Kasian.. Bocah Penderita Gizi Buruk Terlantar di RSUD Sukadana

LAMPUNG TIMUR – Merasa tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pihak RSUD Sukadana, keluarga Pajri pasien bocah penderita gizi buruk ini merasa ditelantarkan oleh oknum pejabat Dinas kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur.

Pasalnya, dirumah sakit Pajri dibiarkan dan dilayani biasa saja. Bocah pendiri gizi buruk itu tidak di infus dan tidak diberi suntikan vitamin. Hanya diberi susu saja, namun Pajri enggan meminumnya karena susu tersebut berminyak.

Menurut keterangan Jumeno, Orang tua Pajri (Pasien Gizi Buruk) mengutarakan, karena belum memiliki kartu BPJS anaknya harus menjadi pasien umum. Untuk mendapatkan kartu BPJS saya harus mengeluarkan uang Rp. 700 ribu.”

Lebih lanjut dikatakannya, awalnya kami memang tidak mau untuk ke rumah sakit karena tidak mampu dengan biaya pengobatan Pajri. Namun, tepat hari Selasa tanggal 12 September 2017 kami di jemput paksa oleh pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur untuk di bawa ke RSUD Sukadana.

“Karena takut terjadi apa-apa dengan anak,  akhirnya saya mau mengikuti saran-saran dari pihak dinas tersebut, apalagi kedua instansi berjanji akan menjamin seluruh biaya kesehatan Pajri,” ujar Jumeno.

Semenjak keluarganya di RSUD Sukadana, sambungnya, sampai hari Sabtu (16/9) pelayanan rumah sakit tidak ada bahkan Jumeno mengatakan selama perawatan anaknya di RSUD Sukadana seperti hanya pindah tempat tidur saja.

Sehingga pukul 14.00 wib saat keluarga memutuskan untuk pulang, petugas kasir rumah sakit malah meminta titipan sebesar Rp. 600 Ribu karena harus menjadi pasien umum. Karna tidak mampu untuk melunasi kasir tersebut meminta hari Senin segera melunasinya, keluh Jumeno.

ANGGARAN UNTUK PENANGANAN GIZI BURUK TIDAK ADA?

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Lampung Timur, Hi. Mahmud Yunus membenarkan bawahannya saat itu telah menjemput bocah tersebut dan menyerahkan kepihak rumah sakit. “Selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit, mengingat anggaran untuk penanganan gizi buruk tidak ada,” jelas Kadis Sosial Lamtim kepada wartawan Tipikor News belum lama ini.

Sementara Direktur RSUD Sukadana saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ada pasien gizi buruk dari bawahannya sehingga terjadi mis-komunikasi, dan berjanji segera menindak- lanjuti kasus tersebut.

Bersama kita ketahui Bupati Chusnunia Chalim telah mengampanyekan untuk mengutamakan kasus gizi buruk di kabupaten Lampung Timur. Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Purnama Hidayah menyimpulkan, telah terjadi Kelalaian dan tidak adanya kordinasi yang baik antar dinas terkait dan RSUD Sukadana.

“Kedepan pihaknya berharap kasus ini tidak terjadi lagi, dan Kadis Sosial Lamtim, Hi. Mahmud Yunus  telah berjanji kepada LPAI akan menindaklanjuti kasus ini dan akan mengembalikan kerugian keluarga Pajri Aprianto,” ungkap Purnama. (Ariza Putra)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan