DKP Lampung Gelar Bazar Pangan Murah di Lamsel

LAMPUNG SELATAN — Dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pemerintah Provinsi Lampung melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah yang salah satunya adalah Dinas Ketahanan Pangan mengadakan Gelaran Bazar Pangan Murah yang mengambil Tema “Dengan Bazar Pangan Murah Kita Tingkatkan Akses Pangan Masyarakat”.

Pemberian sembako murah kepada warga tidak mampu atau kurang mampu pada Bazar Pangan Murah di
Sukoharjo, Pringsewu (9/5). (Foto: Humas Pemprov Lampung).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Ir. Kusnardi, M.AGR., EC mengatakan, kegiatan kali ini mengambil tempat di Desa Jatimulyo Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan, hal ini mengingat bahwa daerah Jatimulyo ini merupakan daerah penyangga Kota Bandar Lampung yang pasti akan terkena/berdampak langsung dengan adanya perubahan pola konsumsi pangan masyarakat terutama pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Dimana perubahan pola konsumsi masyarakat ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, adanya keinginan rumah tangga untuk menyajikan menu khusus atau berbeda dari hari biasanya, adanya permintaan bahan pangan pokok keterkaitan dengan paket sembako menjelang idul fitri, Antisipasi kelangkaan bahan pokok setelah hari besar keagamaan nasional, Ketidaklancaran pasokan (distribusi) dan keterbatasan penyediaan di lapangan, dan Penambahan jumlah penduduk sementara dalam rangka pulang kampung (mudik),” katanya.

Menurut Ir. Kusnardi, M.AGR., EC,  seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan bahan pangan maka akan berbanding lurus dengan kenaikan harga, sedangkan kenaikan harga akan berbanding terbalik dengan kemampuan/daya beli masyarakat artinya dengan adanya kenaikan permintaah bahan pangan akan menyebabkan kenaikan harga yang akhirnya menyebabkan penurunan kemampuan/daya beli masyarakat.

“Pada gelaran pasar murah hari ini diperdagangkan bermacam- macam bahan pangan beserta komponen pendukungnya seperti Gas, minyak goreng dan lain sebagainya. Bahan pangan yang diperdagangkan secara garis besar dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu bahan pangan yang bersubsidi dan bahan pangan yang non subsidi,” urainya.

Selain itu juga, sambungnya, bahan pangan yang di subsidi akan ditebus oleh masyarakat sebesar Rp. 55.000,- yang terdiri atas : Telur 1 Kg, Gula pasir 1Kg, Bawang Merah 1 Kg, Minyak Goreng 1 Liter. Sedangkan bahan pangan dan komponen pendukung yang diperdagangkan dengan cara non subsidi tetapi harga yang ditawarkan tetap berada dibawah harga pasar, hal ini dikarenakan  bahan pangan dan komponen pendukungnya tersebut dijual langsung oleh distributor. Bahan pangan dan komponen pendukungnya yang non subsidi yaitu : Beras Rp.  8.000,-/Kg, Daging beku Rp. 80.000,-/Kg, Daging ayam Rp. 31.000,-/Kg, Telur ayam ras Rp. 22.000,-/Kg serta Produk dari Perum Bulog dan Indofood.

“Pemerintah Provinsi Lampung khususnya Dinas Ketahanan Pangan berharap dengan adanya kegiatan Bazar Pangan Murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu khusunya masyarakat Desa Jatimulyo Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Sehingga masyarakat tetap dapat memperingati/merayakan hari Raya Idul Fitri dengan bahan pangan yang berkwalitas, aman sehat dan bergizi,” pungkas Ir. Kusnardi, M. AGR., EC. (Rls)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan