Kejati Lampung, Syafrudin, SH: Ada 14 Orang Terjerat Hukuman Mati

BANDAR LAMPUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyatakan, ada 14 orang yang terjerat hukuman mati di Provinsi Lampung.

Yang baru dan menghebohkan, adalah kasus pembunuhan anggota DPRD Kota Bandar Lampung M. Pansor, dengan terpidana Bripka Medi Andika, namnya masuk daftar orang yang terjerat hukum mati.

“Saat ini ada 14 orang yang terjerat hukuman mati, namun 3 orang yang perkaranya sudah incracht (mempunyai kekuatan hukum tetap) dan untuk 11 orang lainnya masih dalam proses upaya hukum,” ungkap Kepala Kejati Lampung, Syafrudin, SH, saat Press Gathering, di Kantor Kejati Lampung, belum lama ini.

Dikatakannya, kasus yang terjerat hukuman mati didominasi oleh kasus narkotika. Dari tiga orang yang perkaranya sudah incracht, dua orang merupakan terpidana narkotika.

Tiga orang yang masuk daftar hukuman mati yang sudah incracht, yaitu Leong Kim Ping alias Away (warga negara Malaysia), terjerat Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kemudian, Enrizal alias Buyung bin Sutan Maruh (WNI) terjerat Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya menjalani proses peradilan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan.

Kemudian yang terakhir, Waluyo alias YO bin Resosentono (WNI) terjerat pasal 365 (1) Ke- 1, 2, Ayat (3) dan Ayat (4) KUHP. menjalani proses peradilan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat. Ketiga orang tersebut saat ini masih menunggu petunjuk terkait pelaksanaan eksekusi. (rls/ist)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan