KANIT TIPIKOR POLRES LAMTIM TERUS PROSES KASUS DUGAAN PUNGLI SMAN 1 BATANG HARI

LAMPUNG TIMUR, Tipikor News – Dugaan praktek pungutan liar (Pungli) di SMA Negeri 1 Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur tentang penarikan uang Rp.1.200.000,-/murid pertahun hingga saat ini belum tersentuh hukum.

Berdasarkan informasi dan data pihak DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) Provinsi Lampung, penarikan dana tersebut dilakukan pihak sekolah tidak diketahui oleh pihak komite sekolah setempat.

Oleh karena itu, baru-baru ini pihak LSM KPK telah menindak lanjuti permasalahan ini kepada pihak penegah hukum setempat khususnya kepada pihak Tipikor Polres Lampung Timur.

Dengan adanya bukti kwitansi pada transaksi pungutan di SMAN 1 Batang Hari, yang tertulis nominal pungutan pertahun yang wajib dibayar setiap murid yang ditanda tangani langsung oleh bendahara sekolah, Asnawati.

Selain itu terdapat juga bukti kitansi lainnya, seperti pungutan untuk qurban, yang ditanda tangani oleh Kepsek setempat, Suripto.

Pihak LSM KPK terus mengawal kasus Dugaan pungli ini. Pihaknya telah melaporkan Kepala SMAN 1 Batang Hari dengan dugaan unsur pidana berupa pungli, ke pihak yang berwajib secara resmi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC LSM KPK kabupaten Lampung timur , Agus Saputra, SH kepada tipikornewsonline.com diruang kerjanya, belum lama ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, baca berita selengkapnya http://www.tipikornewsonline.com/masalah-pungli-ditubuh-sma-negeri-1-batanghari-terus-bergejolak/

Lebih lanjut dikatakan Agus, dugaan pungli itu merupakan perintah langsung dari Kepala SMAN 1 Batang Hari, Suripto. Bahkan Suripto dituding menjadikan Asnawati yang notabane guru setempat untuk melakukan pungli.

Saat dikonfirmasi Asnawati terlihat jelas nampak kebingungan, harus menjawab pertanyaan dari tipikornewsonline.com, Asnawati berkata bahwa dia hanya melakukan atas perintah kepala sekolah, yakni perintah soal penarikan dana pertahun sebanyak Rp.1.200.000/murid ungkap Asnawati, terangnya.

Saat dikonfirmasi, sambungnya, Asnawati melempar persoalan kepada wakepsek Ruspandi. Padahal, ketika dikonfirmasi soal pungutan dana pertahun dan pungutan untuk qurban dalam rangka menyambut Idhul Adha sebesar Rp20.000/murid.

Ruspandi sangat terkesan tidak respek atas konfirmasi tersebut. Bahkan Ruspandi dengan sengaja melakukan atraksi dengan membuka baju, memperlihatkan baju kaos di dalamnya, yakni kaos berlambang komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Lalu dengan cepat dia menutupnya sembari berkata bahwa anaknya sudah kerja di KPK ungkap Ruspandi dengan nada dan mimik wajah yang terkesan angkuh, beber Agus.

Bagaimana proses hukum atas dugaan pungli Kepsek Suripto, berita selengkapnya dapat dibaca di www.tipikornewsonline.com Informasi seputar berita korupsi. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan