Inilah Sosok Kepala Sekolah yang Diinginkan Gubernur Lampung

Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau langsung Uji Kompetensi Calon Kepala Sekolah Tahun 2020 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (11/02). Uji kompetensi bagi calon Kepala Sekolah SMA/ SMK/ SLB Negeri tersebut dilangsungkan di Gedung Serba Guna Universitas Lampung.

Gubernur Arinal menyatakan bahwa Kepala Sekolah harus memiliki kompetensi memadai untuk menggerakkan dan mengembangkan semua potensi yang ada di sekolah sehingga terjadi perubahan positif yang bisa dilihat dari hasil belajar siswa.

Berita Lainnya

“Provinsi Lampung saat ini sedang giat-giatnya memacu berbagai sektor pembangunan sesuai dengan visi dan misi “Rakyat Lampung Berjaya”, untuk itu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi hal yang sangat penting,” ucapnya.

Adapun uji kompetensi bagi Kepala Sekolah ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, ada 5 (lima) kompetensi Kepala Sekolah yang harus terus ditingkatkan. Lima kompetensi itu adalah Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial. Kelimanya saling terkait dalam manajemen berbasis sekolah dan memerlukan partisipasi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Gubernur mengucapkan selamat mengikuti uji kompetensi dan menghimbau kepada seluruh peserta untuk berkonsentrasi penuh dan mengikuti uji kompetensi sebaik mungkin.

“Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengharapkan kepada peserta uji kompetensi agar berkonsentrasi penuh dan mengikuti uji kompetensi ini dengan baik, karena akan berdampak terhadap pengembangan karier saudara dan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung ke depan,” pungkasnya.

(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Ratusan Juta Dana BOS Dikorupsi? Gedung SMAN 1 Sendang Agung Terbengkalai

LAMPUNG TENGAH – Gedung SMA Negeri 1 sendang agung kabupaten lampung tengah kondisinya saat ini kian memprihatinkan karena tidak terawat.

Berdasarkan penelusuran wartawan di lokasi sekolah tersebut terlihat bangunan gedung khususnya disejumlah ruang kelas sudah banyak yang mengalami kerusakan karena kurang perawatan dan pemeliharaan oleh pihak SMA Negeri 1 Sendang Agung.

Berita Lainnya:

Kerusakan tersebut diantaranya seperti, lantai semen yang sudah banyak retak, kayu kusen maupun atap yang sudah rapuh karena dimakan usia, serta plapon yang sudah jebol. Bahkan mobiler juga banyak yang sudah rusak.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun tim investigasi dilapangan, sumber mengungkap kan, “Padahal, pihak SMA Negeri 1 Sendang Agung pada tahun 2018 – 2019, dalam penggunaan dana BOS setiap per triwulan melaporkan pengeluaran biaya dari dana bos untuk perawatan atau pemeliharaan sekolah mencapai jutaan rupiah.

Berikut rinciannya: Pada tahun 2018 untuk Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah triwulan 1 Rp. 53.126.000, triwulan 2 Rp. 2.545.000, triwulan 3 Rp. 7.160.000 dan triwulan 4 Rp. 27.464.000.

Sedangkan ditahun 2019, triwulan 1 Rp. 28.403.000, triwulan 2 Rp. 1.820.000, triwulan 3 Rp. 32.200.000 dan triwulan 4 Rp. 25.544.000.
Sehingga dampak kondisi Bangunan SMA Negeri 1 sendang agung yang kini sudah tidak layak dan tidak terawat itu banyak kalangan masyarakat menduga, bahwa biaya yang digunakan pihak sekolah untuk perawatan tersebut yang bersumber dari dana BOS disinyalir laporannya fiktif.

“Kucuran anggaran pendidikan tersebut banyak masuk ke kantong pribadi oknum Kepsek,” ungkap seorang warga setempat dengan wartawan belum lama ini.

Bagaimana tanggapan kepala SMA Negeri 1 sendang Agung Lampung Tengah terkait pemberitaan ini. Tunggu edisi mendatang. (TIM)


🎥 Video:

Ratusan Juta Dana BOS SMAN 1 Sendang Agung Dikorusi?

Mampukah Ditangan Rektor Baru Unila Bertahan Sebagai Kampus Kebanggaan Masyarakat Lampung

Bandar Lampung 26 Januari 2020 – Universitas Lampung atau yang biasa disebut dengan UNILA merupakan salah satu Universitas Negeri yang menjadi kebanggaan masyarakat lampung.

Akan tetapi sudah kurang lebih sepuluh tahun lamanya atau sejak kepemimpinan dari rektor unila Bapak Prof. Dr.Ir. Sugeng P Harianto, M.S, dan sampai saat ini UNILA dibawah pimpinan Rektor Baru Bapak Prof.Dr. Karomani, M.Si.

Berita Lainnya:

kampus Unila dari gerbang masuk yang berada di jalan Zainal Abidin Pagar Alam Gedung menteng terlihat Pembangunan Rumah Sakit Unila yang tak kunjung selesai bahkan mulai menjadi pertanyaan masyarakat dengan tanah yang begitu luas akan seperti apa itu Rumah Sakit atau Mampukah Rumah Sakit Unila terselesaikan, dan hal ini tentu perlu kebijakan dan keputusan dari pihak Unila sendiri akan dibawa kemana konsep pembangunan rumah sakit unila tersebut.

Dan mendekati kampus unila masih di jalan dua jalur unila terlihat Masjid Al wasi’i yang dimana diadakan proyek rehab akan tetapi sampai saat ini juga tidak terselesaikan.

Bahkan bila kita liha ke kanan saat masuk terlihat halaman parkir yang luas dan terlihat bangunan food curt atau kantin terbuka sudah ada 4 bangunan yang semuanya dibangun tahun 2018 melalui anggaran bantuan dari beberapa bank di Kota Bandar Lampung akan tetapi sampai saat ini tak jua berfungsi.

Dan bila kita masuk dari gerbang dua jalur kampus yang berada di jalan bay pass maka saat kita tengok ke kanan saat ini terlihat di dekat GSG ada bak sampah dengan sampah yang acak-acakan.

Bahkan saat ini di kampus unila bila kita keliling terlihat trotoar jalan yang acak-acakan bahkan bekas galian PDAM yang sampai saat ini menurut pantauan kami tak ditutup kembali dengan rapih bahkan pipa karet PDAM masih berserakan.

Dan juga terlihat banyaknya sampah yang dari jalan disapu tapi ditumpuk di sembarang tempat bahkan disaluran dan dibawah bawah pohon disekitar lapangan sepak bola unila juga ada sungguh Ironis kampus Hijau Unila yang dimana amat dibanggakan oleh masyarakat lampung akan tetapi kondisi nya masih banyak yang terlihat kumuh dan juga rawan pencurian kendaraan bermotor.

Banyak masyarakat yang ada di provinsi lampung khususnya yang ada di kota bandar lampung, yang selama ini mengamati dan sering ke kampus unila merasa sedih akan kondisi yang ada dimana kampus hijau dengan konsep pembangunan yang terlihat terlalu lama penyelesaiannya dan juga sistem kebersihan dan keamanan dari pencurian kendaraan motor yang tak ada hentinya.

Dan salah seorang yang kami jumpai Bapak chandra saat ditanyakan mengenai kondisi diatas menjelaskan : “Bahwa iya dahulu kuliah di unila dan saat ini antar jemput anaknya kuliah di unila dan saya mengharapkan diera kepemimpinan Rektor yang baru saat ini Bapak Prof. Dr. KAROMANI dapat melakukan perbaikan dari kondisi keterpurukan yang ada dan dapat membawa UNILA menjadi Kampus Universitas yang masuk nominasi akreditasi yah kalau bisa 10 besar di Indonesia.

Dan banyak masyarakat lampung yang mengharapkan agar rektor yang baru dilantik 25 Nopember 2019 dapat segera membuat keputusan dan dengan tegas mengambil tindakan agar dapat membuat UNILA kembali memiliki konsep pembangunan yang jelas dan menjaga agar area kampus dapat berkondisi aman dan juga bersih, serta selalu meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat dibanggakan bagi masyarakat Lampung, ujar pak Chandra.

Dan saat team wartawan ingin menemui Rektor Unila di Gedung Rektorat Unila tanggal 25 Januari 2019, team resepsionis mengatakan, “Bapak Lagi ndak ada Ruangannya,” jawabnya singkat. (Tim/ niz)

Selain Korupsi, Oknum Kepsek di Lamsel ini Ternyata Dalang Pungli?

LAMPUNG SELATAN – Ditahun 2020 ini, pihak penegak hukum diharapkan dapat lebih meningkatkan keseriusannya untuk melakukan pengawasan khususnya anggaran pendidikan masih sangat rawan terjadi penyelewengan.

Pasalnya, berdasarkan pantauan dan pengamatan Tipikor News, sepanjang tahun 2018 – 2019, selain diduga terkait masalah dugaan penyelewengan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ternyata oknum kepala SMA Negeri 1 Kalianda dan SMA Negeri 1 Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan diduga kuat juga melakukan aksi pungutan liar (Pungli) disekolah.

Menurut informasi sumber yang patut dipercaya mengungkapkan, selain diduga korupsi dana BOS tahun 2018 dan 2019, oknum Kepala SMA Negeri 1 Kalianda dan SMA Negeri 1 Sidomulyo ternyata juga diduga melakukan pungli terhadap siswanya sendiri yang diperkirakan mencapai seribuan orang.

Berita Lainnya:

Banyaknya bantuan anggaran dari Pemerintah pusat maupun daerah untuk pendidikan hingga saat ini seharusnya tidak menjadi keluhan bagi pihak SMA Negeri 1 Kalianda dan SMA Negeri 1 Sidomulyo,” bebernya dengan Tipikor News di Bandar Lampung, belum lama ini.

Lebih lanjut sumber mengungkapkan, tanpa memberikan informasi secara rinci dan transparan,  hampir setiap tahun pihak SMA Negeri 1 Kalianda dan SMA Negeri 1 Sidomulyo menyampaikan kepada orang tua maupun walimurid bahwa anggaran pendidikan dari pemerintah selama ini tidak cukup, sehingga tidak ada lain selain akhirnya tetap ujung-ujungnya masyarakat masih dibebankan biaya pendidikan yang relatif tinggi.

“Sebenarnya bantuan pemerintah yang dialokasikan untuk anggaran pendidikan saat ini sudah sangat lebih dari cukup jika dalam penggunaannya tidak banyak dikorupsi. Namun, kenyataan yang dirasakan malah sebaliknya. Masyarakat masih sangat dibebankan dengan biaya pendidikan yang seakan masih diwajibkan oleh pihak sekolah. Karena jika sampai batas waktu kelulusan siswa belum melunasi biaya pendidikan yang telah ditentukan, siswa terancam lulus tanpa ijazah,” ungkapnya.

Sementara, sampai berita ini diturunkan masing-masing Kepala sekolah diatas belum bisa dikonfirmasi. Pasalnya, saat dihubungi via telepon kepala SMAN 1 Kalianda ke nomor +6281369697400, dan Kepala SMAN 1 Sidomulyo ke nomor +6281379329999, sayangnya meskipun nomor tersebut aktif, namun keduanya kompak memilih bungkam.

Padahal, lanjut sumber, jika memang pihak sekolah merasa bersih tidak melakukan penyalahgunaan wewenangnya selaku kepala sekolah, mengapa tidak mau berikan penjelesan terkait penggunaan anggaran sekolah.

Seharusnya, yang namanya APBD maupun APBN siapa pun berhak untuk mengetahui dan pengelolaannya wajib transparan.

“Memangnya anggaran pendidikan itu dari nenek moyangnya? Ini kan uang negara bukan rahasia negara. Tolong buktikan jika mereka (Oknum kepsek) memang tidak korupsi dan pungli. Berani jujur.. Hebat!!!,” ujar sumber menantang. (TIM)


TIPIKOR NEWS CHANNEL



Oknum Kepala SMPN 2 Kotagajah Korupsi 752 Juta?

LAMPUNG TENGAH – Penyaluran dan penggunaan dana bantuan operasional sekolah BOS tahun anggaran 2019, di SMP Negeri 2 kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah diduga kuat menyalahi juknis sehingga merugikan negara ratusan juta rupiah.

Menurut informasi sumber Tipikor News menemukan indikasi dan potensi kerugian negara dalam pengelolaan dana BOS di SMPN 2 Kotagajah, karena dana BOS tidak disalurkan sesuai Juknis.

Diketahui dari total penggunaan dana BOS 2019 sebesar Rp752 Juta, dengan rincian: Triwulan 1 Rp147.200.000/ 736 Siswa, Triwulan 2 Rp294.400.000/ 736 Siswa, Triwulan 3 Rp 147.200.000/ 736 Siswa, dan Triwulan 4 Rp 163.200.000/ 816 Siswa, realisasi disejumlah komponen penggunaan dana tidak sesuai juknis (petunjuk teknis).

Berita Lainnya:

Diantaranya seperti biaya pemeliharaan sarpras sekolah. Bahkan, penggunaan dana tidak didukung bukti yang memadai, serta pembelian kebutuhan sekolah tidak diyakini kebenarannya.

Selain itu, Kerugian negara juga terjadi akibat dari banyaknya duplikasi pembayaran atas pengeluaran disejumlah biaya untuk berbagai kebutuhan kegiatan sekolah.

“Semenjak Sukarna menjabat sebagai kepala sekolah, realisasi penggunaan dana BOS tahun 2019 di SMPN 2 Kotagajah sebanyak Rp752 Juta pengelolaannya sangat tidak transparan. Sehingga besar kemungkinan ratusan juta dana tersebut dihabiskan untuk kepentingan pribadi oknum kepsek setempat,” beber sumber, Selasa (25/12/2019), saat dihubungi Tipikor News.

Menurutnya, setiap yang namanya APBN maupun APBD itu uang negara, dan setiap penggunaannya wajib transparan. Seperti salah satunya dana BOS, penggunaannya wajib dilaporkan secara transparan kepada publik melalui laman https://bos.kemdikbud.go.id/ sesuai Permendikbud nomor 18 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler.

Video

“Tindakan Sukirno yang tidak transparan ini, sangat wajar jika asumsi masyarakat menilai bahwa seakan ada perencanaan dan tindakan kejahatan yang ditutupi kepsek Sukirno,” ungkapnya.

Bagaimana tanggapan Kepala SMPN 2 Kotagajah, Sukarna selaku pengguna anggaran? Dan mau tahu kucuran anggaran pendidikan lainnya yang dikelola Kepsek Sukirno, seperti PIP, DAK dan Uang Komite di tahun 2019?? Baca berita selengkapnya edisi mendatang!!! (TIM)

Bupati Raden Adipati: Semoga Kegiatan Rembuk ini Bermanfaat untuk Kemajuan Pendidikan

WAY KANAN – Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menyambut baik kegiatan rembuk pendidikan. Mudah-mudahan akan memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Way Kanan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Waykanan Raden Adipati Surya saat menghadiri kegiatan Rembuk Pendidikan, yang dilaksanakan di Kampung Mesir Ilir, Kecamatan Bahuga, Kamis (19 Desember 2019).

Seperti kita ketahui bersama bahwa pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional dan pembangunan daerah. Pendidikan merupakan asfek penting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia yang merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.

Berita Pendidikan Lainnya:

Disamping itu pendidikan merupakan bagian dari prioritas lainnya, yaitu dalam upaya pengentas kemiskinan. Dengan peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas dasar pendidikan diharapkan mampu meningkatkan derajat pendidikan sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik.”katanya”

Karena itulah kita selaku Pemerintah Daerah dan juga para pemangku kepentingan bidang pendidikan hendaknya dapat bekerja lebih keras dan keikhlasan untuk melakukan berbagai upaya meningkatkan kemajuan pembangunan bidang pendidikan khususnya di Kabupaten Way Kanan.

“Kini tinggal kita semua para pemangku kepentingan untuk lebih serius lagi dalam bekerja sama mengelola semua potensi yang ada dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Saya berharap dari Rembuk Pendidikan ini dapat memberikan andil untuk memajukan dunia pendidik di Kabupaten Way Kanan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berjuang mencurahkan segala untuk pembangunan di bidang pendidikan, terutama para pendidik dan tenaga kependidikan serta masyarakat yang tulus mengabdikan diri dan tidak mengenal lelah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. (oja)

Video Populer:

BOROS! Biaya Makan Minum Pejabat Setdaprov Lampung 10 Miliar

Nenanti Terobosan Nadiem Makarim

Menanti berbagai terobosan yang akan dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Khususnya, inovasi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang lebih berkualitas.

Sri Mulyani mengatakan terobosan tersebut dapat dilakukan melalui pengelolaan anggaran pendidikan yang lebih efektif. Hal itu penting agar tercipta pemerataan kualitas pendidikan di setiap daerah.

“Mungkin kita akan melihat bagaimana inisiatif beliau dalam mengefektifkan belanja-belanja pendidikan yang sebagian besar dalam bentuk DAK non fisik untuk bantuan operasional sekolah,” katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat, 15/11/2019.

Untuk itu, ia berharap Nadiem bisa segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) agar dana alokasi khusus (DAK) non fisik tersebut dapat dikelola dengan optimal.

“Kami berharap nanti Mendikbud bisa komunikasi dengan daerah terkait penggunaan anggaran pendidikan melalui DAK non fisik,” ujarnya.

Melalui pengelolaan DAK non fisik yang baik pada sektor pendidikan, upaya penciptaan SDM yang berdaya saing tinggi bisa optimal.

“Presiden saja enggak sabar karena merasa negara lain maju lebih cepat. Jangan lupa Indonesia maju hanya bisa terjadi kalau manusianya memiliki pendidikan, pengetahuan, skill, dan karakter etos kerja yang baik,” tegasnya.

Sebagai informasi, tahun depan, pemerintah menganggarkan DAK non fisik sebesar Rp130,3 triliun atau naik 3,7 persen dari 2019.  Anggaran ini merupakan tambahan dana dari APBN bagi daerah untuk membiayai kegiatan di luar pembangunan fisik seperti kesehatan, pariwisata, termasuk pendidikan. (Ant)