Pjs. Gubernur Lampung, Didik Suprayitno Soroti Persoalan Kemiskinan dan Pengangguran

BANDAR LAMPUNG – Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Lampung, Didik Suprayitno menyoroti berbagai persoalan di Bandarlampung diantaranya masalah pengangguran dan kemiskinan.

Didik menyampaikan pentingnya memelihara dan memperkokoh keselarasan kebijakan pembangunan antar jenjang Pemerintahan. Salah satunya masalah pengangguran.

“Meskipun mengalami penurunan dari 8,51 persen pada tahun 2016 menjadi 8,1 tahun 2017, pengangguran masih merupakan yang tertinggi dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pengembangan (Musrenbang) tahun 2018 Kota Bandarlampung di Gedung Semergou, Kantor Walikota Bandarlampung pada Kamis (22/3).

Lebih lanjut dikatakan Didik, hal ini menjadi tantangan dalam pembangunan di Kota Bandarlampung disamping upaya untuk terus menekan angka kemiskinan yang sebesar 9,94 persen.

“Untuk itu saya berpesan agar penyusunan RKPD tahun 2019 benar-benar memperhatikan kondisi dan data makro serta memformulasikan program yang tepat dan memberikan daya ungkit yang kuat untuk menopang laju pembangunan,” kata Didik.

Didik menambahkan, Gubernur Lampung selaku wakil pemerintah pusat di daerah, wajib senantiasa mengingatkan dan memantapkan kembali cara pandang atau mindset dan pola tindak bersama.

Harus dipahami, bahwa untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan nasional, termasuk di dalamnya tujuan dan sasaran pembangunan Provinsi Lampung, diperlukan kontribusi dari Pemerintah Kota/Kota, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan.

“Koordinasi, sinergi, partisipasi dan kontribusi antar jenjang pemerintahan menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” jelasnya.

Masih dikatakan Didik, berkenaan dengan tantangan dan isu strategis pembangunan Provinsi Lampung dan beberapa indikatornya.

“Kota Bandarlampung berhasil menorehkan capaian yang membanggakan antara lain Pertumbuhan Ekonomi sebesar 6,43 persen pada tahun 2016 yang merupakan tertinggi dibandingkan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung., IPM Kota Bandarlampung sebesar 75,34 merupakan tertinggi tertinggi kedua setelah Kota Metro. (rls/Ist)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan