Bupati Mesuji Dkk Segera Dibawa KPK ke Jakarta

JAKARTA – Bupati Mesuji Khamami masih menjalani pemeriksaan intensif oleh KPK. Dia dan 7 orang lain yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu segera dibawa ke Jakarta.

“Segera dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, yang dilansir detiknews Kamis (24/1/2019).

Khamami dan 7 orang itu ditangkap di 3 lokasi yaitu Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Mesuji. Mereka kemudian dibawa ke Polda Lampung serta sejumlah kantor polres untuk menjalani pemeriksaan awal.

KPK menduga ada transaksi haram terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji. KPK juga sudah menyita uang di dalam kardus yang diduga sebagai suap.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum mereka yang terjaring OTT itu. (**)

Bupati Khamami Terjaring OTT, Duit Rp 1 M Disita KPK

JAKARTA – Bupati Mesuji, Provinsi Lampung, Khamami terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Rabu (23/1/2019) malam tadi.

KPK menyita sekardus uang dalam pecahan Rp 100 ribu yang diperkirakan sekitar Rp 1 miliar. Jumlahnya estimasi satu kardus itu sekitar satu miliar ya. Tapi pastinya tentu nanti,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, dikutip dari detiknews Kamis (24/1/2019).

Khamami dan 7 orang itu ditangkap di 3 lokasi yaitu Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Mesuji. Mereka kemudian dibawa ke Polda Lampung serta sejumlah kantor polres untuk menjalani pemeriksaan awal.

KPK menduga ada transaksi haram terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji. KPK juga sudah menyita uang di dalam kardus yang diduga sebagai suap.

“Kami menduga ada beberapa proyek karena nilai commitment fee-nya cukup besar,” sebut Febri.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum mereka yang terjaring OTT itu. (**)

Pemkab Mesuji Salurkan Rastrada di 10 Desa, Khamami: Laporkan ke Saya Bila di Pungli

MESUJI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji kembali salurkan Beras Sejahtra Daerah (Rastrada) kepada 10 Desa di Kecamatan Mesuji Timur dan Kecamatan Mesuji. Pembagian Rastrada tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Mesuji Khamami yang di laksanakan di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji senin (24/12).

Bupati Hi Khamamik mengatakan bahwa hal ini dilakukan pihaknya sebagai bentuk kepedulian Pemkab terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang ditujukan kepada 144 (kk) yang tidak mencukupi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam hal ini, pihaknya menekankan agar Aparat desa jangan sekali-kali meminta sesuatu atau imbalan kepada masyarakat. Karena Rastrada ini disalurkan gratis. “Laporkan kepada saya bila ada aparat desa yang melakukan Pungutan Liar (Pungli),” tegas Khamami.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada 5 Desa di Kecamatan Mesuji Timur yang memperoleh Rastrada yakni Desa Pangkal Mas, Pangkal Mas Jaya, Pangkalmasmulya, Muaramas Mesuji, dan Desa Muara Asri. Sedangkan di Kecamatan Mesuji juga ada lima Desa yakni Desa Tanjung Serayan, Tirtalaga Tirtalaga, Sumber Makmur Kecamatan Mesuji, Sukamaju, Mulyosari.

“Setiap KK memperoleh 10 kg/bln untuk masyarakat yang kurang mampu dan ini dianggarkan dari anggaran APBD kab. Mesuji. Bantuan tersebut tentunya diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya yang kurang mampu dilingkup Kabupaten Mesuji,” jelas Khamami yang dikutip berita24id.

Kemudian, sambungnya, jumlah beras yang dibagikan yakni 100.80 kg, masing-masing 1-orang 10kg selama 7-bulan setiap 1 kartu keluarga (kk) hingga total 70kg beras yang dibagikan.

“Rastrada ini dianggarkan dari dana APBD Kabupaten Mesuji, Berasnya asli dari Petani Mesuji bukan dari Bulog, berbeda dengan RASTRADA APBN, yang dananya dari pemerintah pusat,” katanya.

Masih dikatakan Khamami, rastrada yang dibagikan ini, tentunya kita peruntukkan bagi kk berpendapatan rendah, bukan untuk orang-orang kaya. (Ist)

Pelayanan Buruk dan Ada Pungli? Cepat Lapor Langsung Bupati Khamami

Bagi masyarakat yang mendapat layanan dari Pemkab Mesuji yang kurang baik, maupun mendapat pungutan liar, dapat melapor kepada kami melalui WhatsApp 0811794474.

Laporan akan langsung kami tindak lanjuti secepatnya.

Mari bersama kita wujudkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

 

Sumber: Bupati Mesuji Khamami

Kemendes PDTT Minta Khamami Jadi Narasumber Dialog Solusi Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran

MESUJI – Bupati Mesuji Khamami kembali diminta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) untuk menjadi narasumber. Informasi ini didapat dari Plt Kasubbag Protokol Pemkab Mesuji Ardiansyah Lubis, Senin (08/10/2018).

Dikatakannya, kabar diperoleh dari salah seorang staf Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes-PDTT. Bupati Khamami dijadwalkan akan menjadi narasumber acara Dialog Interaktif dengan tema “Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan: Solusi Mengatasi Kemiskinan dan Mengurangi Pengangguran” bersama akademisi sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika, praktisi dari PT Berau Coal dan PT Dua Kelinci, serta Bupati Berau.

Dialog interkaktif tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun Anggaran 2018 yang akan digelar di Sultan Hotel, Jakarta pada 16 Oktober 2018 yang diikuti oleh 27 gubernur, 60 bupati/walikota, serta kepala bappeda dan kepala dinas PMD dari 60 pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Seperti diketahui, ini merupakan kali kedua Bupati Khamami diundang menjadi narasumber di konferensi tingkat nasional. Sebelumnya Bupati Khamami pernah diundang menjadi narasumber saat Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pengembangan Kawasan Transmigrasi pada tahun 2017 lalu.

“Bupati Khamami menyatakan kesiapannya menjadi narasumber, untuk berbagi pengalaman dan ilmu dengan para peserta rakor lainnya dari berbagai daerah,” terang Lubis. (rls)

Khamami: Jangan Bakar Lahan di Musim Kemarau

“Jangan bakar lahan di musim kemarau seperti ini, bisa menyebabkan kebakaran besar”

MESUJI – Hal tersebut diungkapkan Bupati Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung Khamami terhadap warganya dalam rangka mewaspadai terjadinya kebakaran.

Menurut Khamami, membakar sampah atau lahan perkebunan dimusim kemarau beresiko terjadinya kebakaran.

Sementara dari pemantauan Kodim 0426 Tulangbawang, Koramil 426-01 Mesuji dan Koramil 426-03 Rawajitu, tidak ada titik api di wilayah Mesuji.

“Meski begitu, anggota kami selalu bersiaga di desa binaan mengantisipasi terjadinya kebakaran. Kami juga mengimbau kepada warga agar tidak membakar lahan,” kata Komandan Kodim 0426, Letkol Arm Kus Fiandar Yusuf di Makodim. (*)