Diduga Insentif 591 Guru Ngaji di Tilep Oknum Pejabat Setdakab Lambar

LAMPUNG BARAT – Berdasarkan laporan evaluasi rencana aksi khususnya di bagian Kesra Setdakab Lampung Barat triwulan IV, tahun anggaran 2019 ditemukan banyak kejanggalan.

Menurut sumber mengungkapkan, kegiatan yang diketahui dilaksanakan oleh Kasubag Agama bagian Kesra Setdakab Lambar, Candra Paska ini seharusnya direalisasikan kepada 1360 guru ngaji, imam dan marbot penerima insentif, tapi kenyataan yang ada hanya direalisasikan 769 orang. Selisih 591 orang”, katanya kepada Tipikornewsonline, Senin (27/7) kemarin, di Bandar Lampung.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang tertib guna meningkatkan kerukunan antar Umat beragama, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat pada APBD 2019 lalu menganggarkan Rp8.897.653.000,- dengan realisasi Rp8.735.320.604,-

Dari besaran nilai anggaran tersebut melalui bagian kesejahteraan masyarakat (Kesra) Setdakab Lampung Barat melaksanakan program fasilitasi dan pembinaan kegiatan keagamaan dengan berbagai kegiatan. Misalnya seperti:

Pelaksanaan Penyebaran Syiar Agama dianggarkan Rp4,694,354,000,- terealisasi Rp4,673,071,000 (99.55 %), dengan indikator kinerja diantaranya, untuk Pelaksanaan yasinan malam Jumat 11 Kali, siraman rohani jumat pagi 22 kali, Pengajian Tahunan 2 kali, Pelaksanaan Peringatan hari Besar Islam 3 kali, Pengajian Di Kecamataan 15 kali, Penerima Insentif Guru Ngaji 816 orang, Insentif Imam 272 orang, Marbot 272 orang, Insentif Hafidz 30 orang, Pengajian Istigosah 2 kali, Pengajian Pekon 15 kali, dan Pengajian Safari Jumat 24 kali.

“Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut realisasinya tidak sesuai dengan jumlah penerima insentif tenaga keagamaan sebenarnya. Diduga oknum pejabat di Bagian Kesra Setdakab Lampung Barat inisial CP selaku penanggung jawab paket kegiatan tersebut kuat dugaan telah menggelapkan dana Insentif Guru ngaji, Imam dan Marbot sejumlah 591 orang,” urai sumber.

Menurutnya, pihak Bagian Kesra Setdakab Lambar (CP) diduga tidak merealisasikan jumlah penerima dana insentif Guru Ngaji tersebut sesuai dengan Evaluasi Rencana Aksi Triwulan IV Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2019.

“Penerima tenaga keagamaan saat itu sejumlah 1360 orang, namun yang diberikan insentif hanya 769 orang penerima tersebar di kecamatan Batubrak, Balikbukit, Suoh, Bandar Negeri Suoh, Belalau, Sukau, Batu Ketulis dan Lumbok Seminung,” ungkapnya.

Sesuai Perbup Lampung Barat nomor 40 tahun 2018, tentang standar biaya masukan TA 2019 sebagai batas tertinggi yang mengatur tentang honorarium/ insentif/ tenaga tehnis, tenaga keagamaan seperti Insentif imam Rp 1 juta/ ob x 272 orang. insentif khotif Rp 250 ribu/ ok, Insentif marbot Rp 1 juta/ ob x 272 orang, penceramah Rp 150 ribu/ oj, Rohaniawan Rp 150 ribu/ ok x 22 kali, dan petugas doa dalam kegiatan Rp 75/ ok.

Selain itu, pada tahun 2020 ini Pemkab Lampung Barat kembali menganggarkan kegiatan Penyebaran Syiar Agama Rp1.783.330.000,- dengan rincian: honorarium pejabat pembuat komitmen (PPK) Rp 600.000, Honor Pejabat Pengadaan barang /Jasa Rp 500.000, dan Honor Pejabat Penerima hasil Pekerjaan Rp 400.000, Bel Perjalanan Dinas Rp 21.380.000.

Sedangkan untuk Honor Tenaga Ahli/instruktur/Narsum Rp1.760.450.000,- dengan uraian: Insentif Marbot satu orang per pekon/ kelurahan dianggarkan selama setahun sebesar Rp244.800.000, insentif Guru Ngaji tiga orang per pekon Rp734.400.000, insentif Imam masjid satu orang per pekon/kelurahan Rp244.800.000. Setiap orang akan menerima insentif Rp150 ribu perbulan.

Kemudian, Rp536.450.000 diantaranya untuk: Pelaksanaan yasinan malam Jumat 11 kali, Pengajian Tahunan 2 kali, Peringatan hari Besar Islam 3 kali, Pengajian Di Kecamataan 25 kali dan Insentif Hafidz 10 orang.

Bagaimana Tanggapan Candra Paska selaku penanggung jawab kegiatan  milik bagian Kesra pemkab Lampung barat ini, tunggu berita selengkapnya edisi mendatang. (TIM)


0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan