IKLAN | Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Amrullah Kecam Keras Tudingan Ketua MKKS SMP Tubaba

Saya tidak pernah mengambil yang bukan hak saya. Semua itu adalah hanya rekayasa mereka untuk mengelak atas dugaan korupsi tersebut,” ucap Amrullah dengan tegas.

 

TUBA BARAT – Terkait adanya kasus dugaan korupsi dana BOS 2018 disejumlah SMP Negeri di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), mantan Kadis Pendidikan setempat, Ir. Amrullah, MT mengecam keras atas tudingan Ketua MKKS SMP Tubaba (Kasiyan) yang menyatakan bahwa terkait adanya informasi dugaan korupsi tersebut pihak sekolah sudah berkordinasi dengan dirinya yang saat itu sedang menjabat kadis pendidikan tubaba.

 

Menurutnya, ketua MKKS SMP Kasiyan tidak pernah sama sekali berkordinasi dengannya. Bahkan, pada saat pencairan dana BOS sekali pun mereka (kepsek) tidak kordinasi dan semua langsung ke sekolah mereka masing masing.

 

Lebih lanjut Amrullah mengatakan, justru pihaknya sangat mendukung apabila ada temuan yang menyangkut bantuan hak anak didik yang dianggap menyimpang segera diproses secara hukum.

 

Sebab, pada saat saya melaksanakan tugas selaku kadis, sudah saya adakan surat edaran himbauan agar seluruh jajarannya (kepala sekolah) tidak melakukan penyimpangan korupsi yg merugikan negara.

 

Kalau saya mau melakukan seperti itu (Korupsi), saya sudah kaya dari dulu. Kecuali saya kaya karena dapat untung dari dagang, itu lain hal. Saya tidak pernah mengambil yang bukan hak saya. Semua itu adalah hanya rekayasa mereka untuk mengelak atas dugaan korupsi tersebut,” ucap Amrullah dengan tegas.

 

Bagaimana kelanjutan berita ini selengkapnya dan mau tahu tanggapan dari pihak penegak hukum, tunggu edisi selanjutnya. (TIM)

 

BERITA SEBELUMNYA ==>

LSM FKPK Segera Melaunching Media Online

TUBABA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Pemberantas Korupsi (FKPK) dalam waktu dekat ini segera memiliki media online yang akan diberi nama MEDIAFKPK.COM.

Hal tersebut disampaikan langsung Wahidin selaku Pendiri LSM FKPK, Sabtu, kemarin 3/8 kepada awak media dikediamannya di kecamatan Panaragan kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Tentu hal ini, untuk mensinergikan LSM FKPK agar lebih efektif dan efisien dalam penyebarluasan informasi, mengingat banyaknya temuan hasil investigasi kegiatan menyimpang (korupsi) yang dilakukan Oknum pejabat.

“LSM FKPK dalam waktu dekat ini akan memiliki media online yakni MEDIAFKPK.COM guna mengiringi hasil investigasi penyimpangan anggaran yang dilakukan para Oknum Pejabat. Jadi, apapun hasil temuan (penyimpangan) akan langsung kita publikasikan di media online FKPK,” jelas Wahidin.


Disamping itu, selain untuk kebutuhan LSM FKPK, MEDIAFKPK.COM juga ikut berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui penyebarluasan informasi.

“Melalui media online kami, MEDIAFKPK.COM juga ikut berperan serta melakukan kontrol sosial terhadap segala bentuk penggunaan uang rakyat,” tegas Wahidin yang juga Wakil Pemimpin Redaksi SKU Tipikor News itu.

Ditegaskan Wahidin, menilai kondisi dan situasi saat ini, nampaknya sudah selayaknya LSM FKPK memiliki media onlinenya sendiri. Sebab, dengan berkembangnya tehknologi saat ini, diharapakan dapat direspon dengan cepat oleh seluruh elemen masyarakat, sehingga apapun hasil temuan LSM FKPK dapat langsung disebarluaskan melalui media onlinenya.

Untuk itu, Wahidin berharap dukungan dari semua pihak, baik itu eksekutif, legislatif, yudikatif serta masyarakat pada umumnya, agar dapat menunaikan tugas dan fungsinya sebagai kontrol sosial yang “Cepat, Independen, Aktual dan Terpercaya” melalui media online MEDIAFKPK.COM, pungkasnya. (Rls) 

Sejarah Singkat SMAN 1 Tumijajar

TUBA BARAT – SMA Negeri 1 Tumijajar, berlokasi di jalan Jenderal Sudirman 92 Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Memiliki nomor statistik sekolah : 30.1.18.12.02.002.

Awal perjalanan SMA Negeri 1 Tumijajar, dimulai tahun 1979 bernama SMA Makarti Muktitama di bawah pembinaan Departemen Transmigrasi, pada tanggal   9 November 1983 di Negerikan melalui SK Mendikbud No.0473/0/1983 bernama SMA Negeri Way Abung.

Melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 035/0/1997 tanggal 7 Maret 1997 tentang perubahan Nomenklatur SMA menjadi SMU serta organisasi dan tata kerja SMU Negeri 1 Tulang Bawang Udik.

Pemekaran Kecamatan Tulang Bawang Udik, menjadi Kecamatan Tulang Bawang Udik dan Tumijajar. SMU Negeri 1 Tulang Bawang Udik berada di wilayah Kecamata Tumijajar. Sesuai SK Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang berubah menjadi SMU Negeri 1 Tumijajar.

Tanggal 3 Februari, sesuai SK Bupati Tulang Bawang Nomor : B/33/D.DVII/HK/TB/04  berubah menjadi SMA Negeri 1 Tumijajar.

Dalam perjalanan sudah mengalami pemimpin, yaitu :

1. Ismail K tahun 1983  s.d. 1985
2. Drs. Amir Syarifudin tahun 1985  s.d. 1989
3. Drs. Marmin tahun 1989  s.d. 1991
4. Drs. Mujiyono DA tahun 1991  s.d. 1999
5. Drs. Iskandar Fauzi tahun 1999  s.d.  2008
6. Topari, S.Pd. tahun 2008  s.d.  2010
7. Drs. Pujiyanta, M.Pd. tahun 2010  s.d.  sekarang

 

 1. Identitas Sekolah

Nama :  SMA NEGERI 1 TUMIJAJAR
Alamat Sekolah : Jalan Jendral Sudirman No. 92 Dayamurni, Tumijajar, Kab. Tulang Bawang Barat, Prov. Lampung.
Kode Pos : 34692
Telp/fax : (0724) 351346
E-Mail : smansa_tumijajar@yahoo.com / info@sman1tumijajar.sch.id
Website : www.sman1tumijajar.sch.id

 

2. Identitas Kepala Sekolah

Nama Lengkap : Drs. Pujiyanta, M.Pd.
Pendidikan Terakhir : S2 (Strata 2)
Jurusan : Managemen Pendidikan

 

Pelatihan yang pernah diikuti :

No. Tahun Nama Pelatihan Lama Pelatihan 
1 1990 Pendidikan dan Pelatihan Guru Bidang Studi 2 minggu
2 1991 Prajabatan Tingkat III 3 minggu
3 2003 Pelatihan Calon Kepala Sekolah

 

Visi dan Misi

Visi                        :    Sukses membangun kecerdasan emosional, spiritual dan intelektual

Indikator            : 

  1. Terwujudnya situasi yang kondusif, agamis, harmonis dan asri
  2. Terwujudnya sekolah yang berbudaya mutu
  3. Terwujudnya kemandirian, kompeten dan berdaya saing Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Misi  :  

  1. Meningkatkan sikap profesional ketenagaan sebagai upaya peningkatkan kesejahteraan.
  2. Memberdayakan dan mengembangkan sarana dan prasarana sumber belajar
  3. Meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu lulusan
  4. Meningkatkan mutu pelatihan ekstrakurikuler
  5. Menumbuhkan sikap berbudaya mutu pada warga sekolah
  6. Meningkatkan peran serta orang tua, masyarakat, dunia usaha dan industri dalam pendidikan.

 Tujuan Sekolah

Sesuai visi dan misi serta mengacu pada SK Mendikbud RI No.0483/U/1992 tentang SMA, SMAN 1 Tumijajar bertujuan untuk :

  1. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang kondusif untuk belajar yang penuh nilai-nilai keagamaan.
  2. Menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan pendidikan yang mengarah kemampuan kecakapan hidup.
  3. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler yang menopang kemandirian dan kompetensi lulusan.

 

SMAN 1 TUMIJAJAR

Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kab. Tulang Bawang Barat, Prov. Lampung

Sukses Membangun Kecerdasan Spiritual, Emosional dan Intelektual

  • Kami ucapakan SELAMAT kepada siswa-siswi PPDB TP. 2019/2020 yang diterima di SMAN 1 Tumijajar. Semoga ini menjadi langkah awal anda untuk mengembangkan kemampuan yang anda miliki, agar kelak bisa menjadi orang-orang hebat di masa yang akan datang.. “Panitia PPDB 2019/2020”

Ekstrakurikuler

Merupakan kegiatan di luar jam pelajaran biasa yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan, menyalurkan bakat dan minat siswa, juga untuk memperluas pengetahuan siswa.

Adapun jenis-jenis kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Tumijajar adalah :

1. Paskibraka
2. Pramuka
3. ROHIS
4. PMR
5. KIR
6. English Club
7. ICT Club
8. Sepak Bola
9. Volly Ball
10. Basket
11. Bulu Tangkis
12. Pencak Silat
13. Taekwondo
14. Seni Musik
15. Seni Tari
16. Seni Teater
17. Paduan Suara

Jelang Sidang di MK, Ini Yang Dilakukan Polres Tulang Bawang Bersama Insan Pers

TUBA, LAMPUNG – Berbagai macam cara dilakukan oleh Polres Tulang Bawang untuk menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah hukumnya, terutama menjelang sidang gugatan hasil Pemilu (pemilihan umum) 2019 di MK (mahkamah konstitusi).

Seperti yang dilakukan hari ini, Selasa (11/06/2019), sekira pukul 13.30 WIB, bertempat di Meeting Room, Rumah Makan Siang Malam, Jalintim (jalan lintas timur), Tiyuh/Kampung Cahyo Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Polres bersama Insan Pers yang tergabung dalam group WA (whatsapps) Jurnalis Polres Tuba mengadakan kegiatan halal bihalal yang pertama pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H tahun 2019.

Kegiatan ini, dihadiri oleh Wakapolres Kompol Djoni Aripin, S.Sos, MM, Kapolsek Banjar Agung Kompol Rahmin, SH, Kasubbag Humas Iptu Endri Junaidi, Perwakilan dari PWI (persatuan wartawan indonesia), IJTI (ikatan jurnalis televisi indonesia), IWO (ikatan wartawan online), AJOI (aliansi jurnalistik online indonesia), FPII (forum pers independent indonesia) dan AWPI (asosiasi wartawan profesi indonesia).

Acara dimulai dengan penyampaian kata sambutan oleh Ketua Panitia Mustaqim yang merupakan jurnalis TV Indosiar, dalam sambutannya mengatakan untuk tetap menjaga kekompakan antara insan pers dengan pihak Polres dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres khususnya Subbag Humas atas kerjasamanya sehingga acara ini dapat terselenggara.

Ditempat yang sama, perwakilan dari awak media yang diwakili oleh Fitra Agustinus, SH, MH sebagai Ketua AWPI Tulang Bawang dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang untuk pertama kalinya dilakukan dan mudah-mudahan kedepannya hubungan Polres dengan media semakin erat serta dapat selalu membantu kegiatan Polres dengan pemberitaan baik televisi, cetak maupun online.

Wakapolres mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, permohonan maaf dari Kapolres yang seyogyanya beliau hadir langsung pada hari ini, karena suatu kesibukan sehingga tidak bisa hadir di wakilkan kepada Wakapolres.

“Ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan, mudah-mudahan kedepannya dapat diagendakan menjadi kegiatan rutin yang dapat diselenggarakan setiap tahun,” ujar Kompol Djoni.

Kerjasama yang sudah terjalin dengan baik antara Polres dengan insan pers, mudah-mudahan dapat tetap terjaga dan semakin erat.

Menjelang sidang gugatan hasil Pemilu 2019 di MK nanti, saya harapkan rekan-rekan insan pers dalam pembuatan berita seyogyanya memberitakan hal-hal yang positif. Sehingga dapat membuat suasa yang semakin kondusif di kalangan khalayak ramai terutama masyarakat.

Usai penyampaian kata sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan halal bihalal dan makan siang bersama-sama.(wahidin yusup )

#Polda Lampung #Polres Tulang Bawang

Oknum Kepala SMP di Tubaba Korupsi Berjamah?

TUBA BARAT – Dugaan praktik korupsi berjamaah di sejumlah SMP Negeri diwilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tampaknya patut segera dibongkar.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun, penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018 untuk tingkat SMP se Tubaba sebanyak Rp11 Miliar lebih, pada realisasi dibeberapa sekolah ditemukan adanya indikasi mark up anggaran.

“Setelah mempelajari laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana BOS 2018 di SMPN 1 Tuba Udik, SMPN 1 Tumijajar, SMPN 1 Tuba Tengah, SMPN 1 Gunung Agung, SMPN 2 Tuba Tengah, SMPN 3 Tuba Tengah, SMPN 3 Tumijajar dan SMPN 4 Tuba Tengah, kerugian negara diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ungkap sumber yang meminta Wartawan agar namanya dirahasiakan, Selasa (7/5/2019) kemarin.

Menurutnya, pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan tingkat SMP di Tubaba, pengawasan dari pihak hukum setempat perlu ditingkatkan. Pasalnya, seperti yang diketahui, realisasi dana BOS Rp11.208.600.000, dengan rincian: Triwulan 1 Rp2.247.600.000, Triwulan 2 Rp4.495.200.000, Triwulan 3 Rp2.238.600.000 dan Triwulan 4 Rp2.227.200.000 sangat diragukan kebenarannya.

