Peningkatan Pendidikan Wajar 9 Tahun Menjadi Prioritas Utama Disdikbud Lambar

LAMPUNG BARAT — Program peningkatan mutu pendidikan wajib belajar (Wajar)  9 tahun, menjadi prioritas utama program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) pada tahun anggaran (TA) 2018.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Lambar khususnya di era kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus, melalui Disdikbud setempat mengalokasikan APBD 2018 di bidang pendidikan Rp. 35 Milyar untuk bantuan operasional sekolah (BOS) tingkat SD dan SMP.

Jumlah anggaran tersebut tentunya diperuntukan ke seluruh sekolah yang ada di 15 kecamatan se Kabupaten Lambar, yang disesuaikan dengan masing-masing jumlah peserta didik setiap sekolah.

Berdasarkan data dapodik tahun 2018 jumlah sekolah tingkat Dikdas Se Lambar memiliki SD Negeri 176 sekolah dan swasta 35 sekolah. Sedangkan SMP negeri sebanyak 46 sekolah dan Swasta 9 sekolah.

Dari jumlah keberadaan SD/ SMP  tersebut, Lambar memiliki jumlah peserta didik tingkat SD N/S sebanyak 30314 anak dan SMP N/S 10574 anak.

Kemudian, guna mendukung program diatas dimaksud supaya berjalan maksimal serta mengingat seluruh pegawai penyelenggara pendidikan Lambar berjumlah 223 orang di tingkat SD dan 197 orang di tingkat SMP, Pemkab Lambar juga menganggarkan biaya penyelenggaraan pendidikan merata (BPPM) Rp. 2,2 Milyar untuk Kebutuhan biaya belanja pegawai,  barang dan jasa penyelenggaraan pendidikan selama 1 tahun.

Selain itu, Pihak dinas terkait juga menyiapkan pengadaan pakaian seragam sekolah untuk 30314 peserta didik SD/MI Rp.  3,6 Milyar dan untuk 10574 peserta didik SMP/MTs dianggarkan Rp. 3,5 Milyar.

Menanggapi hal diatas, Kepala dinas dan Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat Bulki, S.Pd menyampaikan harapannya agar kedepan program bisa berjalan dengan baik.

“Saya sampaikan terima kasih atas pemberitaannya. Tentu kedepan saya berharap untuk agar program bisa berjalan dengan baik, dengan di dukung oleh rekan-rekan Pers,” ujarnya kepada Tipikor News.

Menurutnya, sambung Bulki, hal ini semua tentunya sangat penting dan harus dikedepankan untuk mencetak kader-kader dan SDM yang mapan dimasa akan datang. “Karena tanpa pendidikan daerah ini tidak akan maju dan berjalan, pungkasnya. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan