Rumah Sakit

Laporan Buat Kajari dan Kapolres Tanggamus, Mantan Direktur RSUD Kotaagung Diduga Fiktifkan SPJ Anggaran

 

“Pada tahun anggaran 2015, terdapat temuan LHP dari BPK Perwakilan Lampung berkisar Rp 460 Juta yang tidak ada SPJ nya dari kegiatan anggaran BLUD, sehingganya RSUD Kotaagung harus mengembalikan sebesar Rp 

KOTA AGUNG, tipikornewsonline – Berdasarkan laporan dan informasi dari narasumber yang patut dipercaya, diduga kuat mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Agung, Tanggumus, Dirhamsyah Rivai (DR) selama dirinya menjabat telah banyak merugikan uang negara. Seperti pada anggaran kegiatan BLUD Rp 460 Juta telah dikorupsinya secara berjamaah dengan mengfiktifkan SPJ anggaran. Dikatakan sumber, dirinya belum pernah melihat adanya seorang Direktur rumah sakit yang dengan terang-terangan berani melawan aturan dan melakukan tindakan korupsi khususnya dalam pembuatan SPJ kegiatan Fiktif kecuali yang dilakukan oleh direktur RSUD Kotaagung saat itu yang menjabat DR (Inisial). Menurutnya, banyak sudah temuan-temuan pemeriksaan baik yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Tanggamus pada tahun 2015 dan 2016 serta pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK Perwakilan Lampung, semuanya dapat diselesaikan dengan uang damai. “Hal ini membuat hati saya tergerak untuk menulis apa-apa yang saya ketahui terkait dengan tindakan korupsi yang dilakukan oleh direktur RSUD Kotaagung saat itu (DR). Melalui surat ini, saya akan menyampaikan beberapa kelicikan DR dalam melakukan tindakan yang melanggar hukum tersebut seperti, pada anggaran tahun 2015, terdapat temuan LHP dari BPK Perwakilan Lampung berkisar Rp 460 Juta yang tidak ada SPJ nya dari kegiatan anggaran BLUD, sehingganya RSUD Kotaagung harus mengembalikan sebesar Rp 460 juta tersebut,” terang sumber yang enggan menyebut namanya.

Logikanya, beber sumber ini, dari mana uang sebanyak itu didapat untuk mengembalikan temuan tersebut, sedangkan RSUD Kotaagung saat itu mengalami keruian/ defisit. “Dari Direkturkah? Bohong… jangankan jutaan rupiah, Rp 1,- saja yang namanya Dirhamsyah itu tidak pernah keluar uang pribadinya, dan kemana dibelanjakannya uang sebanyak 460 juta tersebut dari anggaran BLUD RSUD Kotaagung kalau tidak di korupsi secara berjamaah oleh Dirhamsyah bersama bendahara BLUD saat itu.”

Lebih jauh dikatakan sumber, masih pada tahun 2015, dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Tanggamus dinyatakan RSUD Kotaagung tidak terdapat temuan sehingganya anggaran tahun 2015 dapat ditutup dengan Nihil. “Padahal dari investigasi saya kepada mantan bendahara pengeluaran tahun 2015 (Devi ) serta bendahara pembantu kegiatan (Maya /Staf Farmasi) masih terdapat SPJ kegiatan perjalanan dinas yang belum dibayarkan atas nama seorang staf perencanaan berinisial Mr. F Rp 18.691.000,- dan ternyata sampai hari ini uang SPJ Perjalanan Dinas tersebut belum juga dibayarkan serta masih banyak lagi SPJ yang belum dibayarkan pada tahun 2015, jika ditotal sekitar 34 juta lebih. Bagaimana kelanjutan berita ini, keterangan narasumber yang patut dipercaya koran ini tentang perjalanan DR, mantan Direktur RSUD Kota Agung, Tanggamus ini pada Tahun 2016 yang diduga semasa dirinya menjabat telah banyak melakukan tindakan korupsi serta mau tahu komentar-komentar dari Kajari dan Kapolres setempat, dapat dibaca pada Surat Kabar Umum Tipikor News edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan