KPK: Merangkai Simfoni Melawan Korupsi

Istimewa

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi resmi meluncurkan Laporan Tahunan KPK Tahun 2019, hari ini (27/7) melalui talkshow online yang dibuka oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

Laporan Tahunan KPK 2019 mengusung tema “Merangkai Simfoni Melawan Korupsi,” sebuah tema yang merangkum sinergi dan partisipasi. “Kedua kata ini sangat berarti bagi kami di KPK. Kami memiliki tugas untuk merangkai semuanya dalam sebuah simfoni, kerja besar orkestrasi pemberantasan korupsi,” kata Alex.

  • Berita Lainnya:

Peluncuran Laporan tahunan KPK Tahun 2019 dilakukan secara online mengingat situasi pandemi. “Biasanya peluncuran  dilakukan dengan mengundang stakeholder di  awal tahun, ini baru dilakukan di tengah tahun, namun bagaimanapun juga harus tetap kita sampaikan.”

Lebih lanjut Alex mengatakan, sebagai lembaga publik, sesuai dengan pasal 20 Undang-Undang KPK, KPK memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Presiden, DPR dan BPK.

Alex menyadari, betapa cintanya masyarakat kepada KPK, sehingga ekspektasi masyarakat kepada KPK sangat tinggi, namun KPK belum bisa sepenuhnya memberikan hasil kerja terbaik, sehingga Alex menerima kritikan dan masukan jika kerja KPK belum sesuai dengan  harapan masyarakat.

Acara Takshow “Merangkai Simfoni Melawan Korupsi” merupakan bagian dari kegiatan Launching Laporan Tahunan KPK Tahun 2019. Hadir 5 narasumber yaitu Pahala Nainggolan, Deputi Bidang Pencegahan KPK, Danang Widoyoko, Sekretaris Jenderal TII, Ferry Sofwan Arif, Inspektur Pemprov Jabar, Fitri MS, Komunitas Aparatur Muda, Retno Kristanti, Pengusaha dan Agen SPAK serta Febri Diansyah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, sebagai moderator.

Pahala menjelaskan, sudah banyak sinergi yang dilakukan Pencegahan KPK dengan pemerintah daerah, khususnya inspektorat sebagai perpanjangan tangan KPK didaerah. “Ini akan terus kita lakukan secara berkesinambungan, mengingat pencegahan korupsi merupakan bagian dari pemberantasan korupsi, ”kata Pahala.

Disisi lain Danang menjelaskan, KPK harus mengiringi transformasi mendorong perubahan yang lebih mendasar. Perubahan berupa perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya dan eksistensi KPK diperhitungkan. “Jangan sampai menjadi simfoni pengiring kematian KPK”, ujarnya.

Talkshow yang berlangsung live melalui Youtube KPK ini juga mengundang dua perempuan sebagai narasumber. Pegawai Kementerian Keuangan yang juga bergiat di Komunitas Aparatur Muda Fitri MS menyampaikan keinginannya agar KPK terus membuat program pencegahan tanpa pernah ada jeda. “Kami meyakini program pencegahan itu juga harus ada contohnya. Jika pimpinan lembaga memberikan contoh, tingkat keberhasilan program pencegahan korupsi di sebuah institusi akan lebih besar,” katanya.

Pengusaha perempuan yang juga agen Saya, Perempuan Antikorupsi (SPAK) Retno Kristanti menyampaikan keinginannya agar KPK melakukan kampanye pencegahan ke sektor swasta. “Kami ingin KPK bisa mendampingi pengusaha perempuan agar bisa belajar bagaimana praktik bisnis berintegritas,” katanya. Menurut Retno, sebagai agen SPAK dia mendapatkan pelatihan mengenai antikorupsi yang sangat menarik untuk memantik peran perempuan sebagai agen pencegahan korupsi. “Saya ingin ini bisa dilakukan dengan pemberian materi yang dibutuhkan di dunia usaha,” tambahnya.

Diakhir sesi, Febri Diansyah mengajak masyarakat terus mengawal KPK dalam pemberantasan korupsi, karena tugas pemberantasan korupsi ini adalah kerja bersama seluruh komponen bangsa ini. (**)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan