DPRD LAMTENG AKAN CROSE CEK KEBENARAN LIMBAH PT. ANAK TUHA SAWIT MANDIRI

Para anggota DPRD Lampung Tengah saat menyambut aksi demo untuk menampung semua aspirasi masyarakat pihaknya mengajak untuk duduk satu meja diruang rapat gedung DPRD setempat, Gunung Sugih.


GUNUNG SUGIH– Pasca aksi demo yang dilakukan ratusan masyarakat Bumiratu Nuban beserta anggota lembaga swadaya masyarakat, terkait limbah pabrik sawit milik PT. Anak Tuha Sawit Mandiri, yang ada di Dusun VII, Kampung Bumi Arum, Kecamatan Bumiratu, DPRD Lampung Tengah akan crose cek kelapangan untuk memastikan kebenarannya.

Hal ini dilakukan dalam rangka menanggapi serta menampung aspirasi masyarakat. Wakil Ketua II DPRD Lamteng, Riagus Ria menegaskan segera menindaklanjuti pengaduan masyarakat Bumi Ratu Nuban.

“Persoalan ini menjadi prioritas DPRD Lamteng untuk diselesaikan. Kita akan crose cek kelapangan memastikan kebenarannya.‎ Kita tidak bisa mengambil kesimpulan dari laporan sepihak. Jika yang diadukan masyarakat itu benar, ya tidak menutup kemungkinan Pansus yang membidangi hal ini akan merekomendasin perusahaan tersebut ditutup,”tegasnya.‎

Aksi demo yang disambut baik para Legislator Lampung Tengah, untuk menampung semua aspirasi masyarakat pihaknya mengajak masyarakat untuk duduk satu meja mencari solusi dari permaslahan ini.

Riagus Ria menjelaskan, bahwa DPRD Lamteng hanya sebatas memberikan ‎rekomendasi saja. Dan penutupan sepenuhnya diberikan kepada pihak Eksekutif Pemkab Lamteng.‎ “Kami hanya bisa memberikan rekomendasi penutupan saja. Kalau nanti sudah sesuai segala aspeknya, pihak Eksukutif yang bisa menutup perusahaannya,” tandasnya.

Tampak pada saat ratusan warga Bumi Ratu Nuban yang ngeluruk ke kantor DPRD kabupaten Lamteng diterima langsung oleh, Wakil Ketua II DPRD, Riagus Ria, SE.MM beserta sejumlah anggota DPRD setempat beserta Sekretaris DPRD (Sekwan), Drs.Syamsi Roli, M.M.

Sekertaris DPRD Lamteng, Syamsi Roli sedang tanggapi aksi demo masyarakat. (Foto : Humas DPRD)

Diketahui aksi demontrasi ini terkait limbah pabrik sawit PT.Anak Tuha Mandiri (PT.asam) yang berada di Kecamatan Bumiratu Nuban di duga telah mencemari sumur warga dan sungai way andak yang terletak di sepanjang kampung Bumiratu Nuban sehingga air sungai berubah warna menjadi hitam dan mengakibatkan matinya ikan di air tersebut.

Selain itu juga limbah tersebut menimbulkan bau busuk yang menyengat bahkan rusaknya ekosistem aliran sungai serta dapat mengancam kesehatan warga/masyarakat kampung Bumiratu Nuban. Hal ini tentunya sudah jelas telah melanggar Undang-Undang RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pegolan lingkungan hidup.

 

Sementara itu, Ardian Syah selaku pimpinan PT. Asam, menanggapi dengan baik unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan masyarakat yang melakukan demontrasi. Selama ini pihaknya tidak pernah ada masalah dengan masyarakat maupun karyawan selama perusahaannya berdiri, pungkasnya.  (Adv)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan