Oknum Kadis Pertanian Tuba Korupsi Rp5,988 M?

MENGGALA – Oknum Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), Provinsi Lampung diduga korupsi anggaran 16 paket kegiatan swakelola pada tahun 2019 dengan total nilai pagu Rp5,988 miliar.

Diketahui, berdasarkan informasi dan data yang diperoleh Tipikornewsonline.net bahwa miliaran anggaran bersumber dari APBD tahun 2019 lalu realisasinya terkesan buruk dan banyak terjadi penyimpangan anggaran.

Pasalnya, anggaran belasan paket kegiatan swakelola tersebut memang sangat rentan korupsi. Soalnya anggarannya dikelola langsung oleh pihak dinas terkait.

“Semuanya telah diatur dan di komando Kepala Dinas (Kadis) untuk menjalin persekongkolan antara Kepala Dinas dengan kroni-kroninya sehingga mendapat keuntungan yang maksimal dari anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat Tulang Bawang,” ungkap sumber kepada Tipikornewsonline.net, Selasa (14/1/2020) kemarin.

Lebih lanjut sumber mengatakan, besaran biaya kegiatan dinas ini jika dicek keadaan yang sebenarnya sangat tidak masuk akal dan diduga kuat hal ini merupakan hanya modus tindakan korupsi berjamaah yang tentunya dapat merugikan negara.

Kemudian dari belasan paket kegiatan swakelola di dinas pertanian tuba ini, diduga untuk setiap paket kegiatannya disinyalir telah direkayasa oknum pejabat setempat. Untuk itu, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum setempat dapat mengusut dugaan korupsi berjamaah ini.

Menurutnya, banyak kegiatan swakelola tahun 2019 di dinas pertanian Tulang Bawang, realisasinya meragukan dan banyak yang tidak masuk akal. Berdasarkan analisa Tim redaksi Tipikor News dari 16 kegiatan paket swakelola di Dinas Pertanian Tulang Bawang yang menelan uang rakyat mencapai 5,988 Miliar diduga hanya akal-akalan oknum Kepala Dinas pertanian Tuba untuk menggerogoti uang negara agar bisa memperkaya diri.

Pasalnya, anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2019 itu ternyata dihabiskan hanya untuk keperluan internal bukan untuk kepentingan prioritas masyarakat. Berikut rinciannya:

Kegiatan Sewakelola Peningkatan Sarana dan Prasarana Infrastruktur Pertanian (DAK) 3.252.233.000.

Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran untuk keperluan Belanja Pegawai, Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya. Kemudian juga untuk Belanja BBM, Listrik, Surat Kabar dan Majalah, Belanja surat kawat/Faximili/Internet/Tv Kabel/Tv satelit, Belanja Jasa Publikasi, Belanja Pengurusan STNK, perjalanan dinas dalam daerah, luar daerah, Belanja Kursus-kursus singkat/ pelatihan dianggarkan 1.461.904.235 rupiah.

Kegiatan Paket Penyusunan Motode Informasi penyuluhan dan Sistem Latihan dan Kunjungan, Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah Rp 190.590.000.

Kegiatan Peningkatan Produksi dan Pendataan Potensi Pengembangan Tanaman Pangan, dengan Paket Swakelola Kegiatan Peningkatan Produksi dan Pendataan Potensi Pengembangan Tanaman Pangan: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Jasa Publikasi, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah, Belanja Transport Lokal/Uang Saku, Belanja Jasa Instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli (PNS) Rp. 181.679.400

Pelaksanaan Program IPDMIP (Integrated Participatory Development Management Of Irrigation Project) : Belanja Pegawai, Belanja Jasa Publikasi, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Jasa Instruktur/ Narasumber/ Tenaga Ahli (PNS) Rp. 141.600.000.

Kegiatan Pelatihan petani dan pelaku agribisnis : Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah, Belanja Jasa Instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli (PNS) Rp. 137.950.000

swakelola keg. optimalisasi program upsus siwab, hasil usaha peternakan dan pendataan ternak: Belanja Pegawai, Belanja Prangko, Matrai,dan benda pos lainya, belanja trasportasi/akomodasi, Belanja perjalanan dinas dalam daerah, Belanja perjalanan dinas Luar daerah, Belanja jasa instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli Rp. 136.000.000

Swakelola Kegiatan Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular (PHM) dan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS):  Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Rp. 76.245.500

Swaklola Kegiatan perencanaan monitoring dan Pelaporan program Pembangunan Pertanian dan perkebunan: Belanja Pegawai,Belanja Perangko,Materai dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/ Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah ,Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Rp 90.120.000

Sewakelola Kegiatan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Infrastruktur Pertanian (Pendukung Dak) : Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Matrai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah Rp 62.570.000

Optimalisasi sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan: Belanja Pegawai, Belanja Transport lokal/akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Rp 61.100.000

Swakelola Kegiatan Produksi dan Produktifitas Hortikultura : Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Rp 43.535.000

Peningkatan Produksi dan Produktifitas Tanaman Perkebunan: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Rp 40.500.000.

swakelola kegiatan peningkatan produksi usaha peternakan dan kualitas bahan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH): belanja pegawai,belanja prangko,matrai dan benda pos lainnya,belanja transportasi/akomodasi,belanja perjalanan dinas dalam daerah,perjalanan dinas luar daerah Rp 36.555.000.

Kemudian, sumber juga menambahkan, “Jika pencegahan korupsi khususnya di Dinas Pertanian Tuba dapat dilaksanakan secara dini dan secara bertahap, untuk dimasa mendatang secara tidak langsung pejabat terkait tentunya akan berhati-hati melakukan penyimpangan dalam menjalankan tugas dan mengelola APBD,” harapnya.

Bagaimana tanggapan Kepala Dinas Pertanian Tulang Bawang, Ir. Sumarno. M.P selaku penanggung jawab anggaran, serta pihak hukum setempat? Tunggu berita selengkapnya edisi mendatang. (TIM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *