Anggaran Pelayanan Adm di Setdakab Tuba Rp21 Miliar Dimark up?

MENGGALA – Mark up dan penyalahgunaan anggaran diduga menjadi modus korupsi di Sekretariat Daerah Kabupaten Tulang Bawang. Rendahnya integritas penyelenggara pemerintahan menjadi penyebab korupsi.

Diketahui, besarnya alokasi APBD 2019 lalu sebesar Rp60,361 miliar untuk 393 paket pengadaan barang dan jasa di Setdakab Tulang Bawang Provinsi Lampung. Banyak ditemukan anggaran janggal, salah satunya seperti Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 tahun dianggarkan sebanyak Rp21.052.251.575 dengan rincian:

Berita Lainnya

Belanja Swakelola Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp10.775.450.000, Swakelola Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran (Belanja Pegawai, Materai, Telepon, Listrik, BBM Genset, BBM, Perjalanan Dinas, Bimtek & Kursus dan Sewa Gedung) Rp10.053.401.575, dan Swakelola Kegiatan Pelayanan Administrasi Kepegawaian dan Kearsipan Lingkup Sekretariat Daerah (Belanja Pegawai, Materai, Perjalanan Dinas dan Kursus) Rp223.400.000.

Menanggapi hal ini, sumber Tipikor News mengatakan, bahwa merujuk pada Perpres 54 tahun 2010 diatur mengenai etika pengadaan dimana pada pasal 6 disebutkan, salah satunya adalah menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang dan jasa. Etika pengadaan tersebut menegaskan bahwa rekanan maupun pengelola pengadaan secara tegas dilarang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang dapat mengakibatkan pemborosan keuangan negara.

Namun, semua peristiwa tindak pidana pengadaan barang dan jasa di Setdakab Tuba hampir selalu mengakibatkan pemborosan. Praktek penggelembungan harga ini diawali dari penentuan HPS yang terlalu tinggi karena penawaran harga peserta lelang/seleksi tidak boleh melebihi HPS sebagaimana diatur pada pasal 66 Perepres 54 tahun 2010.

“Seharusnya, pihak Sekretariat dalam mengalokasikan anggaran program kegiatannya mengacu pada HPS. Karena dasar untuk menetapkan batas tertinggi penawaran yang sah untuk Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/ Jasa Lainnya dan Pengadaan Jasa Konsultansi yang menggunakan metode Pagu Anggaran. Penyusunan HPS dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. (TIM)

Hukum Diminta Segera Bertindak, Usut Mafia Anggaran di Setdakab Tuba

MENGGALA – Banyaknya kejanggalan pada APBD Pemkab Tulang Bawang (Tuba) sejak 2 sampai 3 tahun terakhir ini, khususnya ditahun 2019 pihak sekretariat merealisasikan 393 paket dengan menelan anggaran Rp60.361 miliar, diduga berawal dari penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang sarat dengan kepentingan percaloan proyek oleh sejumlah oknum pejabat daerah setempat bersama kroni kroninya.

Karena itu, pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Provinsi Lampung diminta segera melakukan tindakan pemberantasan Mafia Anggaran yang disinyalir bermain lewat salah satu pihak pejabat daerah setempat sebagai pintu masuk penyusunan khususnya APBD 2018, 2019 dan 2020.

Sejumlah pejabat daerah Kabupaten Tulang Bawang diduga melakukan pengaturan dan mark up anggaran pengadaan mengunakan dana APBD, yang melibatkan sejumlah pihak sebagai pendukung. Sehingga sangat diharapkan semua Mafia Anggaran itu harus dibongkar.

Berita Lainnya

Kemudian, adapun modus yang dilakukan Mafia Anggaran antara lain dengan cara memasuki pembahasan dana optimalisasi yang alokasinya diduga sarat akan praktek mafia anggaran yang sedang diatu- atur oleh salah satu pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pembahasan terhadap rancangan KUA serta rancangan PPAS dalam penyusunan anggaran.

Modus lain, mafia anggaran juga kerap menggandeng pengusaha dengan imbalan mendapat proyek di daerahnya. Caranya, persyaratan tender diatur agar hanya bisa dimenangi perusahaan milik pengusaha tersebut.

Permainan diatur melibatkan banyak pihak. Pengusaha memasukkan kepentingannya melalui tahap perencanaan. Disinilah perlu semacam sinergi dengan orang dalam di lembaga pemerintahan agar proyek itu masuk rencana prioritas.  Di sini, anggaran juga dibengkakkan. Ini perlu dilakukan untuk mengganti pengeluaran yang telah digelontorkan pengusaha guna memperoleh proyek melalui pintu belakang.

Diketahui, kejanggalan pada APBD 2019 dari 393 Paket pengadaan barang dan jasa yang menelan anggaran Rp60.361 miliar dengan rincian: 334 paket penyedia dengan jumlah pagu Rp24.909 miliar dan 59 paket kegiatan swakelola Rp35.451 miliar, terkesan banyak ditemukan duplikasi program disejumlah paket pengadaan dan kegiatan Setdakab Tuba pada APBD 2018 maupun pada APBD tahun 2020 ini. (Rincian terlampir)      

Diberitakan sebelumnya (21/1/2020), Bupati kabupaten Tulang Bawang Winarti diharapkan segera mengusut siapa mafia anggaran di sekretariat daerah kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Dimana,ada kejanggalan pada APBD Tahun 2020 yang berkaitan dengan alokasi anggaran di Sekdakab Tuba ditemukan, adanya duplikasi program kegiatan untuk sejumlah paket pengadaan yang ternyata sudah dianggarkan ditahun sebelumnya.

Misalnya, seperti salah satunya pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor kendaraan bermotor untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana aparatur.

Berikut rinciannya: APBD tahun 2020 ini dianggarkan pengadaan 180 unit motor bebek Rp. 3,364.200.000,- Pengadaan Kendaraan 3 Unit Mobil Minibus, 1 Unit Mobil Tamu dan 1 Unit Mobil Hilux Rp. 2.035.616.000, pengadaan 1 unit mobil jeep Rp. 672.050.000, dan Pengadaan 5 unit Kendaraan Bermotor Beroda Dua (Motor Bebek) Rp. 100 Juta.

Lalu sebelumnya, pada APBD 2019 pihak setdakab Tuba juga telah dianggarkan untuk Belanja Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Pihak Ketiga Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan spesifikasi pekerjaan Motor Metic, Motor Bebek dan Motor Besar dengan nilai pagu Rp2.978.500.000, Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor 4 Unit Rp. 1.525.000.000, Pengadaan Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan 1 unit Rp700 Juta, Pengadaan Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan 9 unit (Mobil Jeep, Innova Type V, Innova Type G Pull Tamu Sekretariat) Rp. 3,4 Miliar, 5 Unit Motor Trail Rp. 175 Juta, dan 5 unit motor Beber Rp. 89 Juta. Selanjutnya, di APBD 2018 Setdakab Tuba juga menganggarkan Pengadaan Alat-Alat Angkutan Darat Bermotor 6 unit (Mobil Jeep, Minibus, Pick Up dan Double Cabin) Rp. 2.550.000.000, dan 2 Unit Motor Bebek Rp. 40 Juta.

“Bupati Winarti diharapkan dapat segera tanggap terhadap kelompok kekuatan jahat yang ingin merusak pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang. hal Ini akan berdampak buruk bagi pembangunan “Sai Bumi Nengah Nyappur” jika masih di obok-obok oleh mafia anggaran tersebut,” kata Joko Waluyo, Ketua Lembaga pemantau investigasi tipikor provinsi lampung saat berkunjung ke kantor redaksi tipikornews grup, senin 20 januari 2020 di Bandar Lampung.

Lebih lanjut joko mengatakan,dirinya berharap agar seluruh warga di tulang bawang untuk terlibat aktif mengawasi bentuk kejahatan yang akan merugikan bagi pembangunan daerahnya.

“Praktik mafia anggaran banyak kedok dan modus yang diperankan oleh para makelar anggaran ini. Mereka pasti tidak mau kehilangan jatah dari kebiasaan yang sudah lama mengakar,” bebernya.

Sehingga, sambung Joko, kita harus hati hati dan teliti serta masyarakat harus diberikan akses untuk mengontrol karena sering sekali masyarakat terbatas informasi atau data tentang hal ini.

“Untuk itu, diharapkan praktik calo mafia anggaran ini harus mampu dituntaskan melalui alat penegakan hukum dan budaya penegakan hukum yang bersih dan tegas,” pungkasnya.

Sementara, menanggapi pemberitaan ini selaku pengguna anggaran, Sekdakab Tulang Bawang, Ir. Anthoni, M.M, hanya menyarankan kepada wartawan untuk kordinasi dengan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab setempat.

Ia mengatakan, “Kordinasi saja dengan kabag umum dan perlengkapan biar jelas bung infonya,” elaknya saat ditanya Wartawan, Sabtu (20/1/2020) kemarin. (red)

Polres Tuba Gelar Kegiatan Wellcome And Farewell Parade

TUBA – Polres Tulang Bawang dan jajarannya menggelar rangkaian kegiatan Wellcome and Farewell Parade, hari Kamis (20/02/2020), sekira pukul 16.38 WIB, yang dilaksanakan di halaman Mapolres setempat.

Kegiatan diawali dengan penyambutan pejabat baru Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK beserta ibu di depan pintu gerbang Mapolres. Disana mereka telah dinanti oleh dua pasang pocil (polisi cilik) yang akan mengalungkan kain tapis untuk Kapolres dan memberikan buket bunga untuk ibu.

Selanjutnya, regu Satuan Sabhara (Satsabhara) melakukan jarmat (jajar hormat) kepada AKBP Andy Siswantoro, SIK yang mengatakan situasi Mapolres dalam keadaan kondusif.

Berita Lainnya

Kapolres beserta ibu kemudian disambut dengan tari sembah dan tradisi pedang pora oleh regu Pama (perwira pertama) polres dan dilanjutkan dengan salam-salaman dengan seluruh personel sampai di depan gedung utama.

Di dalam gedung utama, pejabat lama AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH dengan pejabat baru AKBP Andy Siswantoro, SIK melakukan penandatangan memori serah terima yang telah disiapkan, lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan apel bersama dengan seluruh personel Polres dan Polsek di halaman apel.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK pada kesempatan tersebut mengatakan ucapan terima kasih atas penyambutan yang luar biasa untuk dirinya.

“Saya sangat berkesan sekali atas penyambutan ini, mudah-mudahan ini menjadi awal yang sangat baik untuk kita semua di dalam memajukan organisasi Polri yang kita cintai ini. Mohon dukungan dan kerjasamanya, pada prinsipnya kita bekerja itu berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” ujar AKBP Andy.

Ditempat yang sama, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya kepada seluruh personel selama 1,2 tahun menjabat di Polres Tulang Bawang.

“Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya selama ini, mudah-mudahan kami dapat lebih amanah di dalam melaksanakan tugas di tempat yang baru nantinya sebagai Wakil Direktur (Wadir) Krimsus (Kriminal Khusus) Polda Kaltim (Kalimatan Timur) dan saya juga meminta maaf apabila selama berdinas disini ada kata-kata atau perbuatan yang tanpa disadari telah membuat rekan-rekan tersinggung atau sakit hati,” ujar AKBP Syaiful.

Kepada pejabat baru, saya titipkan program-program inovatif yang telah dilaksanakan guna mendukung Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Usai pelaksanaan apel, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH memaparkan situasi dan kondisi di wilayah hukum Polres Tulang Bawang kepada AKBP Andy Siswantor, SIK, di Rupattama Wira Satya yang diikuti oleh PJU Polres dan Kapolsek jajaran.

Diakhir rangkaian kegiatan, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH beserta ibu dihantarkan dengan tradisi pedang pora oleh regu Pama (perwira pertama) polres, lalu bersalam-salaman dengan seluruh personel sampai menuju keluar pintu gerbang Mapolres Tulang Bawang.(*)

Ditlantas Polda Lampung Asistensi Kampung Tertib Lalu Lintas Milik Satlantas Polres Tulang Bawang, Berikut Kegiatannya

TULANG BAWANG | Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung melakukan Asistensi Program Kampung Tertib Lalu Lintas yang telah dicanangkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulang Bawang.

Kasat Lantas Iptu Ipran, SH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, kegiatan asistensi tersebut dilaksanakan hari Rabu (19/02/2020), sekira pukul 13.00 WIB, di Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

“Tim asistensi yang datang sebanyak empat personel, mereka adalah Kompol Sakimin, SH, Kompol Suseno, YS, SH, Aipda Abas Subekti dan Bripka Bambang Aditya Irawan,” ujar Iptu Ipran, Kamis (20/02/2020).

Lanjutnya, adapun jenis kegiatan yang berlangsung selama tim asistensi berada di Kampung Tertib Lalu Lintas yaitu :

Pertama, melakukan pengecekan dan pengarahan di Kampung Tertib Lalu Lintas.

Kedua, penandatanganan deklarasi masyarakat Kampung Tertib Lalu Lintas.

Ketiga, testimoni masyarakat Kampung Tertib Lalu Lintas.

Keempat, pengarahan dari tim asistensi kepada instansi terkait, perangkat kampung dan masyarakat Kampung Tertib Lalu Lintas.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, perwakilan Dinas PU, perwakilan Jasa Raharja, perwakilan Dinas Perhubungan, perwakilan Sat Pol PP Kabupaten Tulang Bawang, Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya, perangkat kampung, 20 personel Satlantas Polres, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kampung Tri Tunggal Jaya.(*)

Danrem 043 Gatam Lakukan Kunjungan ke Kodim 0426 Tulang Bawang

TULANGBAWANG — Komandan Korem 043/ Gatam Propinsi Lampung Kolonel Inf Taufiq Hanafi, melakukan kunjungan ke Kodim 0426 Tulang Bawang, dan memberikan pengarahan kepada prajurit dan PNS dilingkup Kodim 0426, yang digelar dihalaman Kodim 0426, Rabu (19/2/2020)pagi.

Dalam pertemuan tersebut, selain Danrem 043 Kolonel Inf Taufiq Hanafi, turut hadir Kepala Seksi Operasi Korem 043 Letkol Inf Erwin, Perwira Seksi Intelijen Korem 043 Mayor Inf Fajar, Perwira Penerangan Korem 043 Kapten Inf Makruf, Dandim 0426 Letkol Inf Kohir, Danramil Jajaran Kodim 0426, Perwiara Staf Kodim 0426, Para Babinsa Sekabupaten Tulang Bawang dan Mesuji.

Berita Lainnya

Dalam sambutanya, Danrem 043 Gatam Propinsi Lampung, Kolonel Inf Taufiq Hanafi, menyampaikan, bahwa dengan menjadi anggota tentara dan bertugas di Kodim 0426 Tulang Bawang, harus bangga dengan seragam yang dikenakan, karena seragam ini amanah dari rakyat.

”Siapa yang akan membanggakan diri kita, kalau bukan kita sendiri yang harus tetap bangga dengan korp yang kita miliki, kita harus menjadi contoh yang baik untuk masyarakat, kalau bukan kita siapa lagi yang menjadi tauladan bagi mereka, karena kita ini pelindung rakyat, bukannya menjadi propokatar untuk rakyat,” ujar Danrem.

