Hama Wereng Merupakan Hama Yang Paling Berbahaya

GUNUNG SUGIH – Kepala Dinas Pertanian dan TPH Lampung Tengah, Muliwan menyampaikan, dalam usaha dibidang budidaya tanaman padi, dalam budidaya tanaman padi kita mengenal banyak hama yang menyerang, hama yang menyerang mulai dari akar, batang, daun bahkan sampai hama yang menyerang pada jaringan-jaringan yang terdapat didalam tanaman padi, serangan hama pun tidak mengenal waktu, dari mulai sebar benih sampai pada waktu dimana tanaman padi akan dipanen.

Dari banyaknya hama yang menyerang tanaman padi dapat digolongkan menjadi beberapa jenis mulai jenis serangga, molusca, burung sampai pada jenis binatang pengerat.

Namun menurut Muliwan, hama wereng yang perlu diwaspadai dalam bidang budidaya tanaman padi. Pasalnya, Hama tersebut merupakan hama yang harus diwaspadai bagi para petani.

“Hama ini seringkali menyebabkan tanaman padi rusak fatal yang berakibat pada terjadinya gagal panen. Hama wereng terdiri dari dua jenis yakni hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) atau sering disebut dengan WBC dan hama wereng hijau (Nephotettix virescens),” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Muliwan, kedua jenis wereng ini sangat berbahaya. Cara pengendalian hama wereng yang efektif adalah dengan pola tanam yang serempak dan pengendalian dengan penyemprotan insektisida.

Selain itu untuk hama Penggerek Batang (Scirpophaga innotata), sambungnya, tidak terlalu berbahaya jika sudah menjadi kupu-kupu, hama ini menjadi sangat berbahaya bagi tanaman saat masih menjadi ulat, ia akan memakan atau mengerek dari pada batang tanaman padi sehingga batang untuk pengisian nutrisi malai padi terhenti karena batang padi tersebut telah patah.

Masih dikatakan Kadis Pertanian Lampung Tengah, selain dari pada hama-hama tersebut, juga ada beberapa hama lainnya seperti, Hama keong mas, Burung pipit (Lonchura punctulata), Tikus sawah (Rattus argentiventer), Tikus sawah, serta Hama lainnya seperti serangga dan ulat, tutup Muliwan. (red/adv)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan