Waspada Virus Carona, DPRD Lampung Kunjungi Pasien RSUDAM

BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melakukan peninjauan ruang isolasi untuk pasien yang terjangkit Virus Corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moelok, Senin (3/2).

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, mengatakan bahwa kunjungannya ke RSUD Abdul Moeloek ini lantaran maraknya isu Virus Corona di berbagai negara.

“Sengaja kita kunjungan ke sini karena pengin tahu juga antisipasi dari RS Abdul Moeloek masalah penyakit yang lagi booming itu Corona,” ujarnya kepada Lampung Geh.

Selain itu juga, pihaknya ingin mengetahui apakah ada masyarakat Lampung telah terjangkit virus yang diketahui berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

Berita Lainnya:

“Kita pengin tahu, apakah sudah ada pasien yang masuk tempat kita bagaimana mereka mengantisipasi kalau sampai yang ada (Corona),” jelas Yanuar.

Dalam kunjungan itu para anggota Komisi V ini mengecek langsung ruang isolasi yang berada di IGD dan ruang perawatan isolasi khusus.

“Ini kita lihat semua ruangan instalasi atau isolasi, alhamdulilah sampai saat ini tidak ada yang masuk atas penyakit Corona ke RS Abdul Moeloek,” terangnya.

Jika ada pasien yang diduga terjangkit Virus Corona akan dimasukkan ke ruang isolasi di IGD RSUD Abdul Moeloek, apabila sudah positif terjangkit akan dipindahkan ke ruang khusus perawatan isolasi.

“Mereka semua punya alat pendeteksi di IGD tadi sudah ditunjukkan, pemeriksaan awal akan dimasukkan ke situ, jika sudah dipastikan itu terjangkit barulah penempatan di ruang isolasi khusus,” papar dia.

Disinggung terkait salah satu mahasiswa asal Lampung yang menempuh kuliah di China telah pulang ke Indonesia beberapa hari lalu, Yanuar tengah menunggu kabar selanjutnya.

“Itu yang sedang kita tunggu kabarnya, itu salah satu referensi kita karena saya dengar di Lampung sudah ada yang terkena (Corona). Tapi sampai hari ini belum ada pembuktian secara medis, maka kami tunggu,” tandasnya.

Sementara itu Dokter RSUD Abdul Moeloek, Dr. PAD Dilangga, menuturkan jika sudah siap atas virus yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita memang sudah siap sebetulnya, kita punya ruang khusus pasien dengan virus. Dulu ada namanya flu burung, dan ruangan ini dipake sama untuk menangani virus Corona,” tuturnya.

“Jadi kita sudah antisipasi sejak awal, dan kita ada 2 pintu itu pintu IGD dan pintu rawat jalan. Di IGD kita sudah punya isolasi, tapi kalau pasien itu sudah ada kaitannya dengan China atau penderita itu tidak ke IGD tapi langsung ke ruang isolasi,” imbuhnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tim khusus untuk menangani virus ini, menurut Dr. Dilangga, tim itu terbentuk atas dasar SK Direktur RSUD Abdul Moeloek.

“Di isolasi ini kita punya 6 ruangan yang sudah standar WHO, tapi kita sebut sekarang standar nasional. Kita juga sudah ada SK direktur tentang penanganan tim untuk Corona ini,” jelas dia.

Pasien yang ditanyakan terjangkit Virus Corona akan diisolasi selama 14 hari, tetap jika tak kunjung sembuh pihaknya akan melanjutkan masa perawatan.

“Pokoknya sampai pasien sembuh dan dinyatakan negatif, kalau isolasi virus itu selama 14 hari,” tegasnya.

Untuk menangani kasus ini, RSUD Abdul Moeloek bekerjasama dengan Dinas Provinsi Lampung dan Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Abdul Moeloek ini kan sifatnya pasif. Jadi kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan KKP,” pungkas. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *