Pemprov Lampung Hadirkan Taman Gajah

BANDAR LAMPUNG — Penggunaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) akrab anak bernama Taman Gajah (Elephant Park) segera hadir di kawasan Enggal, Kota Bandar Lampung, Sabtu (10/2). Proyek pembangunan yang menghabiskan dana murni Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung sebesar Rp 12 miliar tersebut multiguna.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air Edarwan mengatakan, RTH Taman Gajah dan sekaligus RTH Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Wayhalim akan diresmikan gubernur pada Sabtu malam. RTH Taman Gajah sudah selesai pembangunannya. Pembangunan RTH Taman Gajah dibagi menjadi dua tahap.

“Tahap pertama, yang telah selesai dibangun ialah Taman Gajah, lapangan multifungsi, lapangan skateboard, dan mushala serta Taman Manula,” katanya, Selasa (6/2).

Menurut Edarwan, taman utama RTH tersebut diberi nama Taman Gajah. Sebab, Lampung dikenal dengan gajahnya. Selain itu, di lokasi tersebut dekat dengan Bundaran Tugu Gajah (Tugu Adipura). Untuk tahap pertama menurutnya, menggunakan APBD murni 2017 sebesar tujuh miliar rupiah. “Tahun 2018 ini kita anggarkan lagi Rp 5 miliar, ungkapnya.

Anggaran lima miliar rupiah tersebut, lanjut Edarwan, akan digunakannya untuk membangun kids park, yaitu ruang terbuka dan bermain anak-anak yang menyatu dengan alam. Kemudian, dibangun daycare dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilengkapi fasilitas bermain dan ruang edukasi untuk anak. Lalu, ada air mancur dan mini teater untuk mengakomodasi para pekerja seni sebagai ruang aktualisasi pertunjukan kesenian, dan arena pertunjukan air.

Pembangunan RTH ingin mengambil energi berlebih anak muda atau masyarakat untuk hal yang positif. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak masyarakat guna memanfaatkan RTH tersebut menjadi ruang publik yang memiliki aura positif.

Sedangkan pembangunan sarana dan prasarana yang dibangun di PKOR Wayhalim, juga menggunakan anggaran murni APBD tahun 2017. Saat ini pembangunannya telah menghabiskan dana sebesar Rp 30 miliar dengan melibatkan 14 rekanan.

Pembangunan yang dilakukan tahun lalu ini terdiri dari Gerbang PKOR, jogging track, penataan halaman plaza, Masjid PKOR, taman bermain skate park, kolam gajah dan food court, lapangan softball, MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang tersebar di sembilan unit, sarana persampahan seperti tong sampah (26 unit), bak sampah (dua unit), sarana penerangan rumah trafo dan genset.

Kemudian, tiang listrik (80 unit), rumah jaga empat unit (senilai Rp 800 juta), pembangunan taman bermain, sarana transportasi dan papan informasi, serta pembangunan atau peningkatan jalan lingkungan. Juga dibangun, drainase dan trotoar PKOR Wayhalim.

Adapun pembangunan revitalisasi kawasan dengan menggunakan anggaran perubahan tahun 2018 sebesar Rp 5,3 miliar, yaitu Masjid PKOR, gerbang PKOR Wayhalim dan sarana penerangan.  (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan