MAHASISWA FISIP UNILA GELAR AKSI SIMPATIK PEDULI DEMOKRASI LAMPUNG

Bandar Lampung – Para Aktivis Mahasiswa FISIP Universitas Lampung menggelar aksi simpatik bertajuk mahasiswa peduli Pilgub Lampung, minggu (10/10) pagi tadi di Sepanjang jalur carfreeday tugu Adipura Bandar Lampung.

Kegiatan yang dinisiasi oleh puluhan aktivis mahasiswa ini menyoroti tiga elemen penting yang menyangkut berlangsung proses demokrasi. Adapun lembaga mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan ini diantaranya badan Eksekutif Mahasiswa,  Badan Legislatif Mahasiswa,  Lembaga Penerbiatan Mahasiswa Republica,  Lingkar Studi Sosial Politik Cendekia,  Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan dan HMI komisariat Sosial Politik Unila

Robi Julian Rusanda, Gubernur BEM FISIP unila sekaligus Koordinator Lapangan kegiatan mengatakan tiga elemen tersebut ialah Penyelenggara, Kontestan baik kandidat maupun partai politik pengusung serta masyarakat selaku pemilih.

“Untuk mewujudkan pesta demokrasi lokal yang sehat tentunya harus ada keterlibatan mahasiswa selaku elemen masyarakat yang peduli.  Aksi simpatik ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa FISIP dalam rangka menyambut pilkada serentak 2018 mendatang. Bicara demokrasi dalam hal ini kepemiluan tentunya elemen yang terlibat ialah Penyelenggara,  Kontestan dan Masyarakat selaku pemilih” Kata Robi.

Pria kelahiran Krui Pesisir Barat ini menambahkan bahwa aksi simpatik tersebut berangkat dari kegielisahan masyarakat yang membuat hati mereka terpanggil untuk berhimpun mengadakan kegiatan ini.

Saat ditanya kerumunan awak media kegilisahan apakah yang menjadi catatan mahasiswa melihat fenomena menjelang pilgub mendatang, dirinya mengatakan sejumlah catatan tersebut ialah tentang pemilihan gubernur Lampung tahun sebelumnya (2014) yang masih menyisakan cerita dan kegelisahan publik. Kemudian Cerita tentang politik uang, bagi-bagi sembako, mobilisasi pemilih, hingga rentannya integritas penyelenggaran pemilu baik penyelenggara (KPU) maupun Pengawas pemilu (Bawaslu).

“Catatan penting yang menjadi sebuah kegelisahan bersama ialah berbagai persoalan pilgub Lampung 2014 silam yang masih menyisakan cerita dan kegelisahan publik. Kemudian Cerita tentang politik uang, bagi-bagi sembako, mobilisasi pemilih, hingga rentannya integritas penyelenggaran pemilu baik penyelenggara (KPU) maupun Pengawas pemilu (Bawaslu). Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kedepan tidak terjadi lagi.  Saya fikir belajar dari pengalaman itu penting,  Karena pengalaman merupakan guru terbaik” Pungkas Gubernur Mahasiswa FISIP unila ini.

Disamping itu,  Lanjut Robi, Ke depan semua elemen kepemiluan baik (1) Penyelenggara Pemilu; (2) Kandidat; (3) Pemilih serta (4) para pemerhati atau pemantau pilgub mutlak berada pada level integritas tertinggi dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena masyarakat Lampung benar-benar membutuhkan terpilihnya pemimpin (gubernur) Lampung yang mampu bekerja untuk masyarakat.

Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Integritas juga menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip atau secara sederhana integritas mewakili sikap dan tindakan Jujur. Kejujuran merupakan bekal utama dalam konteks pemilihan gubernur Lampung mendatang.

Berdasarkan kajian-kajian kalangan aktivis mahasiswa khususnya mahasiswa FISIP Unila, Mereka merangkum berbagai fenomena pilgub Lampung yang mengemuka di masyarakat saat ini memunculkan keraguan publik, diantaranya;

Pertama, kompetisi elit dalam memperebutkan syarat formal dukungan pencalonan, terjadi cucuk cabut dukungan dikalangan partai politik dalam memberikan rekomendasi calon gubernur;

Kedua, terjadinya kampanye politik di masyarakat yang tidak mendidik, bakal calon gubernur melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan pendekatan yang pragmatis;

Ketiga, masih rentannya integritas penyelenggara pemilu di Provinsi Lampung. Khususnya Bawaslu, dimana anggotaBawaslu Provinsi Lampung saat ini memiliki rekam jejak yang sangat diragukan. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan