OKNUM PEJABAT BAPENDA LAMTIM DIDUGA KORUPSI BERJAMAAH

SUKADANA – MT, Oknum Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lampung Timur, disinyalir telah melakukan tindakan korupsi besar-besaran secara berjamaah pada realisasi puluhan kegiatan swakelola sehingga keuangan Negara berpotensi mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kasus dugaan korupsi berjamaah ini diungkapkan narasumber yang patut dipercaya saat dikonfirmasi Tipikor News, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan sumber, dugaan korupsi di Bapenda Lampung Timur ini tampak jelas bahwa pada realisasi APBD Tahun Anggaran 2017, khususnya pada 44 item kegiatan swakelola Bapenda dengan total pagu Rp. 12.290.000.000,- hampir disetiap anggaran item kegiatan tersebut terindikasi Mark-Up dan di korupsi oknum kadis bersama kroni-kroninya.

“Pada Tahun Anggaran 2017 pihak Bapenda Lamtim, diduga telah memperbanyak/ memperbesar mata anggaran (Mark-Up) pada rincian biaya pengadaan dan kegiatan swakelola tahun 2017,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, oknum Kaban ini diduga kuat telah mengarahkan jajarannya untuk mengalokasikan anggaran yang berlebihan, tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pihaknya diduga ingin mengedepankan kepentingan pribadi dengan mencari keuntungan untuk memperkaya diri dari pengelolaan keuangan yang diperuntukan untuk pelayanan masyarakat.

“Diduga penyimpangan ini terjadi mulai dari penyusunan anggaran pada belanja rutin terkesan membengkak/ memperbesar mata anggaran (Mark-Up), serta pengalokasian puluhan pos anggaran banyak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan,” beber sumber.

Sementara, Kepala Bapenda Lampung Timur, Muttaqim selaku pengguna anggaran menanggapi dugaan korupsi berjamaah ini mengatakan, bahwa masalah realisasi kegiatan swakelola 2017 pada instansinya saat ini sedang diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saya masih diperiksa oleh pihak BPK, nanti dulu biar saya selesaikan urusan ini dulu. Karena ini bukan laki-laki, melainkan tim BPK ini perempuan. Jadi agak sulit,” ujar Muttaqim saat dikonfirmasi melalui via-telepon, baru-baru ini.

Mau tahu rincian 44 kegiatan swakelola tersebut, baca berita selengkapnya edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan