Anggaran Publikasi Rp 6,6 M Lahan Korupsi Oknum Pejabat Diskominfo Tuba?

MENGGALA – Asas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa belum melekat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Hal ini patut disesalkan, Sebab di satu pihak aparat pemerintah sering mengatakan telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menekan terjadinya kebocoran. Namun, pihak Dinas Kominfo Tulang Bawang,selama ini justru sistem pengelolaan keuangannya tidak berada di rel yang benar. Peluang terjadinya kebocoran, korupsi, melanggar hukum dan peraturan, kian terbuka lebar.

Seperti sejak 2 tahun terakhir ini, miliaran rupiah anggaran kerjasama dan publikasi dengan media massa di Kabupaten Tulangbawang disinyalir dikorupsi berjamaah oleh oknum pejabat Dinas Kominfo Tuba.

Banyak kalangan wartawan mengeluh terkait Kontrak kerja sama yang sudah ditandatangani, namun pembayarannya tidak jelas. Bahkan, pihaknya juga selalu berdalih anggaran kurang. Sehingga hubungan kontrak diputus sepihak oleh Diskominfo Tulang bawang.

Selain itu, modus oknum pejabat diskominfo tuba ini juga kerap berdalih menunda pembayaran. anggaran Kegiatan Publikasi dan Kemitraan Media Massa khususnya tahun 2020 ini sebanyak Rp 6.688.371.500 jadi ajang korupsi. Bagaimana tidak, anggaran digerogoti, pembayaran publikasi di media tak kunjung dibayar.

Sementara, menurut sumber lain juga mengatakan, anggaran miliaran yang dikelola di Dinas kominfo tuba selama ini tidak transparan. Kepala Dinas Dedi Palwadi selaku pengguna anggaran terkesan tidak tanggung jawab.

“Kalau ditanya soal anggaran mana mau mereka jawab. Sebab kalau sampai ada pihak lain tahu, kedok mafia anggaran yang bersarang di kantor dinas Kominfo Tuba bisa terbongkar,” ujar sumber bernada kesal.

Kemudian, berdasarkan data Jumlah keseluruhan Media Cetak seperti harian, mingguan, Online maupun Elektronik yang dirilis pada 26 oktober 2020 jumlah media yang terdaftar di dinas kominfo tuba keseluruhannya mencapai 224 media dengan rincian: 26 Media Cetak harian, 48 media cetak Mingguan, 136 media online serta 14 media elektronik.

Sedangkan untuk satuan biaya sebagai penawaran kerjasama publikasi, Berdasarkan Peraturan Bupati Tulang Bawang nomor 47 tahun 2020 tentang standar harga satuan.

Seperti diantaranya, besaran biaya media untuk publikasi di Radio sebesar Rp 500.000 pertayang. kemudian untuk media mingguan,dari Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 5.000.000 per cetak. lalu untuk media online Rp 500.000 per tayang.

Sedangkan untuk paket media harian nasional sebesar Rp 150.000.000 hingga Rp 250.000.000 pertahun dan untuk biaya publikasi di harian lokal skala besar, sedang dan kecil ful color Rp 4.000.000 sampai dengan Rp 20.000.000 per cetak.

Selain itu, pada media publikasi elektronik nasional untuk standar satuan biaya acara talk show Rp 20.000.000 per tayang, untuk advertorial atau liputan khusus Rp 15.000.000 pertayang,dan liputan berita sebesar Rp 8.000.000. Kemudian untuk streaming dengan durasi 1 – 5 menit Rp 4.000.000 dan 10 – 30 menit Rp 7.000.000.

Namun, sumber juga mengungkapkan, banyak Media yang terdaftar di Dinas Kominfo tuba hanya menjadi alat bagi oknum-oknum pejabat setempat menguras anggaran.

Bagaimana tanggapan kepala Dinas Kominfo Tulang Bawang Dedi Palwadi terkait dugaan korupsi APBD 2020 ini, berita selengkapnya tunggu edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan