DIDUGA OKNUM PEJABAT KONGKALIKONG KURAS DANA PUBLIKASI

Ilustrasi

Anggaran swakelola untuk kemitraan dengan media cetak dan elektronik yang dikucurkan untuk belanja surat kabar/ majalah, belanja publikasi senilai Rp. 3,1 Miliar lebih di satuan kerja Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Provinsi Lampung diduga terkuras dikorupsi oknum pejabat setempat.

“Pasalnya menurut dari berbagai sumber, penggunaan anggaran tersebut tidak ada transparansi dan pemerataan, sehingga menjadi soalan serius bagi kalangan media.

Aroma busuk dugaan adanya ketidakberesan tercium mulai dari Rekayasa kegiatan, Mark up anggaran dan Kongkalikong sampai ke pemotongan publikasi Advertorial 20-50 persen.

Semua itu mengarah pada Tindak Pidana Korupsi dan merugikan negara. Menurut data yang diperoleh, APBD tahun 2016 Dishubkominfo Kota Metro mengalokasikan dana Rp3,1 Miliar untuk belanja surat kabar/ majalah, jasa publikasi, dekorasi dan dokumentasi.

Namun anehnya, dari anggaran sebesar itu para wartawan yang ada di Kota Metro khususnya dirasa kesulitan mendapatkannya, bahkan sekedar berlangganan koran/ media di dinas tersebut dirasa sulit. Apa lagi, untuk mendapatkan anggaran publikasi atas kegiatan di lingkungan Dishubkominfo baik Iklan Ucapan atau Advetorial.

Menurut sumber salah seoarang wartawan media yang tak disebutkan namanya mengatakan, tak tanggung-tanggung kisaran ratusan juta bahkan miliaran uang negara diduga kuat telah lenyap dikorupsi oknum pejabat dinas setempat secara berjamaah.

Diungkapkan sumber, disinyalir ada salah satu oknum pejabat Dishubkominfo Kota Metro, diduga orang yang memainkan peran utama melakukan “Kongkalikong” dengan sejumlah media-media tertentu, bahkan bisa jadi juga demi untuk menguras anggaran publikasi oknum pejabat tersebut memiliki beberapa media cetak siluman.

Dugaan tersebut diperkuat dengan berbagai data dan kajian yang dihimpun, mengenai upaya terencana untuk menyimpangkan anggaran belanja publikasi dan promosi di lingkungan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika yang mencapai Rp3,1 miliar.  Bagaimana kelanjutan berita ini selengkapnya, tunggu edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan