DPRD Lampung Geram atas Pelayanan RSUAM

BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo mengaku kesal dan geram atas pelayanan rumah sakit pelat merah itu.

Terlebih, kasus pasien demam berdarah M Rezky yang meninggal di depan ruang rawat penyakit dalam menjadi viral.

Peristiwa meninggalnya M Rezky Mediansori (21) di selasar depan ruang rawat penyakit dalam Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM).

Sontoloyo! Mereka (RSAM) maunya apa, kami siapkan. Tapi pelayanan mereka begitu ke masyarakat,” kata Deni saat dihubungi, Rabu (12/2/2020) yang dikutip dari kompascom.

Deni Ribowo

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, DPRD Lampung sudah berkali-kali melakukan inspeksi ke RSAM dan berulang kali pula mengingatkan masalah pelayanan. “Sekarang malah ada kejadian pasien ditelantarkan dan meninggal dunia,” kata Deni.

Di sisi lain, Kepala Ombudsman Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf mengultimatum Pemprov Lampung untuk segera melakukan evaluasi internal.

Nur Rokhman mengatakan, pihaknya memberikan tenggat waktu selama 14 hari sebelum menentukan langkah-langkah berikutnya.

“Dari hasil evaluasi, baru kemudian kami tentukan tindakan selanjutnya,” kata Nur Rakhman. (Adv/Ist)

Hewan ini jadi Sumber Virus Corona

Hewan Trenggiling tidak hanya berpotensi menjadi perantara yang menginfeksi virus corona ke manusia, tapi juga memiliki virus corona sendiri dan virus sendai, kata peneliti peneliti mikrobiologi Sugiyono Saputra.

“Trenggiling memang inang atau tempat virus corona. Ada analisis viral metagenomic dari trenggiling bahwa virus corona itu termasuk yang dominan bersama juga virus sendai,” kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dikutip dari wartaekonomi, Kamis (13/2/2020) kemarin.

Sampai saat ini keberadaan kedua virus itu di trenggiling masih belum diketahui efek sampingnya untuk hewan inangnya. Bisa saja, kata Sugiyono, adanya virus corona dan sendai mungkin bisa menyebabkan penyakit di hewan terancam punah itu atau bisa juga menyebabkan kondisi sub-klinis artinya tidak menimbulkan gejala.

Berita Lainnya:

South China Agricultural University menyampaikan hasil penelitian terbaru mereka yang menyimpulkan urutan genom virus corona dari trenggiling dalam penelitian 99 persen identik dengan yang diambil dari pasien yang terinfeksi.

Peneliti menyimpulkan trenggiling kemungkinan menjadi inang perantara yang memungkinkan infeksi terhadap manusia setelah mendapatkannya dari kelelawar sebagai inang utama.

“Asumsinya bisa jadi memang ada re-kombinasi antara virus yang dari kelelawar dengan yang ada di trenggiling itu. Terus mengalami mutasi sehingga akhirnya bisa menginfeksi manusia. Itu masih berupa kemungkinan-kemungkinan,” kata dia.

Trenggiling adalah mamalia bersisik yang terancam punah keberadaannya karena habitat yang semakin sedikit dan menjadi objek perdagangan hewan. (**)

Tenaga Medis non Medis RS Natar Medika Pelatihan di Jakarta

LAMPUNG SELATAN – RS. Natar Medika mengutus 8 orang tenaga medis non medis mengikuti pelatihan diyayasan abdi karya ( YADIKA PUSAT ) untuk mengikuti pelatiha Service Excellence bidang kesehatan rumah sakit dan klinik.

Direktur RS. Natar medika Dr. Yedid YMP Lembang M. Kes. SP. Pk menugaskan 8 orang tenaga medis non medis masing – masing tenaga medis, budi kepala bagian perawat,Eka Pj. Perawat poli, Devi Pj. Perawat ugd, Vera pj. Gizi,Ingrit pj. Farmasi, Sondang Kepala bagian personalia, indra saputra Humas, Irma Pj. Pendaftaran. Pelaksanaanya tanggal 04-02-2020 s/d 05-02-2020 digedung graha yadika pusat.

Berita Lainnya:

Direktur Rs. Natar Medika Dr. Yedid YMP Lembang M. Kes. SP. Pk mengutus 8 orang tenaga medis non medis bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia ( SDM ) sesuai dengan bidangnya masing – masing.

Harapan direktur yang telah mengikuti diklat agar apa yang dijelaskan yayasan abdi karya akan menjadi pengetahuan setafnya. Seperti yang dijelaskan ibu chusminah SM, SE, MSM sebagai pembicara selam berlangsungnya pelatihan iya mengatakan para perserta diklat untuk meningkatkan pelayanan prima excellence service terutama terhadap pasien baik dari pendaftaran, Ugd, poli, farmasi, Leb, radiologi dan pelayanan perawatnya sehingga khususnya rumah sakit dan klinik yadika menuju segitiga sucses yaitu kepuasan masyarakat, kepuasan kariyanwan dan kepuasan atasan ( institusi terkait ).

Rapamauli Nadiak,SE,MM membuka pelatihan wakli kepala bagian personalia pusat mengatakan komitmen terhadap pelanggan dengan memberikan tindakan (layanan) yang melebihi harapan masyarakat / pelanggan setiap harinya. Artinya peserta pelatihan ini dapat berkerjasama pelayanan yang baik disegala bidang sehingga para pasien dan kluarganya merasa puas dengan pelayanan para tenaga baik medis non medis disetiap rumah sakit dan klinik yadika.

Direktur Rs. Natar Medika Dr. Yedid YMP Lembang M. Kes. SP. Pk melalui humas Indra Saputra asri mengaharapkan kepada personil yang baru mengikuti pelatihan di pusat agar betul-betul memahami dan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diberikan.

Sehingga Rs. Natar Medika dapat meningkatkan pelayanan yang baik dari sebelumnya yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Rs. Natar Medika dan juga dapat bermitra untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan instasi pemerintah khususnya diwilayah Lampung Selatan dan masyarakat Provinsi Lampung pada umumnya.


HPN 2020

Waspada Virus Carona, DPRD Lampung Kunjungi Pasien RSUDAM

BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melakukan peninjauan ruang isolasi untuk pasien yang terjangkit Virus Corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moelok, Senin (3/2).

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, mengatakan bahwa kunjungannya ke RSUD Abdul Moeloek ini lantaran maraknya isu Virus Corona di berbagai negara.

“Sengaja kita kunjungan ke sini karena pengin tahu juga antisipasi dari RS Abdul Moeloek masalah penyakit yang lagi booming itu Corona,” ujarnya kepada Lampung Geh.

Selain itu juga, pihaknya ingin mengetahui apakah ada masyarakat Lampung telah terjangkit virus yang diketahui berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

Berita Lainnya:

“Kita pengin tahu, apakah sudah ada pasien yang masuk tempat kita bagaimana mereka mengantisipasi kalau sampai yang ada (Corona),” jelas Yanuar.

Dalam kunjungan itu para anggota Komisi V ini mengecek langsung ruang isolasi yang berada di IGD dan ruang perawatan isolasi khusus.

“Ini kita lihat semua ruangan instalasi atau isolasi, alhamdulilah sampai saat ini tidak ada yang masuk atas penyakit Corona ke RS Abdul Moeloek,” terangnya.

Jika ada pasien yang diduga terjangkit Virus Corona akan dimasukkan ke ruang isolasi di IGD RSUD Abdul Moeloek, apabila sudah positif terjangkit akan dipindahkan ke ruang khusus perawatan isolasi.

“Mereka semua punya alat pendeteksi di IGD tadi sudah ditunjukkan, pemeriksaan awal akan dimasukkan ke situ, jika sudah dipastikan itu terjangkit barulah penempatan di ruang isolasi khusus,” papar dia.

Disinggung terkait salah satu mahasiswa asal Lampung yang menempuh kuliah di China telah pulang ke Indonesia beberapa hari lalu, Yanuar tengah menunggu kabar selanjutnya.

“Itu yang sedang kita tunggu kabarnya, itu salah satu referensi kita karena saya dengar di Lampung sudah ada yang terkena (Corona). Tapi sampai hari ini belum ada pembuktian secara medis, maka kami tunggu,” tandasnya.

Sementara itu Dokter RSUD Abdul Moeloek, Dr. PAD Dilangga, menuturkan jika sudah siap atas virus yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita memang sudah siap sebetulnya, kita punya ruang khusus pasien dengan virus. Dulu ada namanya flu burung, dan ruangan ini dipake sama untuk menangani virus Corona,” tuturnya.

“Jadi kita sudah antisipasi sejak awal, dan kita ada 2 pintu itu pintu IGD dan pintu rawat jalan. Di IGD kita sudah punya isolasi, tapi kalau pasien itu sudah ada kaitannya dengan China atau penderita itu tidak ke IGD tapi langsung ke ruang isolasi,” imbuhnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tim khusus untuk menangani virus ini, menurut Dr. Dilangga, tim itu terbentuk atas dasar SK Direktur RSUD Abdul Moeloek.

“Di isolasi ini kita punya 6 ruangan yang sudah standar WHO, tapi kita sebut sekarang standar nasional. Kita juga sudah ada SK direktur tentang penanganan tim untuk Corona ini,” jelas dia.

Pasien yang ditanyakan terjangkit Virus Corona akan diisolasi selama 14 hari, tetap jika tak kunjung sembuh pihaknya akan melanjutkan masa perawatan.

“Pokoknya sampai pasien sembuh dan dinyatakan negatif, kalau isolasi virus itu selama 14 hari,” tegasnya.

Untuk menangani kasus ini, RSUD Abdul Moeloek bekerjasama dengan Dinas Provinsi Lampung dan Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Abdul Moeloek ini kan sifatnya pasif. Jadi kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan KKP,” pungkas. (*)

RS Natar Medika Gelar Pengobatan Gratis

LAMPUNG SELATAN – Untuk mendukung program pemerintah Propinsi Lampung khususnya Kabupaten Lampung Selatan, RS. Natar Medika melaksanakan pengobatan dan pengecekan kesehatan geratis.

Pengobatan dilaksanakan kerja sama dengan para kepala desa yang ada diwilayah kecamtan Natar Lampung Selatan. Diawali desa muara putih ( 13/01/2020 ) desa kalisari ( 22/01/2020 ) selanjutnya akan bergantian di 26 desa yang ada di kecamatan Natar Lampung Selatan.

Berita Lainnya:

Kegiatan ini program Direktur RS. Natar Medika Dr. Yedid Y.M.P Lembang M. Kes SP. Pk. Berkerja sama dengan para dokter umum dan dokter spesialis dan perawat yang ada. Kegiatan ini diawali dengan surat resmi RS. Natar Medika ditujukan kepada para kepala desa dan dinas instansi yang ada dikecamatan natar.

Dengan tujuan mengingat kesibukan para petani, buruh, karyawan swasta, polsek dan pegawai kecamatan yang tidak sempat mengecek kesehatanya dikarenakan kesibukannya.

Para kepala desa yang dihubungi menjelaskan kades muara putih H. Imron sangat senang atas kepedulian RS. Natar Medika yang bersedia membantu masyarakat untuk cek kesehatan secara gratis.

Sebab didesa-desa masih kebanyakan masyarakat sangat belum paham untuk memelihara kesehatan atau cara pengobtan maupun pencegahanya.

Sehingga masih ada warga yang sempat sakit parah belum juga berobat, ada juga masyarakat tersebut kurang mampu.

Demikian juga sutik kades kalisari kecamatan natar,menilai program RS. Natar Medika sangat tepat apa lagi saat ini musim penghujan sehingga masyarakat merasa diperhatikan tentang kesehatannya.

Keterangan Indra Saputra Asri, SKM Humas RS. Natar Medika program direktur kegiatan sebagai ujud nyata terhadap warga agar masyarakat dapat membuktikan bahwa dibangunya RS. Natar Medika yang cukup megah ini dan peralatan medis yang setandar Nasional agar masyarakat kalau berobat jangan ragu – ragu bahawa tidak perlu jauh – jauh untuk berobatnya. (dra/ tim)

RSUD Alimuddin Umar Lambar Beri Makanan Untuk Pendamping Pasien Tidak Mampu

Direktur RSUDAU dr Widyatmoko Kurniawan

Pemkab Lampung Barat terus melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya melalui Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU), ada dua program brilian yang sudah dirasakan masyarakat akan manfaatnya, yakni Rumah Sakit Peduli Keluarga Pasien Miskin dan peduli administrasi kependudukan, kedua program tersebut diberi nama RS PK-PM.

Direktur RSUDAU dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., mengatakan, untuk program RS PK-PM Hebat, pihaknya memberikan makanan untuk keluarga pasien yang menunggu pasien KIS PBI dan keluarga dengan Jaminan Persalinan (Jampersal) sebanyak 3 kali sehari untuk satu orang keluarga pasien selama dirawat.

Jadi setiap harinya keluarga pasien mendapatkan makan, namun hanya untuk satu orang keluarga pasien yang menunggu, dan itupun untuk pasien kurang mampu KIS PBI dan Jampersal, program ini sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam hal ini bapak bupati kepada masyarakatnya, dalam upaya meringankan beban masyarakat kurang mampu yang sakit,

 

Sementara itu, untuk program Pelanduk Hebat!, pihaknya membantu pembuatan akte kelahiran, kartu identitas anak (KIA), Kartu keluarga (KK) dan Akta kematian, bagi bayi yang lahir dan pasien yang meninggal di rumah sakit setempat.

“Misalkan ada bayi yang lahir di RSUDAU, pihak orang tua hanya menyerahkan KK asli dan memberikan nama si anak kepada petugas, lalu petugas kami akan mengurus semua seperti perubahan KK, dan kartu identitas lainnya, sehingga saat bayi pulang maka mereka tidak perlu lagi mengurus Adminduk di Disdukcapil, begitu juga dengan pasien yang meninggal dunia, petugas kami akan mengurus akte kematiannya,” beber Wawan.

Lebih lanjut dikatakan Wawan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program yang digulirkan, dan tentunya sejak digulirkannya beberapa program tersebut sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Peningkatan pelayanan juga meliputi sumberdaya manusia (SDM) yang ada di rumah sakit ini, bagaimana para petugas melayani dengan sepenuh hati, ikhlas dan tentunya melaksanakan tugas sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah dipahami oleh para petugas, baik tenaga dokter, bidan, perawat dan petugas lainnya,” pungkas Wawan”. (hms_Lambar)

Gemarikan: Masyarakat Lampung Masih Tergolong Rendah

Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia terus mendorong peningkatan konsumsi ikan di Provinsi Lampung melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

 

Hal tersebut mengingat angka konsumsi ikan di Provinsi Lampung yang masih tergolong rendah yakni 32,2 kg/kap/th jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional 50,69 kg/kap/th.

“Menjadi penting gemarikan dimulai dari keluarga kita, tetangga sampai ke pelosok-pelosok desa,” ujar Wagub Nunik saat menjadi Pembina Upacara Mingguan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (9/9/2019) di Lapangan Korpri Kantor Gubernur.

 

Wagub mengatakan, peningkatan konsumsi ikan juga merupakan program pemerintah dalam upaya menurunkan masalah gizi seperti stunting (kerdil), wasting (lemah), overweight (kelebihan berat badan).

 

“Menjadi konsentrasi kita semua, terutama pada generasi penerus bangsa,” ujar wagub.

📷 : Humas Provinsi Lampung.

Oknum Kadis Kesehatan Lambar Diduga Korupsi Rp 26,810 Miliar

LAMPUNG BARAT – Sebanyak Rp 26,810 Miliar anggaran khususnya pada program kegiatan swakelola APBD 2018 di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) diduga dikorupsi oknum Kadis.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun Tipikor News, dari realisasi 95 paket kegiatan swakelola di Dinkes Lambar, dengan nilai total pagu Rp 26,810 miliar terdapat banyak kejanggalan.

Seperti misalnya pada alokasi anggaran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Penduduk Miskin di Luar Quota Rp 2.760.000.000, DAK Bantuan Operasional Kesehatan Rp 7.796.369.000, Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp 6.881.774.142, Penyediaan Jasa Pendukung Administrasi Perkantoran/ Teknis Rp 1.904.400.000, Operasional Ambulan Hebat Rp 966.526.500 disinyalir sangat berpotensi menjadi ladang korupsi berjamah oknum pejabat setempat.

Menurut Ketua LSM Gemal P@, A Tri Djohan mengungkapkan, setidaknya ada dua aspek yang berpotensi menjadi ladang korupsi oknum Kadis ini, yaitu upaya pencegahan penyakit, peningkatan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam hal ini Djohan menyebut modus korupsi yang kuat dugaan dilakukan oknum Kadiskes Lambar ini  adalah mark up atau penggelembungan anggaran. Pihaknya mencatat dari 95 paket kegiatan swakelola tahun anggaran 2018 di Dinas Kesehatan Lambar, beberapa diantaranya banyak terjadi penyalahgunaan anggaran.

Modus korupsi yang dilakukan para oknum pejabat ini diduga telah memperbanyak/ memperbesar mata anggaran (Mark-Up). Baik itu untuk belanja barang maupun jasa lainnya guna kebutuhan biaya kegiatan dimaksud, sehingga dalam satu tahun menghabiskan anggaran sesuai dengan jumlah yan3g telah ditentukan pihaknya.

“ Hal ini tentunya pihak dinas terkait sangat terkesan menunjukkan bahwa orientasi pihaknya lebih mengedepankan kepentingan pribadi dibanding kesehatan masyarakat.

“Selain tidak mengedepankan kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat miskin, uang rakyat tersebut lebih banyak tersedot untuk belanja rutin dinas,”  katanya.

Berdasarkan dugaan mark up dan korupsi di Dinkes Lambar ini, pihaknya mempunyai pandangan bahwa dalam pelaksanaan realisasi 95 kegiatan swakelola pada APBD 2018 di Dinkes Lambar diduga telah terjadi penyimpangan yang berpotensi merugikan uang negara mencapai miliaran rupiah.

Lebih jauh dikatakannya, Kepada pihak aparat penegak hukum (APH) tingkat kabupaten maupun Provinsi Lampung diharapkan segera dapat memantau langsung kondisi dilapangan terkait kebenaran informasi kasus dugaan korupsi berjamaah ini.

“Jangan sampai anggaran yang menelan miliaran uang rakyat tersebut tidak dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Bagaimana tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, Paijo, Skm, M.Kes,  selengkapnya tunggu edisi mendatang. (TIM)

Tim Investigasi Dalami Kasus Dugaan Malpraktek Oknum Dokter RS Asy Sy

PANARAGAN — Tim Investigasi dugaan malapraktik oknum dokter RS Asy Syifa Medika, Tulangbawang Barat melakukan investigasi ke kediaman korban.

Tim mengumpulkan sejumlah informasi terkait dengan peristiwa ditemukannya kain kasa di dalam perut Septina (26) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah pasca melakukan operasi ceasar di RS Asy Syfa Medika pada 27 Maret 2019 lalu.

Menurut suami korban, Ferdi Irwanda istrinya dicecar dengan sejumlah pertanyaan oleh tim investigasi. Mulai sejak awal kedatangan istrinya ke rumah sakit tersebut hingga ditemukannya kain kasa oleh Tim Medis Poned Panaraganjaya.

“Pertanyaan yang diajukan tim investigasi atau pak Karyawanto tadi itu, mulai dari awal kedatangan istri saya ke Rumah Sakit Asy Syfa sampai informasi bisa ditemukannya kain kasa di dalam mulut rahim,” kata Ferdi, kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Dia berharap, tim investigasi dapat bekerja secara independen dan profesional. Sehingga informasi mengenai dugaan malpraktik atau kelalain oknum dokter dalam menangani operasi ceasar istrinya dapat terkuak, agar kedepan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, pasca ditemukannya benda asing berupa kain kasa di mulut rahim sang istri pada 20 Juni 2019 lalu. Berdampak pada psikologis istrinya.

“Selain sering merasa demam, istri saya sekarang sering murung seperti orang ketakutan. Dia juga takut kalau diajak berobat. Takut ada efek samping sama kesehatannya pasca ditemukan kain kasa yang sudah berbau busuk di dalam mulut rahimnya. Jadi dia lebih milih berdiam diri,” ujar dia. (**)