Membongkar Kejanggalan Program BMW, Anggaran PMTAS Tuba Rp 3,15 M Dikorupsi

MENGGALA – Jejak pencapaian 25 Program unggulan pro rakyat yang digaungkan Bupati kabupaten Tulang Bawang Hj. Winarti.,SE.,MH dengan jargon “Bergerak Melayani Warga” (BMW) di tahun 2019 ditemukan banyak kejanggalan.

Seperti salah satunya pada realisasi anggaran Pemberian Makanan Tambahan Untuk Anak Sekolah (PMTAS) berupa susu dan telur gratis bagi SD negeri dan swasta serta madrasah sebanyak 52.500 siswa se-Kabupaten Tulangbawang yang dianggarkan Rp 3.150.000.000,- terindikasi adanya dugaan mark-up dan korupsi.

Menurut Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Bidang Media dan Tehnologi Feri Gunawan mengatakan, pihaknya menemukan kejanggalan pada realisasi program pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah (PMTAS) untuk Siswa SD Rp 3.150.000.000,- (1.01.1.01.01.19.90 5.2.2.19.02).

Pasalnya, paket tender PMTAS milik Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang tersebut anggarannya terkesan berlebihan. “Dari jumlah 52.500 siswa SD negeri dan swasta serta madrasah se kabupaten Tulang Bawang penerima makanan tambahan berupa susu dan telur gratis tersebut terdapat adanya penggelembungan (Mark-up) jumlah siswa,” kata Feri saat dihubungi Tipikornewsonline, Selasa (13/10/2020) malam.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari berbagai sumber dan penelusuran tim J.P.K.P dilapangan, dari 15 kecamatan se kabupaten Tulang Bawang jumlah siswa SD negeri dan swasta tahun 2019 hanya sebanyak 46.180, dengan rincian Laki 24.055 dan Perempuan 22.125 (https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/pd/2/120500 dan http://disdik.tulangbawangkab.go.id/mod/data-peserta-didik).

“Pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur gratis bagi siswa SD Negeri dan swasta serta madrasah Sebanyak 52.500 siswa se kabupaten tulang bawang pada tahun 2019, seharusnya berdasarkan Dapodik Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Semester 2019/ 2020 genap, jumlah keseluruhan siswa SD negeri dan swasta se tuba 46.180, dengan rincian LK 24.055 dan PR 22.125. Kemudian, Siswa Madrasah (Mi) sebanyak 3.906 dengan rincian LK 2.013 dan PR 1.893,” urainya.

Namun, sambung Feri, pada paket tender tersebut pihak Dinas Pendidikan Tuba hanya mengalokasikan anggaran Rp 3.150.000.000 untuk siswa SD saja.

Menurutnya, oknum pejabat dinas terkait diduga telah menggelembungkan jumlah siswa sebanyak 6.320 anak. Dari hal itu terdapat selisih anggaran Rp 379.200.000,” pungkasnya.

Namun parahnya lagi, berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang patut dipercaya menjelaskan, bahwa realisasi PMTAS tahun 2019 di Tuba yang menelan anggaran sebanyak Rp 3,15 miliar itu hanya dilaksanakan 4 kali dalam 1 tahun dan setiap siswa menerima 3 kotak susu UHT 125 ml dan 2 telur.

Sehingga dari hasil hitung ulang kami, dari kisaran harga susu ultra milk UHT 125 ml 1 dus (40 pcs) Rp 100.000,- maka total keseluruhan susu UHT yang dibagikan pihak Dinas Pendidikan Tuba kepada 46.180 siswa SD kisaran 13.848 dus dengan total biaya Rp 1.384.800.000.

Kemudian, jika kisaran harga telur ayam per kilo (16 butir) Rp 24.000,- dan setiap siswa mendapat 8 butir telur selama 1 tahun, biaya yang dihabiskan untuk belanja telur sebesar Rp 554.160.000,-

Dari perhitungan ulang diatas dan anggaran yang tersedia untuk PMTAS Rp 3.150.000.000,- terdapat sisa anggaran yang merugikan uang daerah mencapai Rp 1.211.040.000.

Bagaimana tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, Nasaruddin.,S.H.,M.H terkait pemberitaan ini, tunggu edisi mendatang. (TIM)


0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan