PT Vanesha Mandiri Utama dan PT. Milik Aleng Diduga Beroperasi Secara Ilegal

SINABANG, Kamis, 10-11-2019 |

Sangat terharu apa yang disaksikan awak media yang didampingi oleh ketua LPK Provinsi Rivi Hamdani saat menjumpai seorang petani di Kuala Makmur yang lagi membuat jalan yang hancur karena ulah Operasional Crusher dan AMP PT. Vanesha Mandiri Utama dan PT. Kepunyaan Aleng yang diduga beroperasi secara ilegal kurang lebih dua tahun belakangan ini.

Saat di tanyai media mengapa jalan nya rusak pak kepada seorang petani yang bernama Agusman ini akibatkan oleh Pabrik Aleng dan pak zainal tutur petani tersebut yang bernama Agusman.

Agusman, salah satu petani Kuala Makmur saat sedang memperbaiki jalan yang rusak akibat ulah Operasional Crusher dan AMP PT. Vanesha Mandiri Utama dan PT. Kepunyaan Aleng. Diduga beroperasi secara ilegal kurang lebih dua tahun.

Petani tersebut sangat berharap kepada pemerintah simeulue agar membuat jalan mereka supaya kami tidak kesulitan dalam beraktifitas sehari hari sebagai petani, tuturnya.

Saat media yang di dampingi oleh Ketua LPK Provinsi Aceh mau menjumpai pengawas PT. Kepunyaan Aleng tersebut Keburu hujan turun sangat lebat dan langdung menuju PT. Vanesta Mandiri Utama.

Selain jalan para petani yang rusak juga kondisi  hutan lindung tempat pengambilan material diduga yang merupakan hutan lindung untuk kebutuhan  Aspalt Mixing Plant PT. Vanesha Mandiri Utama  juga hancur.

“Kok jalannya sangat hancur padahal ini pabrik semua material ada di sini semua kok engak dibuat,” dan R menjawab, “Itu diluar wewenang saya  semua urusan pemimpin perusahan,” tuturnya.

Pekerja pabrik inisial R

Lebih lanjut R juga mengatakan, pabrik tersebut milik Irsadi. “Irsadinya  saat ini sedang diluar Simeulue cuma kalau pengawasnya ada dua orang, yaitu , Sulaiman dan pak Mursal,” jelasnya.

Adapun saat ini posisi Crushe dan AMP PT. Vanesha Mandiri Utama sedang dalam sengketa antara komisaris Ramlan Tanjung  dan salah satu Direkturnya bernama Teuku Irsadi. Tapi entah dasar dan kekuatan apa Crusher dan AMP sebelunya di segel kini bisa beroperasi bahkan di duga tampa izin operasional dari Pemerinta Kabupaten Simeulie

Jumat tanggal 08-11-2018 Ketua LPK Provinsi Aceh mendatangi Kantor LH Simeulue ketemu dengan pegawai inisial O  Ketua LPK Rivi  menanyakan soal izin Pabrik AMP yang ada di lokasi Kuala Makmur tersebut, dia menjawab, dulu ada masa di pegang oleh pak zainal husin tapi sekarang tidak ada tutur O.

Ketua LPK Provinsi Aceh Rivi Hamdani menegaskan kepada Seorang pegawai Lingkungan Hidup Simeulue “O” Agar semua Pabrik yang ada di Simeulue ini agar  secepatnya mengurus Izin Galian C dan AMP sesuai dengan UUD SK MENTERI Terbaru 2015 No 103 Tentang Peta Kawasan Hutan.

(RIVI MARDANI)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *