Dinas Sosial Lampung Sosialisasikan SLRT

Ida Yulisnawati

BANDAR LAMPUNG – Pembangunan bidang sosial bertujuan untuk terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat dari semua dan untuk semua yang mengandung arti bahwa pembangunan bidang kesejahteraan sosial yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah provinsi dan masyarakat ditujukan untuk mewujudkan suatu kondisi masyarakat yang semula dalam kategori penyandang masalah sosial menjadi berkesejahteraan dan berketahanan sosial. Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinsos Lampung Ida Yulisnawati (30/08/2017) di ruang kerjanya.

Ida menjelaskan bahwa berbagai upaya telah/sedang/akan dilakukan oleh Pemprov Lampung dalam upaya mengurangi kemiskinan. Harapannya adalah Agar seluruh masyarakat miskin terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melakukan fungsi sosialnya.

Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) pada Maret 2017 mencatat, angka kemiskinan di Provinsi Lampung mencapai 13,69 persen. Angka ini menurun dibandingkan kondisi semester sebelumnya (September 2016) sebesar 13,86 persen.

Jumlah penduduk miskin di Lampung pada Maret 2017 juga berkurang sebanyak 8,05 ribu jiwa menjadi 1,132 juta jiwa dibandingkan dengan penduduk miskin pada september 2016 sebanyak 1,140 juta jiwa.

Kemiskinan di pedesaan menjadi konsentrasi dimana mencapai 15,08 persen penduduknya berkategori miskin. Angka ini setara dengan 903,41 ribu jiwa.

Sedangkan di perkotaan penduduk miskinnya sebanyak 10.03 persen atau 228,32 ribu jiwa selama periode September 2016. Pada Maret 2017 di wilayah pedesaan mengalami penurunan baik persentase maupun jumlah penduduk miskin.

Penduduk miskinnya berkurang sekitar 8,93 ribu jiwa (1,25 persen). Namun, hal sebaliknya justru terjadi di daerah perkotaan dimana persentasenya berkurang (1,06 persen) . Namun, jumlah penduduk miskinnya bertambah sekitar 0,88 ribu jiwa.

Untuk dapat memberikan kepastian penduduk miskin tersebut siapa, dimana, dan 40 indikator lainnya Pemintah propinsi Lampung melalui Dinas Sosial mensosialisasikan Sistim Layana Rujukan Terpadu (SLRT). Data tersebut sangat penting untuk menentukan jenis program agar tidak salah sasaran. Katanya.

SLRT itu sendiri adalah sistim yg membantu masyarakat dan pemerintah Daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan (berdasarkan profil dalam basis Data Terpadu /BDT ) dan menghubungkan mereka dgn program -program pusat dan daerah ) yg paling sesuai dengan kebutuhan Mereka .

Disamping itu SLRT juga membantu mengidentifikasi keluhan – keluhan mas miskin dan rentan melalui rujukan dan memantau penanganan , keluhan dan memastikan keluhan -keluhan tersebut di tangani dgn baik .

Kemiskinaan bukan tanggung jawab pemerintah semata tetapi juga merupakan tanggung jawab
kita bersama. Tentunya sesuai dgn tanggung jawab yg berbeda antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah juga masyarakat baik perorangan maupun kelompok.
Kelembagaan SLRT Tingkat Daerah dgn mekanisme Koordinasi SLRT di tingkat Propinsi dilaksanakan melalui Tim Koordinadi Penanggulangan Kemiskinan ( hasil feripali melalui online akabin langsung ke Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK ) Tingkat Kabupaten /Kota. Pungkasnya (Ppid-Dinsos)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan