Lampung Tengah Mulai Terapkan “Full Day School”

GUNUNG SUGIH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah (Disdikbud Lamteng) sudah mulai terapkan sistem belajar mengajar dengan “Full Day School”.

 Program ini memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Namun, “Full Day School” ini bukan berarti para siswa belajar selama sehari penuh di sekolah.

“Dari 28 Kecamatan di Lampung Tengah, program “Full Day School” beberapa kecamatan sudah mulai berjalan. Dalam 1 minggu 5 hari sekolah, kegiatan belajar mengajar dilakukan mulai dari jam 7 pagi hingga jam 2 siang. Dan dari jam 2 sampai dengan jam 4 sore dijadwalkan untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa sesuai    dengan karakter mereka masing-masing,” kata Kepala Disdikbud Lamteng, Drs. A. Helmi, MM kepada tipikornewsonline.com diruang kerjanya, Gunung Sugih Jumat (4/8/2017).

Lebih lanjut dikatakan Helmi, sesuai dengan arahan Kemendikbud, kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi. Dua aspek pendidikan itu adalah pendidikan karakter dan pengetahuan umum.

Pada jenjang sekolah dasar (SD), siswa mendapatkan pendidikan karakter sebanyak 80 persen dan pengetahuan umum sebanyak 20 persen. Sementara itu, pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), pendidikan karakter bagi siswa terpenuhi sebanyak 60 persen dan pengetahuan umum sebanyak 40 persen.

Dipastikan bahwa memperkuat pendidikan karakter peserta didik menjadi rujukan dalam menentukan sistem belajar mengajar di sekolah. Program ini memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, jelasnya.

Helmi menambahkan, lingkungan sekolah harus memiliki suasana yang menyenangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran formal sampai dengan setengah hari, selanjutnya dapat diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler.

“Usai belajar setengah hari, hendaknya para peserta didik (siswa) tidak langsung pulang ke rumah, tetapi dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan dan membentuk karakter, kepribadian, serta mengembangkan potensi mereka,” ujar Kadis.

Dengan demikian, lanjut Helmi, para siswa dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan kegiatan kontraproduktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan sebagainya.

Lebih jauh dikatakannya, penerapan full day school juga dapat membantu orangtua dalam membimbing anak tanpa mengurangi hak anak. Setelah bekerja, para orangtua dapat menjemput buah hati mereka di sekolah.

Dengan sistem ini juga, orangtua tidak khawatir atas keamanan anak-anaknya karena mereka tetap berada di bawah bimbingan guru selama orangtuanya berada di tempat kerja.

“Peran orangtua juga tetap penting, di hari Sabtu dapat menjadi waktu keluarga, dengan begitu, komunikasi antara orangtua dan anak tetap terjaga dan ikatan emosional juga tetap terjaga,” kata Helmi.

Penulis Berita: Novri Yansyah

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan