Pemprov Lampung Jaga Ketersediaan Bahan Pokok

BANDAR LAMPUNG – Pj. Sekdaprov Lampung Hamartoni Ahadis meminta jajarannya menjaga ketersediaan bahan pokok agar terjadi kelancaran pasokan dan distribusi terutama menghadapi Puasa dan Lebaran tahun 2018/1439 H.

Dengan ketersediaan bahan pokok tersebut diharapkan dapat mencegah kenaikan harga atau terjadinya kelangkaan bahan pokok di masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Hamartoni dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Harga dan Stock/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran Tahun 2018/1439H, di Ruang Rapat Bank IndonesiaPerwakilan Lampung, Rabu (18/4/2018).

Rakor dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI, Tjahya Widayanti, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung Budiharto Setyawan dan sejumlah pejabat di Lingkungan Pemprov Lampung.

“Ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bahan pokok dimaksudkan sebagai upaya meredam kenaikan harga atau mencegah terjadinya kelangkaan bahan pokok pada masyarakat.

Tepatnya pertengahan bulan Mei 2018, kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan dan dilanjutkan dengan Hari Raya Idul Fitri dimana bulan suci ini menjadi bulan yang sangat ditunggu tunggu dan sudah menjadi fenomena umum masyarakat lebih konsumtif dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Hamartoni.

Pj. Sekdaprov mengatakan dalam mengelola perekonomian, sangat penting diperhatikan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain mampu menekan inflasi serendah-rendahnya. “Selama tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung mencapai 5,17 %, tumbuh Iebih baik dari tahun 2016 sebesar 5,15 %,” katanya.

Hamartoni menjelaskan Provinsi Lampung merupakan produsen barang kebutuhan pokok masyarakat yang tidak saja memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung tapi juga kebutuhan Provinsi sekitarnya, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten dan DKI Jakarta.

“Barang kebutuhan pokok masyarakat yang produksinya berlebih/surplus adalah beras, gula pasir, minyak goreng dan ternak (sapi dan ayam potong), yang di distribusikan ke Provinsi tetangga diantaranya ke Jawa,” ujar Hamartoni.

Untuk menjaga agar inflasi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri terkendali yakni pada bulan Mei dan Juli 2018, Pemerintah dan seluruh pihak terkait menjaga ketersediaan Bahan pokok agar terjadi kelancaran pasokan dan distribusi.

Menurut Hamartoni, hal tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Pemerintah telah melakukan upaya-upaya seperti meningkatkan sinergi antar Instansi melalui monitoring harga dan pasokan, operasi pasar dan pasar murah. Lalu, menjamin ketersediaan pasokan terutama komoditas pangan utama untuk menjaga stabilitas harga di level konsumen dan produsen serta mengoptimalkan pasar penyeimbang,” ucapnya.

Pj. Sekdaprov berharap melalui Rakor tersebut, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung serta Pemerintah Kabupaten/Kota dapat secara intensif melakukan koordinasi dan sinergi mengantisipasi kenaikan harga dan keterjangkauan barang khususnya bahan pangan. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan