Fokus Pada Pengelolaan Produksi Tanaman Sereallia, Kini Pertanian Lampura Menjadi Percontohan

LAMPUNG UTARA (TIPIKOR NEWS) – Berkat fokus pada pengelolaan produksi tanaman serelia pada tahun sebelumnya (2017), Pertanian Kabupaten Lampung Utara (Lampura) ditahun 2018 ini telah merasakan panen raya padi kini menjadi percontohan dalam upayanya menyerap gabah para petani.

 Melalui sosialisasikan sistem tanam padi jajar legowo merupakan menjadi salah satu langkah mensuskseskan kegiatan pengelolaan produksi tanaman sereallia.

 “Pihak dinas berharap petani dapat memproduksi lebih banyak beras.  Proses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan, apalagi mengingat tingginya semangat untuk dapat terus mempertahankan swasembada pangan,” hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara, Sofyan, SP. MM kepada Tipikor News diruang kerjanya, belum lama ini.

 Dijelaskannya, terlaksana kegiatan pengelolaan produksi tanaman sereallia lalu, pihaknya mendapatkan bantuan dari APBN. Diantaranya seperti, pengadaan bantuan dalam rangka gerakan tanam Padi Hibrida dengan penerapan jajar legowo untuk pengadaan benih padi hibrida Rp. 2.250.000.000,- serta Pengadaan Bantuan dalam rangka gerakan tanam padi Inbrida Provitas untuk pengadaan benih padi inbrida Rp. 810.000.000 yang dikerjakan dibulan May hingga August 2017.

 Selain itu, sambung Sofyan, seperti di kecamatan Abung Semuli memiliki lahan 458 hektar padi telah dan akan panen dalam waktu dekat. Untuk lahan padi yang akan panen saat ini dilakukan pada areal seluas 127 hektar, yang ditanami padi varietas Mapan 05, dengan produktivitas 10,9 ton per hektar dengan metode hitung cepat ubinan yang dilakukan oleh penyuluh bersama petugas dari BPS setempat pada satu petakan.

“Dilokasi lainnya seperti di Kecamatan Abung Semuli dengan hamparan 150 hektar yang rencananya akan dilakukan panen 4 (empat) hari kedepan. Lampung Utara dalam pencapaian produksi yang telah di ubin kebanyakan varietas dengan kisaran 6 – 8 ton dan untuk jenis varitas hibrida lebih dari 8 ton,” jelasnya.

 Sofyan menambahkan, jumlah lahan yang akan dipanen seluas 127 hektar, yang ditanami varietas Mapan 05 yang dimiliki Suyatman dari Kelompok Tani Sumber Rejeki. Jumlah kelompok tani berjumlah 23 kelompok dengan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Multi Tani Raya dengan ketua Abdul Aziz.

 “Masyarakat tani di Lampung Utara cukup mengembirakan berkaitan dengan hasil panen yang memuaskan, walaupun hambatannya hama penyakit yang ada lebih baik dari tahun kemarin,” pungkasnya.

 Sementara itu, selain bantuan dari pemerintah pusat,  Dinas Pertanian Lampura dialokasikan pemerintah daerah setempat mendapat bantuan 6 unit alat perontok padi (power thresher) Rp. 165.000.000 melalui APBD 2017. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan