Mr. Kim Warga Negara Taiwan Pengepul Getah Karet di Tanjung Ratu Diduga Langgar Izin dan Resahkan Warga

Ilustrasi

LAMPUNG TENGAH, Tipikornewsonline – Terkait banyaknya keluhan masyarakat, Mr. Kim warga negara Taiwan pengepul getah karet yang sudah sejak lama kurang lebih 3 tahun pengepul getah karet di Tanjung Ratu, kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah beroperasi lancar diduga telah melanggar izin dan meresahkan warga setempat.

Hal tersebut pasalnya, berdasarkan keluhan masyarakat kepada Tim Fored Lampung Tengah bahwa Mr. Kim selaku pemilik pengepul getah karet diduga telah sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

Berdasarkan informasi dari narasumber yang patut dipercaya, aroma dari aktivitas pengepul getah karet tersebut menimbulkan aroma yang tidak sedap. Masyarakat yang bertempat tinggal disekitar pengepul karet tersebut keberatan,” kata sumber yang tidak mau menyebut identitasnya kepada Tim Fored, belum lama ini.

Dari hasil informasi narasumber tersebut, Tim Fored Lamteng langsung turun kelapangan guna mengecek kebenaran informasi tersebut, ternyata setelah sampai di lokasi pengepul getah karet di Tanjung Ratu, Plang papan nama pengusaha itu tidak ada.

Saat ditemui Fored, para pekerja pengepul getah karet mengatakan, bahwa izin usaha mereka sudah ada dan cukup. Namun salah satu pihak Mr. Kim, yang diketahui mantan Kepala Kampung ini yang merupakan orang kepercayaan Mr. Kim tidak bisa menunjukkan untuk membuktikan bahwa surat-surat izin yang dikatakannya memang benar-benar sudah ada dan cukup sesuai UU yang berlaku.

Warga di Tanjung ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lamteng, Provinsi Lampung, mengeluhkan bau limbah pengolahan getah karet yang mencemari lingkungan sekitar diduga akibat lapak karet yang membuang limbah sembarangan.

Warga setempat, meminta kepada pihak terkait melalui tim Fored segera menindak atau melakukan penutupan lapak-lapak nakal yang membuang limbah pengolahan getah karet di Kecamatan Way Pengubuan.

Maraknya lapak (usaha pengolahan getah karet) diduga tak berizin itu menjadi salah satu pemicu tercemar bau udara yang tidak sedap.

Lapak karet Mr. Kim diduga ilegal, antara lain berada di Tanjung ratu, salah satu desa di Kecamatan Way Pengubuan yang ditengarai tidak memiliki izin dari instansi Pemkab Lamteng.

Selain menimbulkan bau tak sedap, lapak karet yang dibuka Mr. Kim di Kecamatan Way Pengubuan ini sebagian besar juga tidak memiliki kolam penampungan limbah, sehingga limbah karet tersebut membanjiri area lapak dan menimbulkan bau tak sedap.

Keberadaan lapak karet yang berdiri di desa di Kecamatan Way Pengubuan itu telah menjadi sorotan masyarakat desa setempat.

Atas adanya dugaan ini pihak Fored akan menindak lanjuti untuk melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Tengah tentang adanya pencemaran udara berupa bau busuk akibat dari limbah yang berceceran dari pengepul lapak getah karet Mr. Kim yang diduga tidak memiliki izin resmi itu.

Bagaimana sikap Pemkab khususnya pihak Dinas Lingkungan Hidup Lampung Tengah atas informasi ini, dapat dibaca berita selanjutnya di 21 media cetak dan online yang tergabung di Fored (Forum Redaksi) Media Lamteng, Lampung. (TIM)

UU No 23 tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

BAB IX: KETENTUAN PIDANA (Pasal 41)

  • Barang siapa yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
  • Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku tindak pidana diancam dengan pidana penjara paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Pasal 42

  • Barang siapa yang karena kealpaannya melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 3 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (seratus juta rupiah).
  • Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku tindak pidana diancam dengan pidana penjara paling lama 5 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Pasal 43

  • Barang siapa yang dengan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sengaja melepaskan atau membuang zat, energi, dan/atau komponen lain yang berbahaya atau beracun masuk di atas atau ke dalam tanah, ke dalam udara atau ke dalam air permukaan, melakukan impor, ekspor, memperdagangkan, mengangkut, menyimpan bahan tersebut, menjalankan instalasi yang berbahaya, padahal mengetahui atau sangat beralasan untuk menduga bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan umum atau nyawa orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 6 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
  • Diancam dengan pidana yang sama dengan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), barang siapa yang dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau menyembunyikan atau merusak informasi yang diperlukan dalam kaitannya dengan perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), padahal mengetahui atau sangat beralasan untuk menduga bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan umum atau nyawa orang lain.
  • Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku tindak pidana diancam dengan pidana penjara paling lama 9 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah).

Pasal 44

  • Barang siapa yang dengan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku, karena kealpaannya melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43, diancam dengan pidana penjara paling lama 3 Tahun dan denda paling banyak 000.000,00 (seratus juta rupiah).

Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku tindak pidana diancam dengan pidana penjara paling lama 5 Tahun dan denda paling banyak Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan