Pertama di Lampung, SMAN 1 Terbanggi Besar Selenggarakan Pendidikan Murah Berkualitas

LAMPUNG TENGAH- Mengingat masalah kemampuan biaya sekolah menjadi persoalan serius di dunia pendidikan. Bahkan boleh dikata, soal biaya bisa menjadi persoalan utama dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Sebab itu, pada Tahun Pelajaran 2017/2018 SMA Negeri 1 Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah pertama di Provinsi Lampung melakukan terobosan yang jarang berani dilakukan pihak sekolah yaitu mewujudkan pendidikan murah berkualitas dengan meringankan beban orang tua dari dana komite baik bagi siswa kelas X s.d kelas XII untuk biaya pendidikan hanya Rp2,1 Juta per siswa.

Ketua komite, Asep Rachmadin, SH. MH memberikan keterangan Pers kepada wartawan saat jumpa Pers di ruang rapat komite SMAN 1 Terbanggi Besar, Lamteng belum lama ini. Foto: adel

“Tahun ini dana komite kita sepakat untuk lebih ringan dari tahun sebelumnya. Tidak ada beda-beda, semua siswa sama. Supaya semua ringan baik kelas X sampai kelas XII per tahun hanya Rp.2,1 juta per siswa,” ujar ketua komite SMAN 1 Terbanggi Besar, Asep Rachmadin, SH. MH kepada wartawan saat menggelar jumpa Pers di ruang rapat komite sekolah setempat baru-baru ini.

Jumpa Pers- ketua komite, Asep Rachmadin, SH. MH saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan saat menggelar jumpa Pers di ruang rapat komite sekolah SMAN 1 Terbanggi Besar, Lampung Tengah belum lama ini. Foto: adel

Menurut Asep, sambungnya, hal ini dilakukan mengingat permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah biaya pendidikan yang mahal dan sangat mempengaruhi mutu pendidikan. Akibat biaya pendidikan yang mahal, membuat masyarakat di bawah garis kemiskinan tidak mampu membiayai sekolah anak-anak mereka.

Lebih lanjut dikatakan Asep Rachmadin, bersama Kepala Sekolah Stepanus Wasito, M. Pd beserta jajarannya dalam mewujudkan pendidikan murah berkualitas, tentu pihaknya akan terus mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Selain itu pihaknya juga melakukan kerjasama dengan masyarakat baik perorangan/organisasi/ dunia usaha/dunia industri serta pemerintah untuk bisa membantu sarpras sekolah ini.

“Diharapkan juga khususnya terhadap rekan Pers bisa turut serta dalam hal ini. Sehingga pihaknya bisa menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat,” tutup Asep. (Red)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan