Pelatihan Budidaya Pertanian Laut Udang Vaname TA. 2019 di Brigif 4 Marinir/BS

PESAWARAN – Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Brigif 4 Mar/BS) membuka kegiatan pelatihan Budidaya Pertanian Laut Udang Vaname TA. 2019 bersama masyarakat sekitar Piabung, desa Durian dan desa Sanggi di Bapra Brigif 4 Mar/BS, Padang Cermin, Pesawaran, Lampung. Senin (29/04/2019).

Sebelum dibukanya pelatihan Budidaya Pertanian Laut TA. 2019 para peserta dan para tamu undangan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembukaan pelatihan Budidaya Pertanian Laut Udang Vaname tersebut dibuka langsung oleh Aspotmar Kormar Kolonel Marinir Baedhowi yang diikuti oleh 240 peserta Pelatihan dari masyarakat sekitar Piabung, Prajurit Kima Brigif 4 Mar/BS, Yonif 7 Mar dan Yonif 9 Mar.

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang sangat besar dengan kekayaan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang melimpah termasuk didalamnya potensi perikanan dan hasil laut seperti halnya Udang Vaname.

Dalam Sambutan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) yang dibacakan oleh Aspotmar Kormar mengatakan, kegiatan pelatihan budidaya pertanian hasil laut khususnya Udang Vaname merupakan wujud kepedulian TNI guna memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada anggota TNI, PNS dan masyarakat sekitar tentang cara Budidaya Udang Vaname secara baik dan benar sehingga dapat menciptakan peluang usaha yang mandiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari yang akhirnya mampu memberikan peningkatan taraf hidup yang lebih layak.

Melalui kegiatan pelatihan budidaya pertanian laut sekaligus melaksanakan fungsi dan peranannya dalam pemberdayaan wilayah pertahanan laut (Dawilhanla) sesuai dalam undang-undang no 34 tahun 2004.

Maka dengan terselenggaranya kegiatan pelatihan budidaya pertanian laut ini diharapkan akan memberikan jawaban sekligus membawa dampak yang positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat khususnya daerah pesisir kearah yang lebih baik.

Selesai pelaksanan pembukaan pelatihan Budidaya Pertanian Laut Udang Vaname TA. 2019 dilaksanakan sesi foto bersama dilanjut dengan peninjauan tempat praktek pelatihan Budidaya Pertanian Laut Udang Vaname yang berlokasi di Kima Brigif 4 Mar/BS.

Selama dalam pelaksanaan kegiatan Pelatihan Budidaya Pertanian Laut TA. 2019 tersebut diberikan teori tentang pengetahuan bagaimana cara Budidaya Pertanian Laut Udang Vaname di Bapra Brigif 4 Mar/BS dan praktek dilaksanakan di Kima Brigif 4 Mar/BS, dengan Nara Sumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aspotmar Kormar Kolonel Marinir Baedhowi Oktafidia, Paban-1/Ren Ster TNI Kolonel Inf Agus Tinus, Padya 2 Bingeografi Ster TNI Letkol Mar Siregar, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Bp Dr. Toga Mahaji, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Albertus Agung Priyo S, Wadan Briigif 4 Mar/BS Letkol Mar Datuk Sinaga, para Pastaf Brigif 4 Mar/BS, Wakapolres Pesawaran Kompol Handak Prakasa Qolbi, Danramil Padang Cermin Kapten Inf Rofii, Kapolsek Padang Cermin Iptu Samsu Rizal, para peserta dan para tamu undangan.

Keuntungan Budidaya Lele Sistem Bioflok

BUDI DAYA LELE sistem bioflok sudah mulai marak di Indonesia. Teknologi bioflok dalam budidaya ikan lele memiliki berbagai keuntungan, diantaranya adalah pemeliharaan lele tidak memerlukan lahan luas, ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan air, menekan biaya pakan, padat tebar lebih tinggi (dapat mencapai 2 ribu ekor/m3).

Istilah bioflok berasal dari kata “bios” dan “floc/flock”. Kata “bios” artinya adalah kehidupan, sedangkan kata “floc” artinya adalah gumpalan. Definisi umum dari bioflok adalah kumpulan berbagai organisme seperti algae, protozoa, cacing, bakteri, jamur, dan sebagainya, yang tergabung dalam gumpalan. Teknologi bioflok dalam budidaya perikanan mengadopsi teknologi pengolahan limbah lumpur aktif dengan melibatkan aktivitas mikroorganisme.

Dalam budidaya lele sistem bioflok, media pemeliharaan melalui proses penumbuhan dan pengembangan mikroorganisme. Proses ini dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya menjadi flok-flok yang berguna sebagai makanan ikan secara alami.

Dalam budidaya lele sistem bioflok digunakan kolam yang dilapisi terpal. Konstruksi kolam bisa menggunakan besi atau bambu. Untuk menjaga kestabilan dan kualitas air, di atas kolam terpal sebaiknya dipasang payung atau atap agar tidak langsung terkena cahaya matahari dan air hujan.

Setelah pembuatan kolam selesai, dipersiapkan air untuk pembesaran benih ikan lele. Bak kolam terpal diisi air sampai ketinggian 80 hingga 100 cm. Untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme masukkan 10 kg kompos ke dalam air kolam. Sehari kemudian masukkan bakteri patogen atau probiotik sebesar 5 ml/m3 ke dalam kolam.

Hari berikutnya masukkan probiotik berupa molase ke dalam air sebanyak 200 gram/m3, dan pada malam harinya tambahkan dolomite dengan takaran 150-200 gram/m3.

Kemudian air didiamkan minimal selama satu minggu, hingga timbul daphnia (kutu air). Daphnia bakal menjadi pakan alami benih yang akan ditebar. Populasi daphnia biasanya mencapai jumlah optimal pada umur 15 hari setelah air diolah.

Kolam terpal bioflok sudah siap ditebari benih jika warna air hitam kecoklatan, tapi jika air diambil dengan gelas tetap terlihat jernih. Begitu benih ikan lele dimasukkan ke kolam akan muncul endapan halus dari dasar kolam.

Endapan halus yang muncul ini sebagai tanda flok mulai terbentuk, dan akan terus teraduk sesuai dengan pergerakan aktif ikan. Karena itu, kepadatan kolam dibuat lebih tinggi agar flok ini terus teraduk.Semakin bertambah umur penebaran air, maka warnanya akan berubah menjadi coklat kekuningan, dan lama kelamaan akan menjadi kemerahan.

Harap diperhatikan benih ikan lele ke dalam kolam. Gunakan benih dari indukan yang unggul. Ciri-ciri benih yang bagus adalah gesit bergerak, ukuran benih yang seragam 4-7 cm, warna dari benih seragam, punya organ tubuh yang lengkap.

Buat tabung konservasi di dalam kolam sebagai penjaga keberadaan bakteri mikroorganisme. Tabung berfungsi sebagai reservoir bakteri yang dibutuhkan oleh sistem bioflok. Tabung dibuat dari gorong-gorong berdiameter 40 – 50 cm dengan panjang melebihi tinggi air kolam. Tabung diletakkan secara vertikal dengan ujung lubang bagian atas ditutup.  ®Adv

foto: Istimewa

Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

LAMPUNG TENGAH- Membudidayakan ikan di wilayah Indonesia ini bukan menjadi hal yang sulit. Terdapat banyak faktor pendorongnya, yaitu banyaknya jenis ikan yang dapat dibudidayakan, dan tempat yang cocok untuk dijadikan tempat hidup baru bagi ikan-ikan tersebut, yaitu berupa kolam.

Cara budidaya ikan patin kolam terpal dapat menjadi pilihan yang tepat, mengingat pembuatan kolam ini cukup mudah, sederhana, dan tidak terlalu membutuhkan biaya yang besar. Tetapi bukan berarti Anda sembarangan dalam melakukan pemeliharaan, terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan, bahkan sebelum kolam diisi air juga harus diperhatikan apakah kolam tersebut sudah steril dan layak untuk dijadikan tempat hidup ikan-ikan patin.

Ilustasi

Ikan patin merupakan salah satu ikan yang banyak digemari oleh masyarakat, karena rasanya yang lezat untuk dibuat berbagai olahan ikan. Untuk digoreng biasa, dibuat gulai, dan yang lainnya. Oleh sebab itu, bagi Anda yang berniat membudidayakan ikan patin jangan khawatir karena ikan ini sangat laku di pasaran. Cara budidaya ikan patin kolam terpal hanya membutuhkan lahan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan luasnya lahan yang Anda miliki.

Jangan buru-buru menaruh air sampai penuh, karena Anda harus menaruh air setinggi 20 cm saja pada hari pertama, kemudian pada hari-hari berikutnya selalu ditambah sampai sekitar 5 hari. Jadi, tidak sembarangan menyiapkan air kolam tersebut.Pembesaran ikan patin di kolam terpal pada tahap awal penyebaran bibit, Anda haru memberinya makan cacing sutra atau kutu air terlebih dahulu. Tetapi makanan ikan patin tersebut harus ditaruh di tabung disinfektan terlebih dahulu.

Pada tahap ini adalah untuk membuat ikan-ikan patin menjadi benih yang dilakukan selama kurang lebih 20 hari. Jika sudah dicapai panjang patin sekitar 1 inci, maka benih sudah dapat dibudidayakan dengan cara budidaya ikan patin kolam terpal yang sesungguhnya. Biasanya, benih-benih ini juga dapat dijual untuk dipelihara juga. Bagi Anda yang tidak melakukan pembenihan sendiri, Anda dapat langsung membeli benih ikan patin pada penjualnya. Tetapi lebih hemat jika Anda melakukan pembenihan sendiri.

Cara budidaya ikan patin kolam terpal adalah dengan rutin mengganti air jika sudah terlalu kotor, agar lingkungan ikan patin di dalam kolam menjadi bersih dan ikan dapat hidup dengan baik. Nah, untuk mencapai berat ideal patin untuk dikonsumsi adalah selama 4 bulan, karena umumnya berat patin adalah 0,5 sampai dengan 1 kilo gram. Tetapi sebelum usia 4 bulan jika Anda ingin mengambilnya juga bukan menjadi masalah, dengan memilih beberapa ikan yang sudah cukup beratnya.

Pemanenan ikan patin ini tidak terlepas dari pemberian pakan ikan patin berupa pelet ikan yang dijual di toko-toko ikan. Umumnya, ikan patin dapat makan pelet ikan apa saja. Secara umum, ikan patin juga mudah beradaptasi di lingkungan yang baru dengan ph yang umum. Oleh sebab itu, cara budidaya ikan patin kolam terpal ini tergolong mudah.

Peluang bisnis bisa Anda dapatkan jika benar-benar merawat ikan patin sampai usia ia mampu dipanen. Keberhasilannya juga dapat dilihat ketika selama pemeliharaan ikan patin tidak banyak yang mati di tengah jalan. Anda tidak perlu membeli ikan patin lagi di pasar ketika akan memasaknya, melainkan Andalah yang menjualnya. Semoga sekilas informasi mengenai bagaimana membudidayakan ikan patin ini dapat menjadi referensi yang melengkapi pengetahuan Anda. (*)

Solusi Tingkatkan Produktivitas Ikan Nila

LAMPUNG TENGAH- Ikan nila merupakan salah satu hewan yang paling umum diBudidayakan dalam akuakultur. Seiring perkembangan teknologi Budidaya ikan, salah satu cara untuk mendukung efisiensi dalam usaha Budidaya ikan nila adalah menggunakan enzim papain.

Papain adalah enzim jenis protease yang terdapat pada getah pepaya. Cairan putih kental layaknya susu ini banyak dijumpai pada bagian batang, buah maupun daunnya. Volume getah pepaya ini jauh lebih banyak pada bagian yang muda ketimbang yang tua.

Sebagai enzim, papain sangat ampuh memecah molekul protein. Dalam Budidaya ikan nila, menurut Kadis Perikanan Lamteng, Kuswadi Suwardi, mampu berperan dalam membantu meningkatkan daya cerna nutrisi yang terdapat dalam pakan.

“Enzim papain bisa juga berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Dengan enzim papain diharapkan nutrisi pada pakan yang tercerna nila bisa mencapai 50% sehingga pertumbuhannya optimal, lebih cepat, dan ratio konversi pakan atau FCR-nya rendah,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

enzim papain dengan total 124 gram mampu mempercepat masa Budidaya nila dari 5 bulan menjadi 4 bulan dengan hasil panen sama. Dari uji coba yang dilakukan pada perlakuan pelet+enzim dengan total benih yang ditebar 3 ribu ekor diperoleh nila saat panen sebanyak 2.356 ekor dengan total berat panen 333,609 kg. Sedangkan nila yang mendapatkan perlakuan pelet saja, jumlah panennya sebanyak 1.983 ekor dengan total berat panen 201,671 kg.

Untuk pertumbuhan mutlak nila dengan perlakuan pelet+enzim memiliki berat panen 137,14 gram per ekor dan panjang 11,23 cm per ekor. Sementara untuk perlakuan pelet saja, berat panennya 97,24 gram per ekor dan panjang 9,96 cm per ekor.

FCR untuk nila dengan perlakuan pelet+enzim adalah 1,34, sementara untuk perlakuan nila kontrol sebesar 1,71. Padahal total pakan yang dipakai untuk masing-masing perlakuan adalah sama yaitu 488,412 kg. Adapun persentase pertumbuhan nila dengan perlakuan pelet+enzim adalah 39,90% dan SR sebesar 78,53%. Sedangkan SR nila kontrol hanya 66,10%.

“SR atau tingkat kelangsungan hidup nila yang lebih tinggi ini karena enzim papain mengandung antioksidan sehingga nila lebih tahan terhadap serangan penyakit,” papar Kuswadi. (*)

Budidaya Ikan Baung Salah Satu Keuntungan Yang Menjanjikan

LAMPUNG TENGAH – Budidaya Ikan baung pada kolam yang berisikan air tenang sudah lama kita kenal yang sudah banyak dilakukan oleh pembudidaya ikan Baung di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Perikanan Lampung Tengah, Ir. Kuswadi Suwardi disela-sela kesibukannya kepada wartawan diruang kerjanya, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakannya, memang budidaya ikan baung tidaklah sulit, karena sudah banyak orang Indonesia yang sukses budidaya ikan buang. Tapi perlu anda ketahui bahwa budidaya ikan baung memerlukan perlakuan khusus. “Budidaya ikan baung pada kolam air tenang terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pembudidaya ikan baung,” kata Kuswadi.

Langkah pertama, terangnya, yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan baung adalah memilih lokasi yang tepat untuk budidaya ikan baung. Penentuan lokasi pembuatan kolam budidaya ikan baut di kolam tanah air tenang tidak berbeda jauh dengan lokasi budidaya ikan jenis lainnya. “Tanah yang baik untuk budidaya ikan bangu adalah tanah yang berstruktur kuat, memiliki kemampuan untuk menahan air, tanah yang subur serta tidak berbatu-batu.”

Satu lagi, sambung Kuswadi, untuk syarat lokasi kolam tanah air tenang yang juga penting,  memiliki sumber air yang tidak mudah kekeringan sepanjang tahun saat musim kemarau. Selain itu, kolam ikan tersebut bebas dari pencemaran limbah dan bahan-bahan beracun agar budidaya ikan baung cepat meningkat dan terhindar dari berbagai penyakit yang memicu ikan baung mati.

Lebih jauh dikatakannya, selain itu, pembudidaya ikan baung harus mengerti dan memastikan sifat fisika maupun kimia air pada kolam ikan, salah satunya harus memastikan suhu air yang pas, untuk budidaya ikan baung sebaiknya memiliki suhu berkisar antara 26 – 30 0C , sedangkan untuk pH air yang baik sekitar antara 4-9 ppm. “Sedangkan untuk kandungan oksigen yang terlarut minimum  1 mg / liter dan optimal adalah 5 – 6 ppm, dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.”

Setelah mendapatkan lokasi yang ideal,langkah selanjutnya adalah menentukan konstruksi kolam yang pas dengan bentuk kolam sebaiknya berbentuk persegi panjang.  Dengan bentuk pematang trapezium dengan kemiringan 1 : 1, dan bagian atas pematang di tanami tumbuhan air untuk menghiindari erosi. Sedangkan tinggi pematang berkisar 1,5 – 2 m yang dapat dibuat tanah atau berupa tembok.

Setelah memperhatikan lokasi peletakan kolam ikan dan memperhatikan konstruksi kolam,kini saatnya pembudidaya ikan baung menyiapkan kolam untuk digunakan pembesaran ikan.  Sebelum digunakan untuk membesarkan ikan baung, kolam yang sudah disiapkan dikeringkan terlebih dahulu. Adapun manfaat dari pengeringan kolam bertujuan untuk membunuh bakteri jahat dari sisa pakan yang membusuk.

Setelah proses pengeringan dasar kolam ikan, selanjutnya yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan baung adalah proses pengapuran. Proses ini bertujuan untuk memberikan kapur agar menetralkan tingkat keasaman kolam. Dengan cara memberikan kapur CaCO3 dengan dosis 180 – 370 kg / ha / tahun agar bisa mengurangi keasaman tanah dan air kolam.

Setelah proses pengapuran, pembudidaya ikan baung harus melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik 1kg / M2 /periode atau pupuk anorganik 1 gram / M2 / periode bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme dan tanaman yang hidup didasar kolam sehingga bisa dijadikan sebagai pakan alami.

Setelah proses pemupukan selesai, langkah selanjutnya adalah pengisian air dengan kriteria tertentu , Tinggi air untuk budidaya ikan baung minmal  0,5 m dan debit air berkisar sekitar 10 – 15 liter/detik/ha. Sebelum diberi air,  pada pintu pemasukan air diberi saringan agar miminimalisir hama dan kotoran yang masuk padakolam ikan.

Langkah ke empat setelah proses persiapak kolam selesai adalah penebaran benih ikan baung, penebaran benih bisa dilakukan saat air sudah dibiarkan selama kurang lebih 1 bulan menggenang didalam kolam budiaya dengan kedalaman sebanyak 50 – 80 Cm.  untuk ukuran benih yang ditebarkan bisa berukuran 2 -3 gram dengan kepadatan tebar 60 – 100 ekor/ M2.

Untuk benih yang ditebarkan harusnya jangan asal benih, pasalnya tidak semua benih ikan itu sehat. Pada saat membeli benih ikan baung , seorang pembudidaya harus memilih benih yang berkualitas dengan beberapa kriteria, terlihat lincah, sehat serta rakus makannya. Kenapa harus memilih bibit yang berkualitas?  Karena dengan benih ikan yang berkualitas menjadikan proses pertumbuhan ikan baung berkembang dengan cepat.

Selanjutnya setelah memasukkan benih ikan ke dalam kolam, yang perlu diperhatikan untuk pembudidaya ikan baung adalah pemberian pakan yang pas. Frekuensi pemberian pakan yang baik 3 kali sehari di waktu pagi hari, sore hari, serta malam hari. Pakan yang baik dengan kandungan nutrisi protein 30% lemak 25% karbohidrat 10-25% pakan yang di berikan adalah pelet ikan jenis 781 -2 SP. (Red/adv)

DKP Lampung Tengah Kembangkan Budidaya Ikan Baung

LAMPUNG TENGAH – Tingginya protein dan gizi ikan baung menjadi salah satu acuan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), untuk melakukan percontohan budidaya ikan baung.

Tak hanya itu, ikan baung yang harganya tinggi dan hanya bisa di nikmati oleh kalangan tertentu, membuat tantangan tersendiri bagi DKP Kabupaten Lamteng untuk melakukan trobosan inovasi tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan DKP Lamteng Ely Therisia mangatakan, DKP Lamteng mencoba melakukan pengembangan komoditi baru yakni berupa budidaya ikan baung. Sesuai dengan gagasan Bupati Mustafa ikan baung juga akan dijadikan sebagai komoditas Khas Lamteng. Untuk itu, usaha dan upaya pengembangan budi daya ikan baung telah dilakukan tahun ini.

“Tahun ini kita lakukan percobaan budidaya ikan baung ini, tepatnya di Kampung Adipuro Trimurjo, Lamteng. Ke depan jika percontohan ikan bauang ini berhasil, maka bisa dirasakan semua lapisan masyarakat,”ucapnya.

Budidaya ikan baung ini lanjutnya, masih dalam tahapan ujicoba sehingga pihaknya belum bisa bicara soal progres berhasil atau tidaknya budidaya tersebut. “kita belum bisa katakan prospeknya, karena kita masih mencoba komoditas baru ini. Apakah ikan baung ini jika di perairan tidak mengelir perkembanganya bisa sama dengan diperairan umum, kita belum tahu,” terangnya.

Ely menerangkan, bahwa dari hasil teori DKP Lamteng yang sudah dipelajari, budidaya ikan baung bisa mencapai delapan bulan panen, namun dari yang sudah mencoba ada juga yang dua tahun panen.

“Nah kita sendiri masih mencoba apa kah perkembanganya bisa lebih baik. Maka kami mencoba komoditi baru ini, yang pangsa pasarnya hanya dihasilkan dari perairan umum atau hasil dari tangkapan di sungai. Sedangkan hasil tangkapan bisa berkurang, maka kita coba,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwasanya selain ikan baung, Kabupaten Lamteng juga sudah terkenal dengan tiga komodias budidaya ungulanya yakni ikan patin, lele dan gurame. Sebagian besar komoditas ini telah dibudidaya di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kota Gajah, Trimurjo, Punggur, Seputih Raman, dan Gurame di kalirejo. (*)