PAD Kota Metro Naik 7,89 Persen

Walikota Metro, A. Pairin. Foto: Istimewa

KOTA METRO – Walikota Metro Achmad Pairin  menyampaikan, nota keuangan atas Raperda tentang APBD perubahan Tahun 2017, merupakan tugas rutin dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta kegiatan pembangunan yang sedang berjalan.

“Dalam APBD Perubahan 2017, ditargetkan pendapatan daerah sebesar Rp. 884.023.093.429, kini mengalami kenaikan sebesar 7,89% atau sebesar Rp. 64.668.332.021. Jika dibandingkan dari sebelumnya, sebesar Rp. 819.354.761.408,” ujar Achmad Pairin.

“Sementara dari Pendapatan daerah dari PAD sebesar Rp. 129.434.381.599 dan Dana Perimbangan sebesar Rp. 674.063.936.443, sementara pendapatan lain-lain sebesar Rp. 80.534.748.387.

Komponen terbesar penyumbang kenaikan pada Pendapatan Asli Daerah adalah Pendapatan Pajak Penerangan Jalan, Retribusi Pelayanan Pasar dan Jasa Giro Kas Daerah,” jelas Pairin.

Lebih lanjutnya, Achmad Pairin memaparkan pada pos pendapatan mengalami penurunan. Sedangkan dari sisi belanja daerah tahun 2017, program yang menjadi prioritas Kepala Daerah di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial dan ekonomi kerakyatan yang tersebar di beberapa SKPD.

“Dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah, maka Pemerintah Kota Metro akan mengalokasikan anggaran belanja sebesar Rp. 936.125.766.877. Dari dana tersebut terdiri dari alokasi Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 382.741.591.244 dan Belanja Langsung sebesar Rp. 553.384.175.633 atau mengalami kenaikan sebesar 17,06 %,” ucap Pairin.

Tambahnya,  Achmad Pairin mengatakan bahwa didalam tahun anggaran 2017, akan digunakan untuk kebutuhan yang mendesak.

“Harapannya dari perubahan ini, akan menjadi titik awal pelaksanaan RPJMD Kota Metro tahun 2016-2021, yang telah mengalami kesepakatan bersama,” tutupnya. (Ist/Adv)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan