Polres Metro Terjunkan 163 Personil Amankan Sidang Paripurna Pelantikan Anggota DPRD Metro Terpilih

KOTA METRO – Polres Metro, Polres Metro terjunkan personil dalam rangka pengamanan sidang paripurna tentang pengucapan sumpah atau janji anggota DPRD Kota Metro masa keanggotaan tahun 2019-2024. Sidang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Metro periode 2014-2019 Anna Morinda, Senin (19/8/2019).

 

Pelantikan dan pengambilan sumpah sendiri dibacakan oleh Kepala Pengadilan Negeri Metro Ahmad Sumardi. Turut hadir dalam paripurna tersebut Walikota Metro Ahcmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam pembukaan Anna Morinda mengatakan rapat paripurna ini dihadiri oleh14 anggota dari 25 anggota periode 2014-2019.

 

“Pada akhir masa jabatan, kami seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Metro berusaha melaksanakan tugas dengan maksimal,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kapolres Metro AKBP Ganda M.H Saragih, S.IK yang hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Metro mengatakan “kami dari pihak keamanan dari Polres Metro telah menerjunkan sebanyak 163 personil, 163 personil tersebut sudah diploting dan dipimpin Katim (Ketua Tim) masing-masing untuk mengamankan berjalannya kegiatan tersebut guna kelancaran dan kenyamanan,”

Gubernur Apresiasi Kinerja KPU Lampung

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu setempat yang sudah melaksanakan tugas pemilu serentak 2019 dengan baik. Gubernur Arinal juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajaran Forkopimda Provinsi Lampung yang sudah turut mendukung penyelenggaraan Pemilu, sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Terimakasih kepada KPU Lampung dan Bawaslu Lampung yang sudah bekerja keras dalam melaksanakan tugasnya. Berkas yang saya terima ini tidak akan diapa-apakan dan akan saya sampaikan kepada Mendagri,” kata Arinal Djunaidi pada acara penyerahan berkas calon anggota DPRD Provinsi Lampung terpilih dalam Pemilu Tahun 2019 di Gedung Pusiban Lampung, Kamis (15/8/2019).

Tentunya hal ini harus kita kawal bersama. Sehingga pelaksanaan pelantikan yang rencananya akan dilaksanakan pada 2 September 2019 dapat berjalan sesuai waktunya. Selain itu, Arinal juga mengajak seluruh calon anggota DPRD Provinsi Lampung terpilih bersinergi dan bergerak cepat membangun Lampung guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

“Saya berharap kita dapat bekerjasama, bergerak cepat dan saling bersinergi, sehingga mampu mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” ajaknya.

Dalam mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya, sambung Gubernur, dirinya bersama Wakil Gubernur Chusnunia Chalim akan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, serta sektor lainnya sesuai dengan visi-misi Gubernur Lampung.

“Saya berpesan ketika nanti sudah resmi (menjadi Anggota DPRD, Red) sektor pendidikan dan kesehatan harus diperhatikan. Karena hal ini tidak boleh sampai ada ketimpangan,” jelasnya.

Untuk itu Arinal mengajak calon Anggota DPRD Provinsi Lampung Terpilih tersebut untuk mengakselerasi perkembangan Lampung saat ini demi mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Untuk itu, kerjasama ke depan harus menjadi lebih baik guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” ungkap Arinal.  (ist)

KPU Lampung Tetapkan 85 Anggota DPRD Provinsi Terpilih

BANDAR LAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung telah menetapkan sebanyak 85 anggota DPRD Lampung terpilih periode 2019-2024. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 316/PL.01.1-BA/03/Prov/VIII/2019.

“Nama-nama dalam SK tersebut tidak ada yang berubah dari data real count KPU,” kata Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono saat Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Senin, 12/8/2019.

Berikut 85 nama anggota DPRD Provinsi Lampung terpilih yang ditetapkan KPU setempat:

Dapil 1 Kota Bandar Lampung:
1. Eva Dwiana (PDIP)
2. Ade Utami Ibnu (PKS)
3. Yusirwan (PAN)
4. Rahmad Mirzani Djausal (Gerindra)
5. Kostiana (PDIP)
6. Fauzan Sibron (NasDem)
7. Azwar Yacub (Golkar)
8. AR Suparno (PDIP)
9. Budiman AS (Demokrat)
10. Syarif Hidayat (PKS)
11. Aprilliati (PDIP)

Dapil 2 Lampung Selatan:
1. Sahlan Syukur (PDIP)
2. Tony Eka Chandra (Golkar)
3. Antoni Imam (PKS)
4. Fahrorrozi (Gerindra)
5. Lesty Putri Utami (PDIP)
6. Okta Rijaya (PKB)
7. Wahrul Fauzi Silalahi (NasDem)
8. Ahmad Fitoni (PAN)
9. Raden Muhammad Ismail (Demokrat)
10. Nurul Ikhwan (PDIP)

Dapil 3 Pesawaran, Metro, dan Pringsewu:
1. Nurhasanah (PDIP)
2. Ririn Kuswantari (Golkar)
3. Johan Sulaiman (PKS)
4. Elly Wahyuni (Gerindra)
5. Hanifah (PKB)
6. Angga Satria Pratama (Demokrat)
7. A Iswan Cahya (PAN)
8. Watoni Nurdin (PDIP)
9. Siti Rahma (NasDem)
10. Suprianto (PPP)
11. FX Siman (Golkar)

Dapil 4 Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat
1. Yanuar Irawan (PDIP)
2. Mukhlis Basri (Gerindra)
3. Nuril Anwar (NasDem)
4. Amaludin (Demokrat)
5. Dadang Sumpena (PDIP)
6. Joko Santoso (PAN)
7. Azuansyah (PKB)
8. Supriadi Hamzah (Golkar)
9. Heni Susilo (PKS)
10. Mirzalie (Gerindra)

Dapil 5 Lampung Utara dan Way Kanan
1. Iman Suhada (NasDem)
2. Yozi Rizal (Demokrat)
3. Yose Rizal (PDIP)
4. Patimura (Gerindra)
5. Darlian Pone (Golkar)
6. Mardani Umar (PKS)
7. Darwin Hifni (PAN)
8. Soni Setiawan (PKB)
9. Mardiana (NasDem)
10. Deni Ribowo (Demokrat)
11. Tulus Purnomo Wibowo (PDIP)

Dapil 6 Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Mesuji
1. Ketut Rameo (PDIP)
2. Very Agusli (Gerindra)
3. Ismed Roni (Golkar)
4. Budi Yuhanda (NasDem)
5. Maulidah Zauroh (PKB)
6. Suprapto (PAN)
7. Hanifah (Demokrat)
8. Budhi Condro Wati (PDIP)
9. Mikdar Ilyas (Gerindra)
10. Semin (PKS)

Dapil 7 Lampung Tengah
1. Mingrum Gumay (PDIP)
2. I Made Bagiasa (Golkar)
3. I Made Suarjaya (Gerindra)
4. Jauharoh (PKB)
5. Musa Ahmad (Golkar)
6. Ikhwan Fadil I (Gerindra)
7. Maksum Asrori (PKB)
8. Asih Fatwanita (NasDem)
9. Abdullah Sura Jaya (PAN)
10. Midi Iswanto (Demokrat)
11. Mufti Salim (PKS)
12. Ni Ketut Dewi Nadi (PDIP)

Dapil 8 Lampung Timur
1. Ketut Erawan (PDIP)
2. Binti Amanah (PKB)
3. M Khadafi Azwar (Demokrat)
4. H Azwarhadi (Golkar)
5. Ismail Jafar (PKS)
6. Ahmad Giri Akbar (Gerindra)
7. Garinza Reza Pahlevi (NasDem)
8. Ferliska Ramadhita Johan (PDIP)
9. Noverisman Subing (PKB)
10. Asep Makmur dari (Demokrat)

BESOK! Putusan Akhir Persidangan Perkara Pileg 2019 Digelar

JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pembacaan putusan untuk 202 perkara sengketa hasil Pileg 2019, mulai Selasa (6/8) hingga Jumat (9/8). Dua ratusan perkara itu adalah yang terakhir yang akan diputuskan MK dalam persidangan sengketa Pileg 2019.

 

“Ya, sidang pembacaan putusan akhir untuk 202 perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif akan digelar selama empat hari, mulai Selasa (6/8),” ujar Kepala Bagian Humas MK, Fajar Laksono, Jumat (2/8) seperti dikutip dari Antara.

 

Kendati demikian Fajar menjelaskan meskipun agenda putusan sudah dikeluarkan, tidak berarti rapat permusyawaratan hakim (RPH) sudah selesai.

 

“RPH yang membahas putusan untuk perkara PHPU Legislatif masih terus berlangsung hingga Senin (5/8) mendatang. RPH dilakukan bertahap diselesaikan sesuai jadwal pengucapan putusan,” kata Fajar.

 

Sebelumnya pada penutupan sidang pembuktian Selasa (30/8), Ketua MK Anwar Usman mengatakan seluruh hasil persidangan perkara PHPU Legislatif 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dan saksi, akan dibawa ke dalam RPH.

 

Total, Mahkamah menerima 260 perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 dan diperiksa dalam sidang pendahuluan yang kemudian dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan KPU, pihak terkait dan Bawaslu.

 

Kemudian pada Senin (22/7) Mahkamah melalui putusan sela menyatakan tidak akan melanjutkan 58 perkara dari 260 perkara perselisihan hasil Pileg 2019.

 

Dalam putusan tersebut dinyatakan 122 perkara dilanjutkan ke tahap pembuktian, sementara 80 perkara lainnya yang tidak disebutkan dalam pembacaan putusan sela akan kembali dipanggil pada pembacaan putusan akhir.

 

Sejak Selasa (23/7) hingga Selasa (30/7), Mahkamah menggelar sidang pembuktian perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 untuk 122 perkara tersebut.

 

Persidangan untuk perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif ini terbagi dalam tiga ruang sidang panel, yang masing-masing panel harus disidangkan hakim konstitusi yang merupakan keterwakilan dari Mahkamah Agung, Pemerintah dan DPR.

 

Namun, untuk pembacaan putusan dan ketetapan, sidang akan dilakukan secara pleno atau dihadiri sembilan orang hakim konstitusi. (CNN)

 

 

MK Gelar Sidang Sengketa Hasil Pileg 2019

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu Legislatif atau Pileg 2019 pada Selasa (9/7/2019) kemarin.  Sidang digelar untuk 260 perkara meliputi sejumlah daerah.

 

“(Daerah yang bersengketa) ada Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, dan lain-lain,” kata Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri MK Fajar Laksono seperti dilansir kompascom, kemarin.

 

Untuk efisiensi, MK membagi sidang menjadi tiga panel. Panel tersebut dikelompokan berdasarkan provinsi.

 

Majelis hakim MK saat Sidang Perdana untuk 260 Sengketa Hasil Pemilu Legislatif 2019. Foto: kompascom

 

Misalnya, satu partai mengajukan sepuluh perkara yang berasal dari tiga provinsi, maka, sepuluh perkara tersebut akan dibagi ke tiga panel berbeda.

 

“Ada panel yang mulai (persidangan) pukul 08.00, ada panel yang mulai (persidangan) pukul 09.00,” ujar Fajar.

 

Panel I terdiri dari Anwar Usman sebagai ketua, dengan anggota Enny Nurbaningsih dan Arief Hidayat. Panel II diketuai oleh Aswanto, dengan anggota Saldi Isra dan Manahan MP Sitompul.

 

Sedangkan, Panel III diketuai oleh I Dewa Gede Palguna, dengan anggota Suhartoyo dan Wahiduddin Adams.

 

Untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadwalkan persidangan pendahuluan sengketa hasil Pileg 2019 pada 9-12 Juli 2019.

 

Dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan yang akan digelar 15-30 Juli 2019. Terakhir, pembacaan putusan hasil sengketa diagendakan pada 6-9 Agustus 2019. (Istimewa)

Jelang Pembacaan Putusan PHPU Pilpres 2019 di MK, KPU Optimis Menang

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan tidak mempersoalkan hakim MK mengumumkan putusan sengketa Pilpres dimajukan karena sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan.

 

Hal itu juga pernah dilakukan KPU saat mengumumkan hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019.

 

“Jadi tidak ada masalah, sama persis dengan KPU mengambil keputusan rekapitulasi Nasional tanggal 21 Mei meskipun paling lambat tanggal 22 Mei,” terang Wahyu dalam acara diskusi di DPP GMNI, Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

 

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mengatakan rasa optimis bahwa pihaknya memenangi permohonan PHPU pilpres 2019 di MK. Hal itu didasarkan pada pihak pemohon kubu BPN Prabowo-Sandi tak dapat membuktikan apa yang didalilkan.

 

“Permohonan pemohon akan ditolak oleh MK karena memang dalil-dalilnya tidak dapat dibuktikan secara memadai,” tegas dia sambari meminta semua pihak menerima apa pun yang diputuskan hakim MK.

 

Di tempat yang sama, pakar hukum Pusako dari Universitas Andalas, Feri Amsari menilai, keputusan hakim MK dalam perkara sengekta Pilpres harus dihormati semua pihak. Hal ini untuk menyelamatkan Indonesia sebagai negara hukum dan masa depan demokrasi Indonesia.

 

“Proses akhir harus dihormati. Kalau tidak siap (kalah) janganlah berjuang. Mari kita dorong semua pihak agar tidak merusak demokrasi yang sudah kita bangun bersama ini,” kata Feri. (Merahputihcom)

Pelantikan Arinal Dijadwalkan 2 Juni?

BANDAR LAMPUNG – Mengingat masa jabatan gubernur dan wakil gubernur yang lama telah berakhir pada tanggal 02 Juni 2019, sehingga Gubernur dan wakil gubernur terpilih sudah harus dilantik pada tanggal tersebut.

 

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, di Bandarlampung, Jumat (24/5) kemarin, mengatakan, Namun, hingga saat ini jadwal pelantikan pihak pemprov  menunggu keputusan dari pemerintah pusat saja.

 

“Apa akan dilantik pada 2 Juni 2019 itu, atau setelah Lebaran. Bisa saja diundur?” katanya.

 

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung sudah siapkan seluruh kebutuhan acara pelantikan.

 

“Pastinya kami sudah mempersiapkan semuanya, mulai persiapan pelantikan, penjemputan dan lainnya,”ujar Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, di Bandarlampung. (**)

Pilpres 2019, KPU Lampung: Jokowi Menang di 12 Kabupaten Kota

BANDAR LAMPUNG – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung selesai, Sabtu (11-5) malam, sekira pukul 24.00 WIB.

Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di wilayah Provinsi Lampung secara umum dimenangkan oleh capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Jokowi menang di 12 kabupaten/kota, yakni: Mesuji; Waykanan; Pringsewu; Metro; Tulangbawang Barat; Pesawaran; Lampung Timur; Lampung Tengah; Lampung Selatan; Pesisir Barat; Tulangbawang; dan Lampung Barat.

Sedangkan capres-cawapres nomor urut 02Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menang di tiga wilayah, yaitu: Tanggamus; Bandarlampung; dan Lampung Utara.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan, hasil rekapitulasi tingkat provinsi atau formulir DC akan dikirimkan menuju KPU RI pada Senin (13-5) siang.

“Hari Senin akan kita kirimkan menggunakan pesawat,” ujar Nanang usai pleno.

Pengiriman dilakukan oleh Anggota KPU Lampung M. Tio Aliansyah dan Handi Mulyaningsih serta Kabag Hukum dan Teknis KPU setempat Lutfi.

“Selain itu, pengiriman turut dikawal oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan juga TNI/Polri, dari Polda dan Korem,” jelas Nanang.

Komisioner Bawaslu Lampung Iskardo P. Panggar menambahkan, pihaknya siap mengawal proses mengirimkan hasil rekapitulasi tersebut ke KPU RI.

“Dari Bawaslu yang akan mengawal adalah saya sendiri bersama Kasubag TP3 Erwin,” jelasnya.

Pantauan dilokasi, walau pleno rekapitulasi 15 kabupaten/kota sudah selesai sejak pukul 24.00 WIB, Sabtu (11-5), namun hingga pukul 04.00 WIB, Minggu (12-5), proses penyusunan hasil rekapitulasi atau formulir DC masih terus berlangsung.(acw)

Berikut rincian suara capres-cawapres di 15 kabupaten/kota se-Lampung:

Kabupaten Mesuji

01 : 85.471

02 : 33.906

Suara sah : 119.377

Suara tidak sah : 2.026

Total suara : 121.403

Kabupaten Waykanan

01 : 143.456

02 : 123.524

Suara sah : 266.980

Suara tidak sah : 5.093

Total suara : 272.073

Kabupaten Pringsewu

01 : 149.481

02 : 92.344

Suara sah : 241825

Suara tidak sah : 4603

Total suara : 246.428

Kota Metro

01 : 52.122

02 : 47.184

Suara sah : 99.306

Suara tidak sah : 1.872

Total suara : 101.178

2. Pileg : selesai

Kabupaten Tulangbawang Barat

01 : 105.789

02 : 59.982

Suara sah : 16.5761

Suara tidak sah : 2.976

Total suara :168.737

Kabupaten Tanggamus

01 : 165.654

02 : 174.866

Suara sah : 340520

Suara tidak sah : 6297

Total suara : 346817

Kabupaten Pesawaran

01 : 155.496

02 : 111.879

Suara sah : 267.375

Tidak sah : 5.161

Total suara : 272.536

Kota Bandarlampung

01 : 259674

02 : 296741

Suara sah : 556.415

Suara tidak sah : 9.048

Total suara: 9.048

Kabupaten Lampung Timur

01 : 417.155

02 : 179.831

Suara sah : 596.986

Suara tidak sah : 8.770

Total suara : 605.756

Kabupaten Lampung Tengah

01 : 490.901

02 : 241.154

Suara aah : 732.055

Suara tidak sah : 11.974

Total suara : 744.029

Kabupaten Lampung Selatan

01 : 374.955

02 : 201.440

Suara sah : 576.395

Suara tidak sah : 13.500

Total suara : 589.895

Kabupaten Pesisir Barat

01 : 46.513

02 : 42.977

Suara sah : 89.400

Suara tidak sah : 1.685

Total suara : 91.175

Kabupaten Tulang Bawang

01 : 152.265

02 : 70.186

Suara sah : 222.451

Suara tidak sah : 3.989

Total suara : 226.440

Kabupaten Lampung Barat

01 : 101.247

02 : 76.170

Suara sah : 177.417

Suara tidak sah : 3126

Total suara : 180.543

Kabupaten Lampung Utara

01 : 153.406

02 : 203.515

Suara sah : 356.921

Suara tidak sah : 6.191

Total suara : 363.112

Sumber: Hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Provinsi Lampung.

Hasil Rekapitilasi Suara Pemilu 2019: Inilah Wakil Rakyat Lampung Terpilih

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono yang memimpin rapat pleno, menghitung rekapitulasi suara Pilpres. Kemudian suara DPR RI, DPD RI, dan DPRD Provinsi Lampung. Berdasarkan metode hitung sainte laguesebanyak 85 calog legislatif (caleg) DPRD Provinsi dinyatakan lolos dan mendapatkan kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 hingga Dapil 8.

Berikut 85 Anggota DPRD Provinsi Lampung Masa Bakti 2019-2026

Dapil 1 Bandar Lampung

  1. Eva Dwiana (PDIP)
  2. Kostiana (PDIP)
  3. AR Suparno (PDIP)
  4. Apriliati (PDIP)
  5. Ade Utami Ibnu (PKS)
  6. Syarif Hidayat (PKS)
  7. Yusirwan (PAN)
  8. Budiman AS (Demokrat)
  9. Rahmat Mirzani Djausal (Gerindra)
  10. Fauzan Sibron (NasDem)
  11. Azwar Yacub (Golkar)

Dapil 2 Lampung Selatan

  1. Sahlan Syukur (PDIP)
  2. Lesty Putri Utami (PDIP)
  3. Nurul Ikhwan (PDIP)
  4. Tony Eka Chandra (Golkar)
  5. Antoni Imam (PKS)
  6. Fahrorrozi (Gerindra)
  7. Okta Rijaya (PKB)
  8. Wahrul Fauzi Silalahi (NasDem)
  9. Ahmad Fitoni (PAN)
  10. Raden Muhammad Ismail (Demokrat)

Dapil 3 Pesawaran, Metro, dan Pringsewu

  1. Nurhasanah (PDIP)
  2. Ririn Kuswantari (Golkar)
  3. Johan Sulaiman (PKS)
  4. Elly Wahyuni (Gerindra)
  5. Hanifah (PKB)
  6. Angga Satria Pratama (Demokrat)
  7. A. Iswan Caya (PAN)
  8. Wathoni Noerdin (PDIP)
  9. Siti Rahma (NasDem)
  10. Suprianto (PPP)
  11. FX Siman (Golkar)

Dapil 4 Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat 

  1. Yanuwar Irawan (PDIP)
  2. Mukhlis Basri (Gerindra)
  3. Nuril Anwar (NasDem)
  4. Amaludin (Demokrat)
  5. Dadang Sumpena (PDIP)
  6. Joko Santoso (PAN)
  7. Azuansyah (PKB)
  8. Supriadi Hamzah (Golkar)
  9. Heni Susilo (PKS)
  10. Mirzalie (Gerindra)

Dapil 5 Lampung Utara dan Waykanan

  1. Iman Suhada (Nasdem)
  2. Yozi Rizal (Demokrat)
  3. Yose Rizal (PDIP)
  4. Pattimura (Gerindra)
  5. Darlian Pone (Golkar)
  6. Mardani Umar (PKS)
  7. Darwin Hifni (PAN)
  8. Soni Stiawan (PKB)
  9. Mardiana (Nasdem)
  10. Deni Ribowo (Demokrat)
  11. Tulus Purnomo Wibowo (PDIP)

Dapil 6 Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji

  1. Ketut Romeo (PDIP)
  2. Very Agusli (Gerindra)
  3. Ismet Roni (Golkar)
  4. Budi Yuhanda (NasDem)
  5. Maulidah Zauroh (PKB)
  6. Suprapto (PAN)
  7. Hanifah (Demokrat)
  8. Budhi Condro Wati (PDIP)
  9. Mikdar Ilyas (Gerindra)
  10. Semin (PKS)

Dapil 7 Lampung Tengah

  1. Mingrum Gumay (PDIP)
  2. Ni Ketut Dewi Nadi (PDIP)
  3. I Made Bagiasa (Golkar)
  4. Musa Ahmad (Golkar)
  5. Ikhwan Fadil (Gerindra)
  6. I Made Suarjaya (Gerindra)
  7. Jauharoh (PKB)
  8. Maksum Asrori (PKB)
  9. Asih Fatwanita (Nasdem)
  10. Abdullah Sura Jaya (PAN)
  11. Midi Iswanto (Demokrat)
  12. Mufti Salim (PKS)

Dapil 8 Lampung Timur

  1. Ketut Erawan (PDIP)
  2. Binti Amanah (PKB)
  3. M. Khadafi Azwar (Demokrat)
  4. Azwar Hadi (Golkar)
  5. Ismail Jafar (PKS)
  6. Ahmad Giri Akbar (Gerinda)
  7. Garinza Reza Pahlevi (Nasdem)
  8. Ferliska Ramadhita Johan (PDIP)
  9. Noverisman Subing (PKB)
  10. Asep Makmur (Demokrat)

sumber: kpu lampung