Dinkes Lamteng Sosialisasikan STBM

RATOYO, SKM

LAMPUNG TENGAH – Bertujuan mengubah pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat, khususnya untuk merubah perilaku higenis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah saat ini fokus mensosialisasikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Hal tersebut diungkapkan Ratoyo, Kepala Bidang Kesmas mendampingi Kadis Kesehatan Lamteng, Hairul Azman, S,Kep.,M,Kep diruang kerjanya, Gunung Sugih, belum lama ini.

Menurut Ratoyo,untuk mencapainya, perlu strategi penyelenggaraan STBM fokus pada penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment), peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation), serta peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement).

“Program STBM memiliki lima pilar, di antaranya Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum/Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga,” jelasnya.

Masih dikatakan Ratoyo, program nasional STBM dikhususkan untuk skala rumah tangga, sehingga program ini adalah program yang berbasis masyarakat, dan tanpa memberikan subsidi sama sekali bagi rumah tangga.

STBM sebagai strategi nasional pembangunan sanitasi perdesaan telah berhasil meningkatkan akses sanitasi 47% penduduk perdesaan di tahun 2015 serta menurunkan jumlah penduduk perdesaan yang melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tiga kali lipat dari rata-rata 0,6% per tahun (2000-2008) menjadi 1,6% per tahun sepanjang 2008-2015.

Ditambahkannya, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menuntaskan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menetapkan tarcapainya akses universal 100% air minum, 0% pemukiman kumuh, dan 100% stop buang air besar sembarangan, pungkas Ratoyo. (adv/nov)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan