menerima Rp2 juta Perbulan, dan seluruh dewan guru mendapat honor Rp200 ribu.

“Soal jatah kepsek Rp3,5 juta perbulan, dan lima Wakilnya Rp2 juta, serta seluruh dewan guru Rp200 ribu. Itu sudah dari lama. Kalo nggak percaya tanya saja ke kepala SMKN 2 Tebas (YD) langsung. Bener nggak kata saya. Bahkan dalam RKAS 2016/2017, YD meminta kenaikan honor hingga Rp5 juta,” beber sumber.

Masih dikatakan sumber ini, saat itu YD pernah mengucapkan, “Bapak – ibu (guru) jangan iri kalo saya minta gaji Rp5juta per bulan. Saya ini kerja dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam. Nanti juga, kalo gaji guru terlambat, akan saya talangin pakek dana BOS,” ucap sumber kepada Gunung Sugih Post sambil menirukan kata-kata YD waktu dihadapan dewan guru saat itu.

Kalau ada yang bilang sekolah ini (SMKN 2 Terbanggi Besar) tidak ada korupsi, tambah sumber, “Justru, saya dapat memastikan sekolah ini dari kepsek hingga guru, korupsi semua dana komite,” tegasnya.
Berdasarkan informasi diatas, saat Kepala SMKN 2 Tebas (YD) dikonfirmasi, pihaknya mengakui adanya jatah tersebut. Namun, jatah tersebut memang sudah ada dari program kepsek sebelumnya.

“Memang benar, dalam RKAS tercantum Rp5 juta untuk kepala sekolah, namun tetapi saya menolak diberi uang Rp5 juta, saya hanya mengambil uang Rp3,5 juta,” kata YD mengakui.

Menurutnya, boleh-boleh saja dana komite diperuntukan untuk kepala sekolah setiap bulan. Hal ini dikarenakan dirinya tidak tahu peraturan sekolah yang dirinya pimpin dengan alasan tidak sewajarnya.

“Ya, boleh-boleh saja dana komite diperuntukan untuk kepala sekolah setiap bulan, karena saya kan nggak tau peraturan sekolah ini, saya hanya melanjutkan. Jadi bukan kepsek saja, guru juga,” ujar YD.

Dari keterangan sumber-sumber dan pengakuan YD selaku kepala SMKN 2 Terbanggi Besar diatas tersebut, prilaku tindakan korupsi dan pungli terkesan besar kemungkinan kuat dugaan informasi ini bahwa di sekolah tersebut tampak memang sudah menjadi sarang koruptor.

Untuk itu perlu adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum khususnya bagi tim Saber Pungli Lampung. Sangat diharapkan agar segera bisa menyelidiki kebenaran informasi dugaan korupsi dan pungli ini dengan dapat melakukan tindakan operasi tangkap tangan (OTT).

Jika nantinya terbukti benar adanya para kelompok koruptor bersarang di SMKN 2 Tebas, mohon pihak penegak hukum dapat memberikan sanksi tegas kepada pelaku sesuai hukum yang berlaku dengan dijebloskan langsung ke sarangnya yaitu dipenjara bukan disekolah, harap sumber koran ini.

Bagaimana tanggapan dan tindakan Tim Saber Pungli Lampung atas dugaan korupsi dan pungli ini, mau tau berita selengkapnya, tunggu edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan