BUSET! Pengelolaan Website Revolusi Mental Rp 1,7 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA – Website memang sangat dibutuh untuk sebuah lembaga. Agar bisa menjadi ajang sosialisasi visi dan misi, atau memperkenalkan program-program bagus ke masyarakat. Tapi, kalau anggaran untuk pengelola website tersebut dinilai mahal, bisa-bisa rakyat hanya goyang-goyang kepala daripada membaca isi website.

Misalnya, website bernama revolusi mental yang dikelola oleh Kementerian Koordinator yang dipimpin oleh Puan Maharani, mungkin wajar jika membuat rakyat geleng-geleng kepala. Karena anggaran untuk pengelolaan website Revolusi Mental (RM) ini sangat mahal. Selama 2 tahun saja, bisa sampai sebesar Rp1.760.000.000.

Seperti dilansir oleh Klikanggaran.com (2/9/2017), sepertinya tidak salah juga jika publik menilai, besaran anggaran miliaran hanya untuk pengelolaan sebuah website, adalah sebuah pemborosan yang menguras keuangan negara.

Untuk lebih rincinya, sesuai dengan data yang diterima Klikanggaran.com, anggaran untuk Pengelolaan RM di satuan kerja Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada tahun 2017 adalah sebesar Rp800.000.000.

Sedangkan tahun 2016 Satuan Kerja Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, punya anggaran sebesar Rp960.000.000 untuk proyek pengelolaan Website RM.

Anggaran untuk pengelolaan RM pada tahun 2017 bisa sampai sebesar Rp800.000.000 ini dinilai publik terlalu tinggi, mahal, dan tidak masuk akal, bila dibandingkan dengan lembaga negara yang lainnya. Lembaga negara seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan saja, alokasi anggaran website hanya sebesar Rp 150 juta. Atau Komisi Pemberantasan Korupsi, proyek untuk pengadaan pengelola website, alokasi anggarannya hanya sebesar Rp 180 juta.

Lantas, publik bertanya lagi, kenapa pengelola Website Revolusi Mental bisa mahal dan boros sekali??? Apa itu artinya, anggaran revolusi mental yang murah-murah itu harus direvolusi mentalnya? Agar jadi mahal-mahal juga ya, Bu Puan Maharani??? (Istimewa)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan