Oknum Kakam Sri Purnomo Lamteng Korupsi Ratusan Juta?

LAMPUNG TENGAH | Minimnya pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan program pemerintahan dan infrastruktur khususnya di Kampung Sri Purnomo kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah, diduga menjadi lahan korupsi oknum Kepala Kampung (Kakam) setempat.

Diketahui, Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Dana Kampung tahun 2019 di Kampung Sri Purnomo senilai Rp 945.107.971 dan ADK Rp497.937.248, diduga kuat kedua postur anggaran tersebut dikorupsi secara berjamaah, sehingga potensi kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Dugaan korupsi oknum Kades ini diantaranya seperti, penyalahgunaan dana bidang penyelenggaraan pemerintahan kampung sebesar 462.687.825 serta bidang pelaksanaan pembangunan 965.463.971, dengan rincian biaya diantaranya, untuk dana pemeliharaan balai kampung senilai 150 juta, pembangunan drainase 2, 3 dan 9 dengan ukuran 1900 meter dengan biaya 496.459.000 yang paling berpotensi merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Anggaran yang seharusnya digunakan untuk infrastruktur tersebut justru disinyalir dikorupsi para oknum aparat kampung,” beber sumber kepada wartawan belum lama ini.

Terpisah, menurut keterangan Ketua Bidang Investigasi LSM Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Kabupaten Lampung Tengah Bagian Barat Redho Faisal mengatakan, Dana desa dikampung Sri Purnomo diduga dikerjakan asal asalan sehingga sarat dengan KKN.

Redho mengungkapkan, bahwa pihaknya selama ini jika sudah turun kelapangan guna mengecek langsung pembangunan infrastruktur di desa Sri Purnomo pihaknya kerap menerima keluhan dari warga setempat atas buruknya kualitas dan kuantitas pekerjaan yang direalisasikan pihak kampung Sri Purnomo.

“Sebagian besar proyek dana desa tersebut dikerjakan asal jadi. Seperti pembangunan drainase 2, 3 dan 9 dengan ukuran 1900 meter dengan biaya 496.459.000 pengerjaannya tidak memenuhi standar baku dan penggunaan material bercampur dengan material yang berkualitas rendah,” ujarnya. Bagaimana tanggapan oknum Kakam Sri Purnomo serta pihak instansi terkait pemberitaan ini, tunggu edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *