Gubernur Arinal Lepas Pawai Kebangsaan

Pringsewu– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melepas Pawai Kebangsaan memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

 

Pawai diikuti jajaran Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, DPRD, TNI-Polri, Kejaksaan, Instansi terkait dan club otomotif berjumlah 178 unit mobil dari berbagai merek dan ratusan mobil milik TNI Polri.

 

Dengan rute perjalanan Tugu Adipura Bandar Lampung, Batu Mandi, Pesawaran, Bendungan Way Sekampung Pringsewu, dan finish di Saburai Bandar Lampung.

 

Pawai diperkirakan menempuh jarak 175Km dengan waktu lebih kurang 6 Jam 45 Menit. Disela sela pawai digelar pula Bhakti Sosial berupa penyerahan hewan kurban.

 

Gubernur Arinal dalam sambutannya mengatakan, selain pawai dalam rangka HUT RI Ke-74 sekaligus wahana untuk meningkatkan silaturahmi serta mempromosikan kepariwisataan yang ada di Provinsi Lampung.

 

“Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya saat melepas Pawai Kebangsaan, di Bendungan Way Sekamung, Pringsewu, pada sabtu (10/8/2019).

📷 : Humas Provinsi Lampung

Iklan Ramadhan: SMPN 3 PRINGSEWU

Oknum Kepala SMK N 1 Gading Rejo Korupsi Rp. 1,6 Miliar ?

PRINGSEWU, LAMPUNG – Beberapa mekanisme pengalokasian, penyaluran dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 1 Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung disinyalir tidak tersampaikan secara transparan, bahkan justru adanya pungutan dana lagi.

Akibatnya, miliaran dana pendidikan itu terindikasi disalahgunakan serta menjadi lahan korupsi berjamaah bagi oknum Kepala SMKN 1 Gading Rejo, Suwardi dengan oknum Bendahara setempat.

Sumber mengungkapkan, bahwa oknum kepala SMKN 1 Gading Rejo terindikasi melakukan Mark Up anggaran disejumlah biaya kegiatan sekolah pada realisasi dana BOS 2018, total penggunaan anggaran mencapai Rp. 1.673.560.000 dengan rincian; Triwulan 1 Rp. 331.240.000, Triwulan 2 Rp. 662.480.000,  Triwulan 3 Rp. 339.920.000, dan Triwulan 4 Rp. 339.920.000.

“Dana yang diperuntukkan 1214 peserta didik SMKN 1 Gading Rejo tahun 2018 itu disinyalir banyak masuk kantong pribadi oknum kepsek,” bebernya.

Sumber menjelaskan, Modus yang dilakukan oknum Kepsek ini diduga selain melakukan Mark-Up (memperbanyak/ memperbesar) biaya disejumlah kegiatan sekolah, pihaknya juga terkesan tidak transparan. Sehingga penggunaan dana BOS  tahun 2018 terealisasi tidak sesuai Juknis.

Pada penggunaan miliaran dana BOS tersebut, untuk setiap biaya kegiatan dan belanja kebutuhan di SMKN 1 Gading Rejo, Pringsewu tidak diyakini kebenarannya. Bahkan dalam laporan penggunaannya terdapat beberapa pembelanjaan fiktif.

“Bisa dicek langsung ke sekolah itu untuk disesuaikan. Apakah setiap pengeluaran dana keperluan kegiatan pendidikan peserta didik itu benar-benar ada, atau hanya mengada-ada,” katanya.

Lebih jauh diutarakannya, Jangan sampai korupsi mengancam dunia pendidikan. Dampak besar yang timbul jika lembaga pendidikan dibumbui oleh perilaku culas seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) jangan harap generasi penerus bangsa akan berkembang dan beriklim cerdas,” pungkasnya.

Terpisah, menanggapi pemberitaan ini Kepala SMKN 1 Gading Rejo, Pringsewu Drs. Suwardi, MT, sedikit pun pihaknya tidak dapat menjelaskan terkait miliaran dana BOS yang terindikasi korupsi.

Dirinya juga terkesan mengalihkan pembicaraan, ia mengatakan, “maaf suaranya putus putus,” ucap Suwardi saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/5/2019) siang ini. (TIM)

BERSAMBUNG!!!

Kepala SMPN 3 Pringsewu: Selamat Tahun Baru 2019

Seluruh Jajaran

Kepala SMP Negeri 3 Pringsewu

Mengucapkan

Selamat tahun Baru 2019

Modus Kongkalikong Oknum Kepala SMPN 3 Pringsewu Korupsi Dana BOS

PRINGSEWU – Modus korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS), diduga oknum kepala SMPN 3 Pringsewu, Provinsi Lampung kongkalikong dengan oknum bendahara sekolah setempat dengan cara membesarkan (Mark up) mata anggaran biaya kebutuhan operasional maupun kegiatan sekolah disetiap penggunaan dana BOS tahun 2018.

Dari aksi korupsi kedua oknum Kepsek dan Bendahara sekolah ini, diduga ratusan juta dana BOS telah masuk ke kantong pribadi mereka guna memperkaya diri. Untuk itu, nampaknya aparat penegak hukum (APH) setempat perlu segera turun tangan guna menyelidiki siapa koruptor berkedok kepsek tersebut.

Hal ini disampaikan sumber yang patut dipercaya saat menghubungi tipikornewsonline.net, Senin (31/12/2018) kemarin.

Lebih lanjut sumber ini membeberkan, dalam memperlancar aksi pencurian dana BOS di SMPN 3 Pringsewu ini kedua oknum pejabat sekolah tersebut bekerjasama (Kongkalikong) memperbesar (Mark up) mata anggaran biaya disetiap kegiatan sekolah pada laporan pertanggungjawaban dana BOS tahun 2018 di sekolah tersebut sangat tidak diyakini kebenarannya.

“Mereka diduga keras telah melaporkan jumlah siswa tidak sesuai keadaan pada saat pengajuan dana BOS. Begitu juga saat membuat laporan pertanggungjawabannya. ratusan juta Kerugian negara dari dana BOS itu dinikmati Oleh oknum kepsek dan bendahara SMPN 3 Pringsewu,” bebernya.

Lebih lanjut diuraikannya, laporan dana BOS yang di Mark up (gelembungkan) khususnya yang paling kuat dengan sarat korupsi ialah pada laporan penggunaan dana BOS triwulan 1 sejumlah Rp 160 Juta dari 800 siswa, triwulan ke 2 (dua) Rp 319.200.000,- dari 798 siswa, dan triwulan ke 3 Rp 159.600.000 dari 798 siswa.

Dengan rincian biaya khususnya pada pengembangan perpustakaan untuk belanja buku teks K13 siswa, diduga keras dari harga satuan maupun jumlah buku tersebut yang mencapai ribuan eksplar tersebut telah di Mark Up sehingga menghabiskan biaya mencapai Rp 152.322.900.
Selain itu, pada laporan penggunaan dana BOS yang juga dimark up ialah, untuk kegiatan pembelajaran dan ektrakulikuler Rp 32.400.000 (Triwulan 1), Rp 26.700.000 (Triwulan 2) dan Rp 17.000.000 (Triwulan 3). Kemudian untuk kegiatan evaluasi pembelajaran Rp30.850.000 (Triwulan 1), Rp 46.700.000 (Triwulan 2) dan Rp 24.000.000 (Triwulan 3), serta biaya untuk pengelolaan sekolah yang menghabiskan dana Rp 30.650.000 (triwulan 1), Rp 26.500.000 (Triwulan 2) dan pengembangan profesi guru Rp 30.700.000,- (Triwulan 3).

“Semua Laporan item kegiatan penggunaan dana BOS tahun 2018 di SMPN 3 Pringsewu tersebut diduga telah dikorupsi Oknum Kepsek bersama bendahara setempat dengan modus memperbesar mata anggaran biaya kebutuhan sekolah.

Bagaimana tanggapan kepala SMPN 3 Pringsewu, berita selengkapnya tunggu edisi mendatang. (TIM)

Wakil Kepala Daerah se Lampung Gelar Pertemuan di Pringsewu

PRINGSEWU – Dalam rangka mewujudkan pembangunan dan pengawasan demi tercapainya Pemerintahan yang berkesinambungan, Wakil kepala daerah se Provinsi Lampung seperti wakil gubernur, wakil walikota dan wakil bupati menggelar pertemuan di hotel Urban Pringsewu, Selasa (30/10/2018) siang.

Dalam sambutan Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi, SE., M.Kom.Akt menyampaikan, mengenai wajah Kabupaten Pringsewu yang merupakan kabupaten baru sebagai kabupaten ke-12 di Provinsi Lampung.

 

Ia memaparkan, bahwa Kabupaten Pringsewu saat ini mendapat lokasi untuk Proyek Strategis Nasional yaitu pembangunan Bendungan Way Sekampung yang merupakan bendungan untuk menyediakan air baku untuk daerah seperti Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya dari Provinsi Lampung, Kabupaten Pringsewu juga mendapat lokasi untuk proyek pembangunan jalan Pringsewu – Bandara Exit Tol.

“Pembangunan ini diharapkan akan memperlancar akses jalan menuju bandara Raden Inten II dan pintu keluar tol serta dapat meningkatkan perekonomian wilayah di sepanjang jalan tersebut,” harap Fauzi. (Kominfo Pringsewu)

Bupati Pringsewu Siap Bantu Pembangunan Gedung PWI, Tapi..

PRINGSEWU – Bupati Pringsewu Sujadi siap membantu penyelesain pembangunan gedung PWI Pringsewu dalam APBD tahun 2019 yang kini kondisi telah mencapai 65 persen. Akan tetapi ia berharap PWI kedepan lebih baik lagi.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Konfrerkb IV PWI Pringsewu, di aula kolam renang Paris, Pringsewu, Senin (8/10-2018).

Lebih lanjut Sujadi mengatakan, suasana Konferkab berjalan santai ini suatu simbul kerjasama yang baik dengan semua pihak, dan dalam mars PWI ada kata-kata bertaqwa yang menurutnya ruh organisasi yang merupakan tanggungjawab bersama sesuai profesi dengan UU pers.

“Tugas wartawan merupakan mewartakan informasi yang diterima dimana saja. “Hari ini saya disuguhkan berita yang disebutkan oleh media cetak dan elektronik. Contohnya pagi- pagi saya disuguhkan berita ada warga saya meninggal dunia akibat kebakaran, sehingga saya layat dulu sebelum kesini. Artinya itulah besar arti manfaat informasi,” imbuh Sujadi.

Sementara Sekretaris PWI Lampung H.Adi Kurniawan dalam sambutannya Konferkab IV PWI Pringsewu merupakan yang ke 13 tahun 2018 ini. Adi berharap agar agenda menyusun pengurus dan program kerja jangan muluk-muluk.

“Saya harapkan siapa yang terpilih jadi ketua bisa menjalankan roda organisasi dan membawa PWI kedepan lebih baik,” kata Adi Kurniawan yang juga General Manager Radar TV Lampung.

Selain itu dimasa mendatang agar PWI Pringsewu bisa melaksana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sendiri di Pringsewu, urainya. (Ist)

Pejabat BPN Pringsewu Terjaring OTT

TANGGAMUS – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Tanggamus, berhasil meringkus DV, oknum pejabat Kasubsi Penetapan dan Pemberdayaan Hak Tanah Masyarakat (KPPHTM) di kantor BPN Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (24/3/2018).

Penangkapan terhadap (DV) oknum pegawai Administrasi Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Pringsewu ini berdasarkan informasi adanya upaya melakukan pemerasan yang di lakukan oleh salah satu oknum pegawai BPN Pringsewu.

“Modus tersangka, yaitu untuk mempermudah proses pengurusan surat tanah seperti roya, balik nama dan sebagainya,” ujar Kapolres Tanggamus AKBP Made Rasma melalui Kasat Reskrim AKP Devi Sujana kepada awak media, Sabtu (24/3/2018) malam.

Lebih lanjut diungkapkan Devi Sujana, sebelumnya, pihaknya mendapat informasi. Setelah kita selidiki, pada Jumat (23/3/2018) pukul 10.00 WIB, kita melakukan penangkapan terhadap tersangka DV salah satu oknum BPN yang melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 12 UU Tipikor.

“Dari penangkapan itu pihaknya telah mengamankan Barang Bukti (BB), yakni uang sebesar Rp2,1 juta, notebook, buku agenda warna hitam, buku kerja warna putih hijau, dua handphone, empat lembar nota dinas PNBP serta buku kontrol warna hijau,” jelasnya.

Selain itu, kami juga masih melakukan penyelidikan dan pengembangan, apakah ada pelaku lainnya dari wanita yang berpropesi sebagai oknum pegawai BPN tersebut, pungkasnya. (*)