“Diduga sejumlah oknum kepala SMP tersebut selama ini tidak transparan dan tidak sesuai Juknis mengelalo BOS. Sejumlah laporan penggunaan dana, untuk pembelian kebutuhan sekolah diduga kuat tidak diyakini kebenarannya,” katanya.

Kemudian, sambungnya, meski telah diberikan petunjuk teknis  dan aturan  ketat pada pengelolaan dana BOS, sejumlah oknum Kepala SMP Negeri di Tubaba ini tetap saja lihai dan memiliki banyak modus untuk melakukan praktek korupsi.

Dengan melibatkan oknum bendahara, diduga kuat setiap pembelian barang kebutuhan sekolah salah satunya seperti biaya pengembangangan perpustakaan, sejumlah oknum Kepsek tersebut diduga bekerja sama dengan pihak ketiga melakukan penggelembungan (Mark up) jumlah eksplar buku dan harga barang (buku k-13) dari standar harga pasaran. Serta modus berikutnya, pembelian barang yang dapat diskon tetapi pada kwitansi pembayaran masih dengan menggunakan harga asli.

Lebih lanjut sumber menjelaskan, dana yang diperuntukkan bagi pendidikan siswa SMP ini diduga dalam laporannya banyak dimark up, serta parahnya terdapat laporan fiktif.

Dengan bekerjasama, pihak ke tiga (Penjual) memberikan kwitansi resmi dan harga resmi. Dengan begitu, para oknum kepsek mendapat keuntungan pribadi. Bisa dicek langsung kesekolah masing-masing untuk disesuaikan. Apakah setiap pengeluaran dana keperluan belanja  maupun kegiatan sekolah itu benar-benar ada atau hanya mengada-ada,” ungkapnya.

Bagaimana tanggapan sejumlah Kepala SMP Negeri di Tuba Barat dan Ketua MKKS SMP Kabupaten Tuba Barat terkait dugaan korupsi berjamaah ini, tunggu selengkapnya edisi mendatang edisi mendatang. (TIM)

Berikut rincian laporan penggunaan dana BOS, khususnya di triwulan II tahun 2018 untuk biaya belanja pengadaan buku K 13 terindikasi mark dan korupsi:

Laporan dana bos 2018 untuk belanja pengembangan perpustakaan (Buku K 13) di sejumlah SMP Tuba Barat, yang terindikasi dimark up dan korupsi.

Koruptor Berkedok Kepsek Bersarang di SMKN 1 Tuba Tengah?

TUBA BARAT –  Koruptor berkedok Kepala Sekolah (Kepsek) diduga keras bertahun-tahun bersarang di SMK Negeri 1 Tulangbawang Tengah (Tuba Tengah), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung. Sehingga diharapkan pihak aparat hukum segera dapat melakukan tindakan tegas.

Sebelumnya, berdasarkan informasi narasumber dan data yang dihimpun tipikornewsonline.net, bahwa pada realiasasi penggunaan dana BOS tahun 2018 di SMKN 1 Tuba Tengah yang mencapai Rp. 1,8 Miliar, dengan rincian: Triwulan 1 Rp. 365.120.000 (1.304 Siswa), Triwulan 2 Rp. 730.240.000 (1.304 Siswa), Triwulan 3 Rp. 369.880.000 (1.321 Siswa), dan Triwulan 4 Rp. 366.520.000 (1.309 Siswa) banyak masuk kantong pribadi oknum kepsek SMKN 1 Tuba Tengah, Kepala SMK Negeri 1 Tulang Bawang Tengah, Sungkowotitis, WH, S.P.,M.M selaku pengguna anggaran justru bungkam.

Dirinya sama sekali tidak membantah tentang adanya dugaan korupsi dana BOS ini. Saat dikonfirmasi tipikornewsonline.net, belum lama ini, Sungkowo tidak dapat berkomentar untuk memberikan penjelasan/ klarifikasi terkait realisasi miliaran uang negara tersebut.

Bahkan, ketika tipikornewsonline.net menghubungi Gasimun, salah seorang pihak SMKN 1 Tuba Tengah hanya mengatakan Ya saja, tanpa memberikan keterangan yang lebih jelas kepada wartawan, sehingga pihak SMKN 1 Tuba Tengah juga terkesan menutup nutupi tindakan korupsi Sungkowo.

Seharusnya, jika Sungkowo dan pihak SMKN 1 Tuba Tengah merasa tidak melakukan penyimpangan anggaran dana BOS tersebut, serta ingat dan sadar bahwa dana sekolah yang digunakannya itu bukan uang pribadinya melainkan uang negara, tentu pihaknya mau memberikan penjelasan kepada wartawan tentang realisasi penggunaan miliaran dana APBN tersebut guna menghindari asumsi negatif dari masyarakat.

Mau tahu berita selengkapnya dan bagaimana tanggapan pihak hukum, tunggu edisi mendatang. (TIM)

 

BERITA SEBELUMNYA >>