Danrem Kolonel Inf Taufiq Hanafi juga mengigatkan, kepada seluruh Banbisa Kodim 0426 Tulang Bawang, agar tetap menjaga keharmonisan keluarga, walaupun tugas jauh dari rumah, komunikasi harus tetap di jaga, agar terhindar dari segala bentuk permasalahan keluarga.

Lanjut Danrem, kita semua harus menjaga kesehatan, dengan berolah raga, sesuaikan dengan kondisi dan tempat ditugaskan, karena kondisi umur sudah tidak muda lagi, dan juga setiap Babinsa bertugas lansung di beberapa kampung.

”Seorang prajurit harus menjaga setamina selalu, baik berolaraga dengan berjalan kaki, mengunakan sepeda, atau dengan meraton bersama anggota yang lain, kita mengharapkan kedepannya, dapat melihat anak sukses dan dapat menimang cucu, untuk itu, harus selalu menjaga kesehatan, pola makan harus dijaga, jangan asal kenyang, tidur jangan terlalu malam, kecuali yang menjalankan tugas kedinasan,”pesan Danrem.

Selain itu, Danrem 043 Gatam Lampung, Kolonel Inf Taufiq Hanafi mengabsen seluruh anggota Kodim 0426, sesuai dengan jabatannya masing-masing, dengan memberi nasehat kepada semua anggota Kodim 0426, bagaiman bekerja dengan cepat dan tidak menyalahi aturan yang ada.

”Saya berharap kita semua dapat menjalankan tugas kita dengan baik, jangan kita menjadi bagian dari masalah, bagaimana setiap tugas kita dapat dengan cepat diselesaikan, baik administrasi dikantor, atau tugas anggota Kodim dilapangan,” harap Danrem. (M. Andryan)

Subdenpom Persiapan Tulang Bawang Laksanakan Sidak ke Markas Kodim 0426/TB

TULANG BAWANG | Subden Polisi Militer Persiapan Tulang Bawang melaksanakan inpeksi mendadak kelengkapan administrasi personil berkendaraan kepada anggota Kodim 0426 di Markas Kodim 0426 Jl. Lintas Timur KM 113 Menggala- Tulang Bawang, Rabu (19/02/2020)

Inspeksi mendadak dipimpin langsung oleh Komandan Sub Detasemen Polisi Militer Persiapan Tulang Bawang Kapten Cpm. Edi Widodo.

Kepada awak media saat dikonfirmasi Kapten Cpm
Edi Widodo menjelaskan, bahwa sebelum melaksanakan kegiatan inpeksi yang dilaksanakam hari ini (19/02) dirinya sudah berkoodinasi dengan Komandan Kodim 0426/TB Letkol Inf Kohir.


Lanjut Kapten Edi, kegiatan inspeksi mendadak yang dilakukan sebagai usaha preventif dan meminimalisir pelanggaran-pelanggaran anggota TNI- AD khususnya anggota Kodim 0426/TB dalam berlalu lintas di jalan raya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0426/TB Letkol Inf Kohir menuturkan, kegiatan inspeksi mendadak yang dilaksanakan, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dari seluruh anggota Kodim 0426, bahwa kelengkapan administrasi personil dalam berkendaraan sangat penting dan wajib dimiliki.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat meminimalisir pelanggaran berlalulintas, bahkan ‘NOL’ pelanggaran, pungkas Dandim,” harapnya. (M. Andryan)

MANTAP! Diskominfo Tuba Anggarkan Rp5,1 Miliar untuk Publikasi dan Kemitraan Media

MENGGALA – Pada APBD Tahun 2020 ini, Dinas Kominfo Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lamoung yang notabene merupakan leading sektor dari penganggaran kegiatan publikasi dan kemitraan media massa menganggarkan Rp5.108.923.500.

“Tahun 2020 ini anggaran kegiatan publikasi dan kemitraan media massa untuk kebutuhan biaya belanja pegawai, materai, jasa publikasi dan perjalanan dinas selama 1 tahun itu ada penambahan anggaran menjadi Rp5,1 miliar.”

Hal ini diketahui, berdasarkan informasi dan data yang diperoleh Tipikor News dari berbagai sumber, tahun 2020 ini anggaran kegiatan publikasi dan kemitraan media massa untuk kebutuhan biaya belanja pegawai, materai, jasa publikasi dan perjalanan dinas selama 1 tahun itu ada penambahan anggaran menjadi Rp5,1 miliar.

Pasalnya, diketahui anggaran publikasi dan kemitraan media massa tahun 2019 lalu, pihak Diskominfo Tuba hanya menganggarkan Rp3.191.600.000. (TIM)

LAPOR BUPATI ! Oknum Kadis Pertanian Tuba Korupsi?

LAPOR BUPATI !!! Anggaran belasan paket kegiatan swakelola dengan pagu Rp5,988 miliar (APBD 2019) di Dinas Pertanian Tuba, terkuras habis hanya untuk belanja kantor dan ASN dinas setempat.

MENGGALA – Berdasarkan analisa data yang masuk dimeja redaksi tipikornews dari berbagai sumber, kucuran APBD di Tahun anggaran 2019 di dinas pertanian tulang bawang tersebut, ditemukan belasan paket kegiatan swakelola terkesan banyak kejanggalan dan tidak masuk akal.

Karena, paket program kegiatan yang mengatasnamakan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan pertanian/ perkebunan/ peternakan dan penyuluhan untuk kemakmuran rakyat di dinas terkait, diduga hanya menjadi akal-akalan atau modus oknum Kadis Pertanian Tuba melancarkan tindakan korupsi anggaran hingga miliaran rupiah.


“Jangan ada fitnah ya, berita anda tidak benar. Itu data ngarang dari mana?,” kata Sumarno.


Pasalnya, dalam rincian disejumlah paket tersebut justru terkesan tidak sesuai dengan kebutuhan tujuan program kegiatan yang sebenarnya. Justru hampir dari keseluruhan paket kegiatan swakelola tersebut, ternyata hanya dihabiskan untuk membiayai belanja kebuuhan  kantor dan ASN Dinas Pertanian Tuba.

Berita Lainnya:

Sehingga, banyak kalangan masyarakat menilai, pihaknya lebih mengedepankan kebutuhan internalnya, bukan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi para petani setempat.

Hal itu sangat nampak jelas,  bahwa oknum Kadis Pertanian Tuba diduga kuat hanya ingin mencari keuntungan pribadi untuk memperkaya diri sendiri dari anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan petani. Sejumlah paket kegiatan swakelola tahun 2019 tersebut, diantaranya:

  1. Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp1.461.904.235 dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya, Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas, Belanja Listrik, Belanja Surat Kabar dan Majalah, Belanja surat kawat/Faximili/Internet/Tv Kabel/Tv satelit, Belanja Jasa Publikasi, Belanja Pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan, Belanja perjalanan dinas dalam daerah, Belanja perjalanan dinas luar daerah, dan Belanja Kursus-kursus singkat/pelatihan.
  2. Kegiatan Penyusunan metode Informasi penyuluhan dan Sistem Latihan dan Kunjungan  Rp190.590.000, dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah.
  3. Kegiatan Peningkatan Produksi dan Pendataan Potensi Pengembangan Tanaman Pangan Rp181.679.400, dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Jasa Publikasi, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah, Belanja Transport Lokal/Uang Saku, Belanja Jasa Instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli (PNS).
  4. Kegiatan Pelaksanaan Program IPDMIP (Integrated Participatory Development Management Of Irrigation Project) dengan rincian Rp141.600.000, dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Jasa Publikasi, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Jasa Instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli (PNS).
  5. Kegiatan Pelatihan petani dan pelaku agribisnis Rp137.950.000 dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah, Belanja Jasa Instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli (PNS).
  6. Kegiatan optimalisasi program upsus siwab, hasil usaha peternakan dan pendataan ternak Rp136.000.000, dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Prangko, Matrai,dan benda pos lainya, belanja trasportasi/akomodasi, Belanja perjalanan dinas dalam daerah, Belanja perjalanan dinas Luar daerah, Belanja jasa instruktur/Narasumber/Tenaga Ahli.
  7. Kegiatan Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular (PHM) dan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) Rp76.245.500,- dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah.
  8. Kegiatan perencanaan monitoring dan Pelaporan program Pembangunan Pertanian dan perkebunan Rp90.120.000,- dengan rincian: Belanja Pegawai,Belanja Perangko,Materai dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/Akomodasi,Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah ,Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah.
  9. Kegiatan peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur pertanian (pendukung dak) Rp62.570.000,- dengan rincian: Belanja pegawai, belanja perangko, matrai dan benda pos lainnya, belanja perjalanan dinas dalam daerah.
  10. Kegiatan Optimalisasi sarana dan prasarana teknologi pertanian/ perkebunan Rp61.100.000,- dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Transport lokal/akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas.
  11. Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat/ Pembinaan Lingkungan Sosial (DBH – CHT) Rp60.205.000,- dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Transportasi/ Akomodasi, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah, Belanja Jasa Tenaga Kerja/Buruh Non Pegawai, Belanja Jasa Instruktur/ Narasumber/ Tenaga Ahli (PNS).
  12. Kegiatan Produksi dan Produktifitas Hortikultura Rp 43.535.000,- dengan rincian: Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah.
  13. Peningkatan Produksi dan Produktifitas Tanaman Perkebunan Rp40.500.000,- dengan rincian:  Belanja Pegawai, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah.
  14. Kegiatan peningkatan produksi usaha peternakan dan kualitas bahan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) Rp 36.555.000,- dengan rincian: belanja pegawai,belanja prangko,matrai dan benda pos lainnya, belanja transportasi/ akomodasi, belanja perjalanan dinas dalam daerah, perjalanan dinas luar daerah, dan Swakelola kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Infrastruktur Pertanian (DAK) Rp3.252.233.000.

Sementara, menanggapi pemberitaan dugaan korupsi ini Kepala Dinas Pertanian Tulangbawang Ir. Sumarno.MP mengatakan, “Silahkan datang ke kantor dan bawa data tersebut. Jangan ada fitnah ya, berita anda tidak benar. Itu data ngarang dari mana? Silahkan datang temui saya,” jawabnya kepada Tipikor News, Minggu (9/2/2020) kemarin.

Bagaimana kelanjutan berita ini selengkapnya, dan mau tahu tanggapan Bupati Tulang Bawang, Hj. Winarti, SE.,M.H atas pemberitaan ini. Tunggu edisi mendatang. (TIM)


Membongkar Kejanggalan APBD Pemda Tuba

TULANG BAWANG – Bupati kabupaten Tulang Bawang Winarti diharapkan segera mengusut siapa mafia anggaran di sekretariat daerah kabupaten tulang bawang,provinsi lampung..

Dimana,ada kejanggalan pada APBD Tahun 2020 yang berkaitan dengan alokasi anggaran di Sekdakab Tuba ditemukan, adanya duplikasi program kegiatan untuk sejumlah paket pengadaan yang ternyata sudah dianggarkan ditahun sebelumnya.

Misalnya, seperti salah satunya pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor kendaraan bermotor untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana aparatur. Berikut rinciannya:

  • APBD tahun 2020 ini dianggarkan pengadaan 180 unit motor bebek Rp. 3,364.200.000,- Pengadaan Kendaraan 3 Unit Mobil Minibus, 1 Unit Mobil Tamu dan 1 Unit Mobil Hilux Rp. 2.035.616.000, pengadaan 1 unit mobil jeep Rp. 672.050.000, dan Pengadaan 5 unit Kendaraan Bermotor Beroda Dua (Motor Bebek) Rp. 100 Juta.
  • Lalu sebelumnya, pada APBD 2019 pihak setdakab Tuba juga telah dianggarkan untuk Belanja Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Pihak Ketiga Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan spesifikasi pekerjaan Motor Metic, Motor Bebek dan Motor Besar dengan nilai pagu Rp. 2.978.500.000, Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor 4 Unit Rp. 1.525.000.000, Pengadaan Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan 1 unit Rp. 700 Juta, Pengadaan Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan 9 unit (Mobil Jeep, Innova Type V, Innova Type G Pull Tamu Sekretariat) Rp. 3,4 Miliar, 5 Unit Motor Trail Rp. 175 Juta, dan 5 unit motor Beber Rp. 89 Juta.
  • Selanjutnya, di APBD 2018 Setdakab Tuba juga menganggarkan Pengadaan Alat-Alat Angkutan Darat Bermotor 6 unit (Mobil Jeep, Minibus, Pick Up dan Double Cabin) Rp. 2.550.000.000, dan 2 Unit Motor Bebek Rp. 40 Juta,

Berita Lainnya:

“Bupati Winarti diharapkan dapat segera tanggap terhadap kelompok kekuatan jahat yang ingin merusak pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang. hal Ini akan berdampak buruk bagi pembangunan “Sai Bumi Nengah Nyappur” jika masih di obok-obok oleh mafia anggaran tersebut,” kata Joko Waluyo, Ketua Lembaga pemantau investigasi tipikor provinsi lampung saat berkunjung ke kantor redaksi tipikornews grup, senin 20 januari 2020 dibandar lampung.



Lebih lanjut joko mengatakan,dirinya berharap agar seluruh warga di tulang bawang untuk terlibat aktif mengawasi bentuk kejahatan yang akan merugikan bagi pembangunan daerahnya.

“Praktik mafia anggaran banyak kedok dan modus yang diperankan oleh para makelar anggaran ini. Mereka pasti tidak mau kehilangan jatah dari kebiasaan yang sudah lama mengakar,” bebernya.

Sehingga, sambung Joko, kita harus hati hati dan teliti serta masyarakat harus diberikan akses untuk mengontrol karena sering sekali masyarakat terbatas informasi atau data tentang hal ini.

“Untuk itu, diharapkan praktik calo mafia anggaran ini harus mampu dituntaskan melalui alat penegakan hukum dan budaya penegakan hukum yang bersih dan tegas,” pungkasnya.

Sementara, menanggapi pemberitaan ini selaku pengguna anggaran, Sekdakab Tulang Bawang, Ir. Anthoni, M.M, hanya menyarankan kepada wartawan untuk kordinasi dengan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab setempat.

Ia mengatakan, “Kordinasi saja dengan kabag umum dan perlengkapan biar jelas bung infonya,” elaknya saat ditanya Wartawan, Sabtu (20/1/2020) kemarin.

Bagaimana kelanjutan berita ini selengkapnya dan tanggapan bupati winarti terkait adanya dugaan mafia anggaran di sekdakab tuba lampung ini, tunggu edisi mendatang. (TIM)



** Tonton video selengkapnya >>

Membongkar Kejanggalan APBD Pemda Tuba:
Part 1 👉 https://youtu.be/YqOc3CAHo_Y
Part 2 👉 https://youtu.be/RoiI6PDkbpk
Part 3 👉 https://youtu.be/81eKIIzetdE


** STOP PRESS >>
Dalam bertugas Wartawan Tipikornewsonline sesuai UU No. 40 Tahun 1999 dan disertai Kartu Tanda Anggota (KTA) yang masih berlaku serta Identitas diri tertera dalam halaman redaksi.

Jika terdapat oknum wartawan yang mengatas namakan dari media Tipikornews Grup dan namanya tidak tertera dalam jajaran redaksi, harap segera hubungi pihak kepolisian terdekat, atau hubungi nomor redaksi 081179666333.

#bergerakmelayaniwarga #bupatiwinarti #Pemdatuba #tipikornewschannel