Besok Akhir Masa Jabatan Bupati Mukhlis, Ada Warisan Untuk Lambar

LIWA – Mengakhiri masa baktinya di Kabupaten berjuluk Beguai Jejama Sai Betik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat. Drs. Hi. Mukhlis Basri, MM bersama Drs. Hi. Makmur Azhari selama sepuluh tahun memimpin Lampung Barat, sederet terobosan  pembangunan untuk mensejajarkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Lampung telah dilakukan.

Diawal kepemimpinan pemilik Jargon ” Aku Bangga Jadi Anak Petani ” itu harus menguras tenaga dan pikiran bersama  seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mencari solusi dari berbagai persoalan yang di hadapi Lampung Barat. Masalah utama adalah masih terisolirnya sejumlah kecamatan akibat susahnya jalur transportasi,  tingginya angka putus sekolah dan minimnya fasilitas kesehatan.

Kepiawaian Politisi PDI Perjuangan itu dalam memimpin birokrasi dan merangkul masyarakat menjadi kunci suksesnya pembangunan di Bumi Sekala Bkhak  yang diyakini menjadi  tanah leluhur dan cikal bakal masyarakat Lampung.

Hingga di detik-detik Akhir masa Jabatan, Mukhlis Basri masih menorehkan sejarah yang akan selalu dikenang, yakni peresmian pusat olahraga Stadion Bumi Sekala Bkhak pada Sabtu (9/12)

Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri. Foto: Istimewa

Persemian stadion  berkapasitas lebih dari 6.000 pengunjung itu turut di meriahkan empat pemain  tim nasional yaitu Taouluhu Abdul Musafri, Dedi Hartono, Purwaka Yudi dan Paolositanggang. Tak kalah menariknya kesebelasan sepak bola Lampung Sakti yang menjadi tim kebanggaan masyarakat Lampung ikut menjajal laga uji coba perdana melawan persatuan sepak bola Lampung Barat yang di perkuat pemain timnas.

Menururt Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, Pembangunan stadion yang berada di komplek islamic center kawasan sekuting terpadu kecamatan Balik bukit itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan harapan masyarakat lampung Barat yang telah lama mengininkan adanya pusat kegiatan olahraga.

Menurut Mukhlis, selama 10 tahun memimpin Lampung Barat, telah banyak upaya yang dilakukan, mulai dari pembangunan fasilitas Infrastruktur berupa jalan-jalan kabupaten, jalan lingkar kecamatan, jalan penguhung antarpekon hingga jalan menuju sentra perkebunan.

Hingga akhir masa jabatannya kondisi infratsruktur di Lampung Barat nyaris rampung dan hanya menyisakan 37 titik ruas jalan kabupaten yang masih dalam tahap pengerjaan.

“Meskipun APBD Lampung Barat terbatas namun pemerintah terus berupaya untuk membangun dengan mengedepankan sekala prioritas. Dulu masyarakat Suoh cukup terisolir, susah dinjangkau, sekrang jalan sudah bagus. Dulu Hasil bumi sulit di distribusikan dan biaya transportasi tinggi , tapi sekarang sudah lancar,” kata Mukhlis.

Mukhlis juga fokus pada penataan tata ruang, mulai dari pembangunan Kawasan Sekuting Terpadu (KST)  sebagai pusat kegiatan publik yang didukung fasilitas lain seperti GOR Aji Saka dan Stadion Bumi Sekala Bkhak ( SBSK) sebagai pusat kegiatan olahraga, Islamic center sebagai pusat keagamaan, dan kantor Balai latihan Kerja ( BLK) untuk medidi lahirnya tenaga terampil siap kerja.

Selain itu juga adanya sekolah menengah pertama ( SMP) Sekuting terpadu sebagai pusatbkegiatan pendidikan. Juga bidang pariwisata tak luput dari fokus kerja Mukhlis yang cukup memperhatikan pelestarian lingkungan  dan menjadikan alam sebagai bagian dari daerah tujuan wisata, dimana belum lama ini diresmikan pembanguna Kebun Raya Liwa ( KRL) yang di bangun bersama-sama antara Kementrian PUPR, LIPI dan Pemerintah Kabupaten dan telah memenuhi lima standar kebun raya, yaitu selain sebagai daerah tujuan wisata, penelitian, pendidikan, pusat konservasi dan jasa lingkungan.

Selain itu pembangunan rest area sebagai daerah peristirahatan, dibidang pengelolaan pemerintahan, Mukhlis juga telah memberikan contoh dan tauladan bagi penerus Lambar kedepan, dimana selama 10 tahun terakhir sederet prestasi dan penghargaan mulai dari tingkat provinai maupun Nasional diraih Lampung  Barat.

Mulai dari penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) dari BPK RI perwakilan Lampung selama tujuh tahun berturut-turut. Kemudian penghargaan Adipura selama 4 kali selama dkepemimpinanya.

Dalam bidang pendidikan dan kesehatan juga menorehkan prestasi lewat program Kesehatan masyarakat Gratis ( PKMB) masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan gratis di Rumah sakit umum alimuddin Umar Liwa. Program yang mulai dirintis sejak tahun 2012 yang terbukti membantu masyarakat  tersebut akhirnya di tiadakan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat memberlakukan program jaminan kesehatan nasional ( JKN). (Istimewa)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan