Budidaya Ikan Baung Salah Satu Keuntungan Yang Menjanjikan

LAMPUNG TENGAH – Budidaya Ikan baung pada kolam yang berisikan air tenang sudah lama kita kenal yang sudah banyak dilakukan oleh pembudidaya ikan Baung di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Perikanan Lampung Tengah, Ir. Kuswadi Suwardi disela-sela kesibukannya kepada wartawan diruang kerjanya, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakannya, memang budidaya ikan baung tidaklah sulit, karena sudah banyak orang Indonesia yang sukses budidaya ikan buang. Tapi perlu anda ketahui bahwa budidaya ikan baung memerlukan perlakuan khusus. “Budidaya ikan baung pada kolam air tenang terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pembudidaya ikan baung,” kata Kuswadi.

Langkah pertama, terangnya, yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan baung adalah memilih lokasi yang tepat untuk budidaya ikan baung. Penentuan lokasi pembuatan kolam budidaya ikan baut di kolam tanah air tenang tidak berbeda jauh dengan lokasi budidaya ikan jenis lainnya. “Tanah yang baik untuk budidaya ikan bangu adalah tanah yang berstruktur kuat, memiliki kemampuan untuk menahan air, tanah yang subur serta tidak berbatu-batu.”

Satu lagi, sambung Kuswadi, untuk syarat lokasi kolam tanah air tenang yang juga penting,  memiliki sumber air yang tidak mudah kekeringan sepanjang tahun saat musim kemarau. Selain itu, kolam ikan tersebut bebas dari pencemaran limbah dan bahan-bahan beracun agar budidaya ikan baung cepat meningkat dan terhindar dari berbagai penyakit yang memicu ikan baung mati.

Lebih jauh dikatakannya, selain itu, pembudidaya ikan baung harus mengerti dan memastikan sifat fisika maupun kimia air pada kolam ikan, salah satunya harus memastikan suhu air yang pas, untuk budidaya ikan baung sebaiknya memiliki suhu berkisar antara 26 – 30 0C , sedangkan untuk pH air yang baik sekitar antara 4-9 ppm. “Sedangkan untuk kandungan oksigen yang terlarut minimum  1 mg / liter dan optimal adalah 5 – 6 ppm, dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.”

Setelah mendapatkan lokasi yang ideal,langkah selanjutnya adalah menentukan konstruksi kolam yang pas dengan bentuk kolam sebaiknya berbentuk persegi panjang.  Dengan bentuk pematang trapezium dengan kemiringan 1 : 1, dan bagian atas pematang di tanami tumbuhan air untuk menghiindari erosi. Sedangkan tinggi pematang berkisar 1,5 – 2 m yang dapat dibuat tanah atau berupa tembok.

Setelah memperhatikan lokasi peletakan kolam ikan dan memperhatikan konstruksi kolam,kini saatnya pembudidaya ikan baung menyiapkan kolam untuk digunakan pembesaran ikan.  Sebelum digunakan untuk membesarkan ikan baung, kolam yang sudah disiapkan dikeringkan terlebih dahulu. Adapun manfaat dari pengeringan kolam bertujuan untuk membunuh bakteri jahat dari sisa pakan yang membusuk.

Setelah proses pengeringan dasar kolam ikan, selanjutnya yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan baung adalah proses pengapuran. Proses ini bertujuan untuk memberikan kapur agar menetralkan tingkat keasaman kolam. Dengan cara memberikan kapur CaCO3 dengan dosis 180 – 370 kg / ha / tahun agar bisa mengurangi keasaman tanah dan air kolam.

Setelah proses pengapuran, pembudidaya ikan baung harus melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik 1kg / M2 /periode atau pupuk anorganik 1 gram / M2 / periode bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme dan tanaman yang hidup didasar kolam sehingga bisa dijadikan sebagai pakan alami.

Setelah proses pemupukan selesai, langkah selanjutnya adalah pengisian air dengan kriteria tertentu , Tinggi air untuk budidaya ikan baung minmal  0,5 m dan debit air berkisar sekitar 10 – 15 liter/detik/ha. Sebelum diberi air,  pada pintu pemasukan air diberi saringan agar miminimalisir hama dan kotoran yang masuk padakolam ikan.

Langkah ke empat setelah proses persiapak kolam selesai adalah penebaran benih ikan baung, penebaran benih bisa dilakukan saat air sudah dibiarkan selama kurang lebih 1 bulan menggenang didalam kolam budiaya dengan kedalaman sebanyak 50 – 80 Cm.  untuk ukuran benih yang ditebarkan bisa berukuran 2 -3 gram dengan kepadatan tebar 60 – 100 ekor/ M2.

Untuk benih yang ditebarkan harusnya jangan asal benih, pasalnya tidak semua benih ikan itu sehat. Pada saat membeli benih ikan baung , seorang pembudidaya harus memilih benih yang berkualitas dengan beberapa kriteria, terlihat lincah, sehat serta rakus makannya. Kenapa harus memilih bibit yang berkualitas?  Karena dengan benih ikan yang berkualitas menjadikan proses pertumbuhan ikan baung berkembang dengan cepat.

Selanjutnya setelah memasukkan benih ikan ke dalam kolam, yang perlu diperhatikan untuk pembudidaya ikan baung adalah pemberian pakan yang pas. Frekuensi pemberian pakan yang baik 3 kali sehari di waktu pagi hari, sore hari, serta malam hari. Pakan yang baik dengan kandungan nutrisi protein 30% lemak 25% karbohidrat 10-25% pakan yang di berikan adalah pelet ikan jenis 781 -2 SP. (Red/adv)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan